Kamis, 27 Oktober 2016

Setelah...

Pagi itu seperti biasa, kegiatan rutinku olahraga pagi, walaupun hanya jogging kecil bolak-balik di depan gang rumah itu cukup membuat keringat di tubuhku keluar. Maklum kelebihan berat badan sedikit banyak membuatku malas untuk lari jarak jauh. Setelah saat itu, ya saat itu saat aku mencoba menjadi diriku-sendiri ada saat dimana aku harus fokus untuk  apa dan bagaimana aku harus lebih berani untuk mengambil resiko kesalahan-kesalahanku. Setiap waktu masih terbayang, bagaimana berperan aktif menjadi orang lain untuk membuat orang lain apa ya, masih kaku untuk mengungkap tujuannya apa. Masih samar, layaknya kaca mobil yang kehujanan dan AC di dalamnya mati. Begitulah, alur cerita yang kurang masuk di akal dan terkesan rumit. Inilah yang namanya dunia, penuh dengan kepalsuan bagi mereka yg benar-benar meyakini akhiratnya. *Gobedkham*

Senin, 17 Oktober 2016

Puisi/sajak sepi

S-E-P-I

Aku seperti berjelaga hitam kelam,
 menepi suram serasa sendiri di keramaian
Bising suara alam dan insan tak kuhiraukan
Masih dengan pelukan kenyataan
Lalu kutemui dalam sebuah mimpi kejutan
Menjadi tak pernah nyaman.

Dan kucoba tegakkan badan
Merinding, kutatap kaca sesekali
Ini aku bukan?
Aku yang mana lagi?
Se-beranikah ini aku?
Aku lagi?
Se-jahat inikah namaku?
Nama yang mana?
Semoga ini adalah karunia, sepi untuk meratapi. 
Sendiri untuk menanti "nur akhiriyah"
sebuah nama sebuah doa.
*Gobedkham*