Senin, 03 September 2018

Pembukaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo th. 2018




Terimakasih sudah menyaksikan :)

Jika budaya adalah kunci peradaban
saat ini ada hal yang dilakukan
kita bisa mengabadikan sebagai kenangan
untuk anak cucu di masa depan
bukan tentang penghargaan ataupun
pujian tak bertuan
ini murni cinta kesenian.
(hamidah; 2018)

#hamhamcorner
#2019tetapjokowi
#menujuindonesiamaju

instagram: hamidahnra
twitter: hamidahnra
ask fm: hamidahnra
facebook: Hamidah (Jaduk)

Selasa, 28 Agustus 2018

Kucingku oh Kucingku

Siapa yang suka kucing? boleh angkat baju *eh angkat tangan maksud aku. Kucing, namanya kucing apapun itu kucing tetap kucing. Nggak mungkin kucing bisa jadi manusia, kecuali dalam film korea. Nah, bathewe kucing apa yang bikin yayangmu meleleh? kuCINg TA kamu apa adanya.
Kucing adalah binatang yang memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah kepekaan. Kalo yangmu tidak peka, bilang aja masa kamu kalah sama kucingku. Kucing; dia memiliki apa ya, semacam ikatan batin dengan pemiliknya (majikannya) itu sangat mungkin sekali. Suatu hari, aku gak tau kenapa kucingku selalu saja mengikutiku. Ini gak seperti biasanya, pikirku. Toh makanannya juga sudah aku siapkan; dan tinggal makan aja. Lalu kamu mau apalagi sih cing? gerutuku.
Ternyata dia mau nunjukin kalo di kamarku ada something. Mau tau apa itu? Bukan apa-apa sih, namun agak saru aja kalo aku ini terlalu shotout dalam tulisanku kali ini. Kucingku emang begitu, dia sama seperti pemiliknya. Dia gak akan bisa hidup sendiri. Sendiri disini, dia itu kucing yang apa ya. Dia kucing yang dikit-dikit suka ndusel, dikit-dikit ngajakin main sama kukunya itu. AF dia sangat menyenangkan sekali. Aku sengaja gak ngasih nama untuk kucingku ini. Sebab diberi namapun, waktunya mati juga mati kan?
Akhirnya, aku putuskan gak aku kasih nama. Tapi akhir-akhir ini selalu kepikiran Shawn Mendez-kasih tak sampaiku. Jadilah, aku kasih nama dalam diam yaitu "Cing Mendez". Tapi aku tetep manggilnya cing cing cing-Mendez tetep aku simpan dalam hati. AF dia kucing yang baik, nurut, imut (padahal cowok). Yeah, I love you cing. Jangan pernah berubah ya cing, kucing itu yang paling setia. Katanya saya mah-dia yang paling setia (kucing). Loh ya silakan, aku kan gak meninggalkan. Silakan saja kalo memutar balik fakta-saya yang meninggalkan anda, itu juga hak panjenengan.
Alhamdulillah ya dah mau baca, semoga bermanfaat. Semakin cintai dan jaga kucingmu ya! Jangan sampai selingkuh dan cari kekasih lain *eh
------------
ket.
kekasih disini adalah majikan. ada lo kucing yang gak mau punya majikan yang gak asyik. so keep asyik with your style-with your cat man/women gaes. thank you :)

Jumat, 24 Agustus 2018

Ayok Nulis, Biar Enggak Nangis

Assalamu alaikum gaes..

