Saat aku tau aku salah aku tetap merasa paling benar
Saat aku tau aku berbeda aku tetap merasa bangga
Saat aku tau aku sakit aku tetap merasa sehat
Saat aku tau aku buruk aku tetap merasa baik
Saat aku tau aku berdosa aku tetap merasa berpahala
Saat aku tau aku dibuang aku tetap merasa diterima
Saat aku tau aku disia-siakan aku tetap merasa disayangi
Saat aku tau aku diinjak-injak aku tetap merasa dijunjung tinggi
Saat aku tau aku tidak dimaafkan aku tetap merasa dimaafkan
Saat aku tau aku tidak dipedulikan aku tetap merasa dicari
Saat aku tau bahwa aku bodoh, kemanakah lagi akan kuhentikan semua ini? Kau! Aku selalu butuh Kau! YANG MAHA MEMINTARKAN!!!
Blog yang tidak penting. Judulnya saja malei, apalagi isinya. Semua yang ada di pikiran, saya tuangkan. Tulisan seperti panggilan kejiwaan. Tertoreh njlimet ngasi mumet. Blog ini saya buat untuk media belajar apapun bidangnya kecuali Matematika (sering gapake logika haha). Apapun itu tulisan saya, insyaAllah ada pelajaran di dalamnya. Apabila ada kesamaan dalam hal apapun itu, saya pribadi mohon maaf sekali. Dan akhirnya, ayo nge-blog kawan. Semoga bermanfaat. Aamiin ~
Rabu, 30 November 2016
Manusia Bodoh
Selasa, 29 November 2016
Antara Mimpi dan yang Terjadi
Mimpi adalah sesuatu yang umum terjadi ketika kita sedang tidur. Para ilmuwan menyebutkan bahwa mimpi adalah gambaran masa lalu atau masa depan yang mungkin pernah terjadi atau yang akan terjadi pada hidup kita. Menurut Islam sendiri mimpi adalah kegiatan di alam bawah sadar ketika tidur dan seringkali dikaitkan dengan doa. Maka jangan lupa berdoa dulu ya sebelum tidur, siapa yang gak suka mimpi indah? #lol
Mimpi seringkali dibarengi dengan perasaan dan pikiran kita. Jika kita sedang memikirkan seseorang misalnya, maka banyak kemungkinan seseorang itu akan hadir di mimpi kita. Selain itu mimpi bagi sebagian orang adalah kabur, tidak jelas ia harus menceritakan yang bagaimana. Tapi sebagian lagi, mereka hafal bagaimana ia mimpi mulai darimana berakhir dimana, dan itu adalah saya.
Mimpi runtut sering saya alami, seperti saya benar-benar melakukan itu dan membawa suasana yang benar-benar nyata. Namun, ketika saya mencoba untuk bangun begitulah mimpi itu segera berakhir pasti pada saat saya mendengar sayup-sayup adzan subuh.
Bagaimana rasanya menjadi saya? Benar-benar tidak nyaman. Di satu sisi di waktu lain, mimpi bagi saya adalah "ah sudahlah, mimpi itu cuma bunga tidur. Jangan percaya pertanda lewat mimpi"! Tapi ketika sesuatu terjadi pada hidup saya, saya kembali mengingat "oh ternyata tandanya itu lewat mimpi yang kemarin"! Semua itu selalu terjadi dan tak bisa untuk bilang tidak! Sudah tak terhitung kejadian yang saya alami yang selalu terkait dengan mimpi kemarin saya.
Saya tidak pernah tidur dengan tidak bermimpi. Saya selalu, pasti mimpi itu terjadi seakan-akan saya tidak tidur. Ibu saya adalah beliau yang selalu bilang bahwa setiap malam saya bicara sendiri, seperti tertawa sebentar mengigau dan selama itu tidak berteriak-teriak it's fine beliau memilih membiarkan saya dan tidak membangunkan saya.
Pernahkah saya mengalami stress berat setelah mimpi buruk? Selalu. Inilah yang membuat saya tidak nyaman dan selalu merasa khawatir. Jika yang saya impikan adalah masa lalu okelah itu hanya masa lalu, kamu mikir masa lalu? Namun jika berhubungan dengan teka-teki jangan tanya betapa stressnya saya! Dan semua itu akan terjawab setelah terjadi di kehidupan nyata, bisa dibilang mimpiku adalah pasti terjadi.
Tuhan, aku bahkan tidak tau ini suatu kelebihan atau semacam kelainan padaku. Tidak dapat tidur dengan tidak bermimpi, jika saya dapat tidur nyenyak itu berarti saya sedang mimpi indah. Dan begitupun sebaliknya. Apa saya memang benar-benar butuh seorang psikiater, juru mimpi, atau apa? Tanya Mbah Google! Dibuat simpel. XD
Senin, 28 November 2016
Firasat Membawa Nikmat
Seperti hari-hari sebelumnya, jika tidak sedang keluar rumah shalat Isya berjamaah adalah hal yang biasa kulakukan. Bukan di masjid tapi di sebuah mushola kecil yang cukup menampung beberapa jamaah yang banyaknya hanya di waktu Maghrib saja.