Hahaha.. judulnya alay bet.. Biar sama-sama berakhiran -is- gitu. Bathewe hari ini Jum'at 24, bulan Agustus 2018 ya teman. Jangan jadiin hari ini mitos, sebab hari Jum'at banyak keutamaannya lho. Orang jawa kan biasanya, jadiin hari Jum'at - hari na'as yang gak boleh mainlah, yang harus di rumahlah. Gak usah takut, selama kamu punya Lillah. Bahkan, lautan bisa kamu seberangi atau malah bok belah, tapi selama punya Lillah.
Hoye, judulnya alay kek orangnya ya? wkwkk Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan membuka mata, membuka pikiran, membuka hati (untuk kebaikan), serta membuka dengan gagang, pintu rumah kita. Syukur yang tak terhingga untuk Allah, SWT.
Hmm.. masih dengan masalah yang sama. Akhir-akhir ini mengalami insomnia banyak-banyak. Tidur cuma satu ser'an. Udah gak inget kata bang haji Rhoma, kalo begadang jika ada gunanya saja. Tapi, ini bukan berarti gak berguna. Justru kalo menurut aku, ketika kita mau bangun saat orang-orang tertidur, otak kita justru akan sangat cepat merespon apapun yang akan kita pelajari.
Eh jadi gini, sempet mikir juga sih. Pantesan orang bercinta tu milihnya tengah malem, sebab selain suasananya yang mendukung, sepertinya malam adalah waktu yang kebanyakan manusia bersahabat dengannya. Beda dengan siang. Kalo siang berisik kan ya.
Mmm...bisa-bisa kalo melakukannya siang, dan bribeni tonggo juga. Bisa jadi kan ya. Apalagi di sebuah kompleks perumahan yang notabene sepi mampring. Wah, jangan!
Oh iya, kenapa judulnya kek gitu ya? Sebenernya simpel. Aku uda tau saja yang sebenernya bener. Cuma aku kebanyakan mikir, kebanyakan baper, nah kebanyakan iwak wedhus juga, yato. Jadi harap maklum saja kalo dengan aku mah. Kekhilafan hanya milik manusia dan sejenisnya. Tapi kesempurnaan selalu dan selalu milik Allah. Terimakasih sudah sudi menyimak, gak usah mikir banyak-banyak!

Billahi taufik wal hidayah,
wassalamu a'laikum gaes..

#salamliterasi #penulisselaludihati

Kamis, 16 Agustus 2018

Wah, Ternyata Menikah...

Bismillah...
Hari ini benar, hari yang cukup menyenangkan juga menggelikan. Bagaimana tidak? Sejak pagi aku pamit ke orang rumah untuk ikut temenku kerja. Dengan alasan aku juga mau cari kerja (kan biar boleh keluar, dan dapet sangu). Udah kaya karyawan sebuah perusahaan, pukul 8 tepat berangkat.
Aku, seperti biasanya. Mau diprepare atau enggak, pasti ada saja yang tertinggal. Dengan PD (percaya diri; udu podo dekkae) bawa powerbank penuh (sudah aku ces semalem). Dengan PD nanti kalo temen masih kerja, aku bisa jalan-jalan ke kota, entah ke alon-alon atau mesjid2 di sana gak apa2. Untuk transportasi? Kan ada aplikasi GoJek. Dan harapan serta angan selalu begitu saja, ternyata kabel data ndak aku bawa. Pinternya dari jaman belanda masih selalu setia, mengikuti dimanapun aku berada.
Yasudah, akhirnya ditaruhlah aku ke sebuah apa ya tadi, suatu tempat ada kolam renang; kaya restoran setengah cafe; setengah angkringan; setengah tempat fitnes. Ya, namanya itu iclub_madiun. Yaitu, lalu pesen minum sama menikmati pemandangan serta wifinya yang ngglandang; tempatnya yang nyaman juga bersih like me (aku suka maksute). Namun pelayanannya masih ada yang kurang.
Woah, bagaimana tidak? Baterai hpku tinggal 23%. Dan temenku juga tidak bawa charger. Katanya, dia hp baru gabakal butuh charger haha kamvret kan. Dia saranin aku untuk pinjem sama mba2 pelayan di situ. Namun, aku tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Mereka seolah-olah menutup diri punya charger, ndak mau minjami. Entah mereka lagi pake juga atau memang takut rusak jika aku pake (tampangku gak meyakinkan apa ya, dapat memakai dengan baik charger pinjaman). Okelah, no problem. Aku bahkan ingin sekali memaki, tapi ya aku kan baru kesini satu kali. Lah aku udah panas aja ini, pelayan gak bisa bikin seneng pelanggan (yg pelanggan temenku; tapi kan aku ikut dia jadi sama sajalah).
Dan, yasudah 23% itu kira-kira 5 menitan tak nikmati sampe mati (hp woe hp; pikirane lo ah). Setelah itu, temenku piket masuk jam 11, yaudah ditinggallah aku seorang diri. Sendiri dengan handphone mati. Rasanya jangan tanya lagi. Masih belum percaya, aku gledah lagi tasku. Dan benar, kabel dataku memang benar2 tertinggal. Beruntung ada buku. Sengaja aku taruh buku untuk mengatasi ketika dalam keadaan seperti ini. Semua orang sibuk dengan hp, nah saya sok pinter sibuk dengan buku. Pikirku masih mending, daripada enggak sibuk. Krik krik memang, namun kembali lagi daripada gak bawa buku aku mau apa coba? renang juga ndak bawa ganti, mau foto2 juga hpnya mati. Memang buku ini manfaatnya juga di saat-saat seperti ini.
Dan 3 jam saya bergulat dengan buku. Entahlah, ini buku apaan juga. Asal minjem, aku kira isinya bagus (korban liat covernya saja). Jam 1 ngantuk berat luar biasa. Sempat tidur makser; denger suara presentasi debat orang2 meeting sekitar; juga semilir angin segar (makanya bisa tidur). Waktu shalat, lumayan bagus juga untuk tempat shalatnya. Kamar mandi bersih semua. Semut; coro iber (kecoa terbang); wani moro kepleset. Dan ya memang seperti itulah harusnya tempat shalat itu. Bersih juga spt ada mukena-sarung nya juga ikutan bersih dan wangi. Semoga mereka yang mengutamakan-menggagas ide, tempat shalat harus nyaman, dipermudah urusannya. Dan...kamvret aku dihadepin sama situasi yang sulit tadi itu pas shalat Ashar. Sampe aku pengen lupain aja, aku lupa mau cerita sama temenku. Bisa disebarin sama keluarganya kalo aku cerita. Allah membuatku lupa segalanya supaya aku ndak dibully juga.
Jadi gini, waktu tepat adzan Ashar. Dan aku udah wudhu duluan. Lalu menyusul sepasang kekasih. "Yang imami yo", kaya gitu aku denger samar2. Badalah, batinku aku melu rayo. Kui masane wes imam kr makmum sepasang; ketambahan aku malih dadi orang ketiga (sinetron rcti). "Asem wes shalat tak dhisek e, niatku wudhuku dhisek yo shalat dhisek. Babbah, aku rabutuh pahala jamaah. Timbang entok 27 tapi nglarani wedokan e kuilah". (mbatin tok aku rakonsen shalat-ngrungokke yangyeng yangyeng; mari shalat tak delok, jebul yowes rabi paling) karena yg laki udah berumur senja. Yaudah gitu aja (iklan sek), recomended tempat apik, buat kamu2: anak2 remaja dewasa maupun dahtua, telah hadir tempat buat nongkrong ria-renang asyik-fitnes enak gila. Cuma di iclub_madiun tempatnya. Berada di jalan Salak gatau nomer berapa, silakan ditelanjangi GoogMapnya. Jangan lupa setelah ditelanjangi ditutup lagi ~ terimakasih selamat memilih dan dipilih (memilih menu makanan, dipilih jadi pelanggan).
Dan aku pulang jam 5 sore, udah seperti karyawan teladan. Tapi mlipir dulu ke Geprek Juara (udah luwe tiada tara pokoknya), btw untuk di Ponorogo belum ada ya Geprek Juara (sepertinya; kan aku selera ndesa). Tempatnya recommended juga. Aku kalo keluar sama temenku yang ini beda selera jadinya. Yang notabene sering makan di angkringan terus diajak ke tempat iclub kaya gitu, dia itu high class manusianya. Aku mah floor  class (kelas lantai; ngangkring). Eh, daritadi belum nyerempet judul ya ding.
Jadi gini, di Geprek Juara itu kita sambil makan sambil cerita banyak. Diceritain terus pengen. Please deh bro, kalo kemaren aku yang begitu, sekarang aku udah berubah deh kayanya. Enggak semudah itu bikin aku pengen A-B-C (mungkin pengaruh umur ya ini; jadi menurun nafsunya). Temenku itu cerita kalo nikah itu memang mudah, jodoh itu memang sudah disiapkan-gausah terlalu khawatir, gausah terlalu mikir. Semua peran udah ada yang bikin script, kita tinggal main aja. Balik lagi, menikah memang mudah, dan menikah emang harus bener2 siap sama yang namanya masalah. Katakan jika sebelum nikah kita punya masalah, oke kita sendiri mungkin yang akan menyelesaikan itu semua. Tapi, ketika menikah? Percayalah kamu gak sendirian, kamu harus denger suami/istri kamu, belum mertua serta lain-lainya.
Menikah memang mudah; tapi ujian dalam menikahnya yang tidak mudah. Temenku juga cerita bahwa, bikin anak juga tidak mudah. (wagelaseh, aku kira tinggal bikin di masa subur, jadilah bibit baru). Ternyata saya salah sekali (gamau berkali-kali). Jadi, ternyata bayi kicik yang bernama Genius Alraska Defran ini sudah anak kedua dari pasangan Defri-Rindy. Jadi bisa dikatakan ya, Gens sebenarnya udah punya kakak, tapi oradadi. Dan hamil pertama itu, masalahnya adalah bibit yang tidak menthes. (menthes itu bahasa jawa, indonya ya bibit yang kurang baik itulho). Jadi temenku ini keguguran pas 2 bulan hamil, aku tanya apakah sakit kirat itu? ya seperti orang lairan. Okelah, (sambil ngelus perut sendiri; aku orangnya emang gapernah setengah2 dengerin orang lain cerita, bahkan kalo harus ngelus sepatu why not?aha gendeng). Dan itu membuat mereka (temenku dan suami) patah hati sekali (jangan terus2an). Tapi terus diganti sama Genius ini ya sama Gusti. Dan di sini, sampai sini, kenapa pikiranku takut rabi datang kembali? ahaa yaudah, semoga bermanfaat. Bukan maksut menggurui apalagi pamer. InsyaAllah niat ngeshare supaya kita jadi orang yang tau sini juga tau situ. Dan bukan orang yang sok tau. Jadi hidup ini "indahnya berbagi", ada hikmah tersembunyi, syukur2 justru dapat menginspirasi. Akhirnya terimakasih sudah sudi membuka lalu membaca cerita ini.

-Madiun, 14 Agustus 2018 dan tidak lupa, Selamat hari Pramuka. -salampramuka! ^-^

Senin, 13 Agustus 2018

Aku Boleh Cerita? Sedikit Saja.

Ponorogo, Jabung-Mlarak, Rumah babe-mamah, 13 Agustus 2018 pukul 11:00 PM - sebelas malam

Aku seperti biasa, kalo gak keluar keluyuran ngopi ya tiduran santai di kamar untuk main hp dan dengerin musik-musik dari aplikasi Joox. Setelah Isya' sampai pukul 11, dengan hp menancap di badan charger serta ditemenin buku-buku bacaan. Jangan salah, itu sudah sedikit memberikan ruang bahagia bagiku. Bersyukur masih bisa membaca, bersyukur masih bisa mendengarkan lagu-lagu yang disuka, ya begitulah aku di waktu luangku. Kalo gak baca-nulis-denger lagu-main sosmed. Ya gitu-gitu aja emang. So bored ya?
Tepat jam sebelas, aku beranjak dari kasurku dan lagi mikir tuh "tidur dimana ya babe"? Lalu menuju tempat biasanya beliau tidur. Dan aku tidak menemukan beliau, hanya bantal tertumpuk rapi. Lalu, aku menuju ke ruang tamu. Wow, that's right. "be.. kenapa harus sekarang tuanya be"? dalam hati kenapa gak 50 th lagi gitu. Batinku seperti runtuh, ingin menangis tapi takut jatuh (2 menitan bertahan gak nangis, sempet memfoto babe tidur). Babe, orang yang notabene kerasnya minta ampun, pernah darah tinggi (alhamdulillah bisa sembuh). Sekarang sudah benar-benar, lunak sekali. Entah itu lunak untuk usianya maupun sikap dan perilakunya.
Tidur njingkrung di kursi panjang ruang tamu, dengan selimut sarung (karena dikasih selimut tebal enggak mau). "Ah, rasanya aku gak tega melihatnya lama-lama". Lalu aku putuskan berjalan santai keruang tamu rumah babe satunya lagi. Dalam hati, "udah, stay cool gak ada apa-apa, harus kuat". Ya Allah aku gak bisa untuk enggak nangis. Bahkan aku sangat sangat nangis.  Sebab aku sempat memfoto beliau, aku pikir aku akan punya foto saat beliau sudah tidak mau lagi tidur di kasur, saat beliau memilih ruang tamu dan kursi panjang sbg alas tidurnya.
Aku, aku begitu terpukul melihat dengan mata kepalaku sendiri. "Aku akan belajar dari hidupmu be, aku akan jadi anakmu yang lebih baik lagi. Aku, aku insyaAllah akan membawa nama baikmu be. Aku, aku mohon jangan pergi dulu sebelum aku mampu membuatmu bangga punya aku". Ah, aku hanya bisa bergumam dalam hati dengan misek-misek. Semoga ada malaikat liwat dan ikut meng-aamiin-kan. Be, I love you till the end of time-without you, I haven't life in this world - sehat terus yoo bee, daganganmuu jik loro looo!! huhuhuh ;(

Selasa, 07 Agustus 2018

Aku Saat Mengerjakan Ujian

Baiklah, saat itu bukan rahasia umum lagi bahwasanya seseorang ingin dapat lebih mapan untuk sebuah karirnya. Dan merantau adalah jalan satu-satunya mungkin pada saat itu. Keputusan merantau ini sudah ada dalam benak saya sejak saya duduk di bangku kuliah semester 4. Jadi bisa dibilang, ini sudah terencana. Namun lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah, "oleh sebab apa saya bisa sebegitu hebatnya mengalami depresi hingga mengharuskan saya untuk berobat kemanapun, tapi masih nihil pada saat itu".
Sekali lagi, ini bukan sesuatu tanpa rencana. Sebab keluarga tau saya manusia yang seperti apa. Saya manusia yang nggak bisa, sedikit saja hidup sepi/sendiri. Saya lebih suka bersosialiasi, sebab disana kita akan tau banyak, ada banyak ilmu, entahlah kesendirian itu jika saya tidak benar-benar membutuhkan ingin sendiri, saya memang tidak betah sendiri. Dan sendiri itu lebih gampang ngelakuin maksiat. You know me better than someone else. Makanya saya tidak suka sendiri.
Throwback, setelah masukin lamaran kemarin saya memang harus nunggu. Dan saat menunggu itu, memang masalahnya saya sudah ngaku saya salah besar. Setelah ngaku, saya pikir semua akan berjalan mulus tanpa halangan rintangan membentang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran (aha uhh sun-gokong). Ternyata saya salah, ternyata saya keliru. Yang ada adalah tiada sedetikpun tanpa memikirkan anda, iya kamu.
Sebab apa? Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan, jika itu hilang/tiada memang benar-benar ada rasa kehilangan. Ini berlaku untuk semua, bukan saya saja ya. Jika tidak percaya silakan browsing ke mbah Google.
Disamping itu, waktu itu seperti berjalan lambat sekali. Menunggu panggilan kerja ditambah menunggu anda benar-benar paham kenapa saya harus ngaku. Jadi rasanya pikiran ini diharuskan memikir kedua kubu tersebut. Bisa bayangkan jika anda menjadi saya pada saat itu? Dan selain itu, sepertinya butuh motivasi juga di saat saya lagi jatuh-jatuhnya. Mengapa saya berani mengatakan jatuh? Sebab ngaku itu butuh rencana juga, nggak se-enak udel saya ketika saya harus fokus bekerja-saya harus sudah selesai dengan ini semua. Nggak seperti itu. Itu terlalu sadis menurut saya.
Ini semua sudah seperti seharusnya. Jika saya teruskan saya akan semakin pintar dalam beralasan, saya semakin naik ke level kelas kakap untuk kategori pemain terbaik tentunya. Dan mau sampai kapan membohongi diri serta orang lain? I just wanna be me; myself. So if you love me; please love the right of me. Saya sudah payah untuk mencari-cari alasan apalagi, saat anda mengajak bertemu, anda bilang anda tidak akan bisa tanpa saya. Did you know what I felt? Saya seperti dikejar-kejar rentenir. Kapan woy bayar hutang? Dan sepertinya itu yang membuat saya sering merasakan pusing/migrain, masuk angin, magh kambuh (mungkin). Sebab kagak bisa hidup santai, oke bisa dibilang nyaman namun ketika dihadapkan sama itu pertanyaan-wes jangan tanya rasanya kek apaan.  Yaudah ding bapernya.
Dan setelah nunggu 3 bulan, akhirnya dapet panggilan juga. Ada rasa nano-nano disana. Bahagia iya, sedih pasti. Bahagia karena sudah mau kerja dengan positif mindset berharap kalo udah sibuk kerja nanti semoga anda tidak sepersekian detik datang dalam pikiran saya (itu harapan serta keyakinan) but the fact? Adoh-adoh... jkt-po emang adoh:jauh. Tapi bayangan anda selalu dekat dengan saya. Sedihnya adalah saya berharap anda dapat menjadi kawan, selalu ada buat saya, bukan sebagai lawan. Nggak selalu sih, emang harusnya nggak selalu. Tapi, ada gitu aja. Salah lagi?
Baiklah, dan saat itu mulailah masuk kerja. Saya ingat-ingat lagi ya. Sebab sebagian memory hilang setelah diupgrade (dari windows 7 ke 10). Sebelum di solo udah beberapa orang pintar tapi Allah Maha baik tunjukin kami jalan ke Solo. Percaya, sebab ya kota itu memang sudah hits untuk penyembuhan penyakit mental dkk-nya. Saya akhirnya nggak pengen bagaimana dunia kerja saya saat itu. Saya benar-benar ingin melupakannya. Yang saya tau, ketika itu memang benar-benar menguras apapun. Tenaga, pikiran, serta waktu harus buru-buru (aku orangnya santai). Dan walaupun begitu memang untuk masalah gaji menjanjikan. Tapi kembali lagi, for me better than loving my body daripada gaji. Percuma gaji banyak tapi tubuh saya kurus kering kerontang nggak bisa santai. Aduh, mau kemana kalo nggak ke kuburan lebih awal?heeuu
Saat itu uda genap 3 bulan ya, di bulan terakhir nggak nyampe habis tanggal saya uda ngrasain sesuatu yang aneh pada diri saya. Saat itu makan sehari cuma malem doang. Sebab uda kenyang di depan pc, meeting kek orang penting seminggu 3x, dan meetingnya juga nggrambyang yang setiap karyawan harus bisa nyimpulin secara personality hari ini dpt meeting apa-kek gimana, evaluasi tiap hari, masalah terus dengan penerbangan, delayed terus sampe mati masalahnya mah. Wkwk hasudahlah. Its not my fault. Makan sehari satu kali, memikirkan pekerjaan berkali-kali. Ketika waktu luang (sabtu-minggu) pikiran tentang anda datang kembali. Hoh, bagaimana tidak depresi coba??!
Ya, merasa anehnya begini. Itu udah akhir bulan, dan saya uda nggakmau lagi mikir kerjaan. Saya telpon kakak saya yang di Taiwan. Saya bilang bahwa saya baik-baik saja, tapi saya pengen pulang. Katanya saya bicara ngelantur sekali. Yang mau ditembak polisi, nanti gimana kalo saya dipenjara? Nanti gimana kalo ada denda sebab resign sebelum genap kontrak 2 th? Pokoknya kelakuan saya membuat orang rumah khawatir. Lalu saya dijemput pulang oleh kakak ipar saya. Sebab pikiran saya uda nggak normal itu. Uda kurang sesendok teh mungkin.
Dan sampai rumah, saya cerita begini juga sambil mengingat dikit-dikit juga. Sampai rumah ditangisin sama mamah. You know that mamah is the one who's very very happy when I got this job. Mungkin mikirnya beliau, beliau uda dapet jawaban doa dari Allah. Tapi mah, anakmu ngenes nengkono. Mamah taunya cuma cover doang, emang saya berkabar selalu baik-baiknya aja ceritanya. Iya keles bikin ortu kepikiran adoh paran. Ya itu, sampai rumah ditangisin mamah. Kata beliau, kenapa bisa seperti ini? Rekan kerja yang membuatmu nak? Seperti itulah kira-kira. Namun, saat itu saya sudah jadi manusia bisu. Tak ada jawaban apapun dari seorang seperti saya.
Orang kalo uda depresi, uda nggak butuh apapun. Mau kiamat kek, gempa bumi banjir, silakan. Orang depresi nggak memiliki rasa apapun. Bisa dibilang hidup tapi mati. Mati rasa mati nafsu matilah semua pokoknya. Dan ibu adalah manusia setia yang saya punya. Keluarga juga selalu support pada saat itu. Orang pinter mbah kyai mbah ene adewe, semua nggak ada yang mampu ngobati saya. Dan sudah sampai titik parah. Keinginan saya cuma mati, uda bunuh diri men. Uda nelen apa apa ya, cairan pembersih porselen kamar mandi. Pokoknya sampe pintu kamar itu dicopot semua sama mas. Keseharian cuma diem dan mainan selimut. Kalo denger suara adzan, bencinya minta ampun. Semua kata-kata indah keluar. Ini fase saya membenci Tuhan, Allah swt. Dan mamah saat saya sudah begini, beliau cuma bisa bilang "istighfar nduk, istighfar"...(sambil nangis meluk cium saya). Dan kejadian kek gini berlangsung selama 3 bulan lamanya. Hari-hari itu hanya saya gunakan untuk topo (berdiam diri). Dan saya tidak tidur sama sekali. Dan dalam dunia kesehatan, mending tidak makan daripada tidak tidur. Insom banget pokoknya saat itu. Makan disuapin, mandi dimandiin, sholat sendiri tapi nggak baca apapun. Penting ketika mamah nyuruh sholat, saya berangkat. Ketika nyuruh ngajipun, Al-qur'an juga saya buka. Namun, cuma saya pentelengi. Saya sudah kena depresi.
Dan suatu hari ada tetangga saya yang merekomendasi kalo ke Dr. Yusfik ke Solo insyaAllah sembuh. Tanpa babibu lagi mas saya dan keluarga langsung cus. Disana saya diterapi dimotivasi ditaleni juga sih (katanya). Waduh kalo yang di Solo ini saya memang benar-benar nggak ingat ngapain aja. Pokok self healing-nya orang depresi ya begitu deh. Disana selama seminggu. Syukur alhamdulillah banyak perubahan. Sudah mau keluar kamar, makan uda mau sendiri, ke kamar mandi sendiri, alhamdulillah ya daripada yang sebelumnya.
Dan disini yang mba saya heranin tu, seseorang seperti saya yang notabene santai selalu ceria, sholat wajib sholat sunah ngaji serta juga orang yang suka sosialisasi (ini kata mba, diem lu) kok bisa ya kena depresi? Ya mungkin lagi-lagi manusia memang harus diuji untuk naik lagi ke level yang lebih tinggi. Ya gitu aja kan enak? Awas tiati, depresi nggak pernah milih mau kita sholat enggak. Ngaji enggak. Jahat ya depresi? Yaudah, semoga cukup sekali depresinya, kedepan lebih jaga diri. Jadi gini, bener juga ini loo. Jangan mencintai seseorang dengan sepenuh jiwa. Sebab jika orang itu pergi kamu jadi sakit jiwa. Jadi cukup mencintai sepenuh hati saja. Jika pergi, maka cuma sakit hati nggak sakit jiwa. Isn't right this quote? :D
--- thanks for reading this story.

Sabtu, 28 Juli 2018

Kenapa, hem?

Kenapa kau masih gundah?
Kenapa kau terus saja resah?
Apa kau juga masih saja mengecap rasa yang bernama "gelisah"?
Hmm, aku bertanya tanpa tujuan
Sebab aku sadar, tak kan ada lagi yang namanya tujuan semenjak kau tutup pintu yang bernama harapan
Aku terlalu munafik bukan?
Aku bukan lagi kita
Sebab itu hanya cerita fiksi dewasa,  semenjak kau ingin menutup semua cerita layaknya waktu senja, sebentar saja tak pernah kau indahkan kataku yang ingin berkawan selamanya
Ini gila, tapi begitulah adanya
Kau mungkin muak dengan makhluk yang bernama hamidah
Tapi percayalah, kau harus jadi kau
Jangan jadi orang lain, apalagi jadi masalalu
Jangan lagi, sebab kau hanya akan merindu (lagi) tanpa obat, layaknya manusia mati dengan panjang sekarat
Ini berat, kau nggak akan kuat
Biar aku sendiri tanpa ada yang menemani
Ini akan lebih baik untukku bisa memahami dan menyelami diriku sendiri
Teruslah tumbuh, menjadi suatu harapan seperti yang keluargamu dambakan
Aku hanya sekelumit bayangan yang memberimu sedikit pelajaran, memberimu sedikit ganjaran
Mmm memberimu banyak kesalahfahaman
Sebab kau dan aku ini punya tuhan,
maka apabila memang benar rasa ini tak bertuan,
cukuplah aksara dan waktu yang akan memberikan jawaban
Semudah itu bukan?
Sudah-sudah, serahkan semua pada Tuhan Tuhan itu maha asyik, juga maha baik.
Sstt, matamu jangan melirik!
Terlalu indah. #tittiuw
Wkwkk~