Malam ini hujan rintik-rintik di luar tak menyulutkan niatku untuk pergi berjamaah. Aku katakan pada diriku, "ini hanya hujan rintik dan hujan air, itu semua tidak akan menyakitimu. Di akhirat nanti justru hujan api!" Alhamdulillah, malasku langsung hilang dengan berfikir seperti itu. Benar bila adalah pepatah guru yang sebenar-benarnya guru adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita berfikir dan melakukan yang baik-baik untuk hari esok yang lebih baik.
Setelah jeda adzan Isya sedikit lama aku lekas bergegas, tak tau ada firasat apa tiba-tiba kubawa dan pakai kacamataku. Biasanya aku paling malas kalau ke mushola berjamaah dan harus membawa, memakai kacamata. Terlalu ribet, rempong! Inilah nasib penderita mata minus!
Seperti biasanya, sepi. Dapat terhitung jamaah pria dan wanitanya, sama dengan shalat semua waktu kecuali Maghrib yang harus berdesakan keluar sampai terasnya mushola. Aku paling muda di antara dua mbah-mbah, yang satu bu nyai istrinya pak kyai. Ya, kami selalu berjamaah berempat, para wanita yang setia menjadi ma'mumnya pak imam di mushola kami.
Shalat Isya pun dimulai, seperti biasanya setelah salam terakhir adalah dzikir yang walaupun hanya istighfar dan tahlil jangan sampai aku meninggalkan. Sesibuk dan setergesa-gesanya aku, alhamdulillah Allah selalu berikan kesempatan di setiap selesai sholatku.
Namun malam ini setelah dzikir dan doaku selesai, dan takbiratul ihram sunah ba'diyah tiba-tiba mati lampu men!!!! Dyar! Pikiranku kacau, ini pulangnya bagaimana?! Sangat gelap bahkan fikiranku mulai horor, sudah hujan rintik-rintik tambah mati lampu. Kulirik sebelahku bu nyai masih kusyu' dzikir, pikirku mungkin nanti beliau ditunggu pak imam suaminya. Mbah yang di sampingku aku juga memikirkannya! Sudah sepuh rumahnya lumayan jauh, oh kenapa harus mati lampu Ya Allah!! Entahlah shalat sunahku tadi tidak fokus padaMu, aku hanya fokus sama mati lampu-gelap ditambah luar hujan. Semoga Kau mengampuni hambaMu yang amat sangat kerdil ini. Dan ternyata kacamata yang tidak sengaja terbawa lalu terpakai tadi adalah salah satu bentuk pertolonganMu Ya Allah. Aku tertolong di gelapnya mati lampu dan rintik hujan, aku bisa pulang dengan melihat mendungmu yang sedikit terang.
Lalu, setelah sampai rumah? Masih kepikiran. Ya Allah semoga Kau permudahkan orang-orang lainnya yang pulang terakhir saat berjamaah tadi. Bu nyai sekalian serta mbah-mbah yang rumahnya lumayan jauh! Semoga malam ini dapat menjadi pelajaran untuk pribadiku khususnya.
Bahwa pertolongan Allah itu dekat, hanya saja kau harus lebih mendekatiNya.
Shodaqollahul'adzim - semoga bermanfaat para pengunjung blog yang budiman!
Minggu, 27 November 2016
Apa?
Demi apa? Diam, tak ada jawaban yang menyejukkan
Lorong waktu ini terlalu gelap untukku singgahi dan terus melangkah,
Penuh duri yang siap melukai
Aku gila sendirian!
Pikirku melayang menjemput tangisan
Kerlap dunia tak lagi kuhiraukan
Aku hanya ingin hilang ingatan!
Jiwa ragaku sakit berbenturan! Sebenarnya apa Yang Kau inginkan, Tuhan?!!
Aku telah berusaha sekuat Yang Kau beri!
Aku hanya bisa berteriak dalam hati, terisak di lembah sunyi! Aku benci! Aku benci diriku sendiri!
Sabtu, 26 November 2016
Bila Waktu...
Bude, aku datang berkunjung ke rumahmu...
bersama adik, anak dan cucumu. Aku masih lupa-lupa ingat tentangmu, kau adalah anaknya simbah yang dilebihkan! Sudah cantik, kaya pula.
Sebenarnya hari ini aku berencana pergi kerumah temenku, tapi anaknya bude mengajakku untuk ziarah. Tak bisa kutolak, walaupun aku ini orangnya penakut akhirnya berangkatlah ke makam!
Aku bersama ibu dan ponakanku bersama anaknya bude. Sepi, namanya kuburan! Ku pelankan langkahku, kuucapkan salam untuk semua penduduknya. Mataku tidak lepas dari namanya nisan-nisan yang sedikit berantakan. Kucari nisan yang bertuliskan nama budeku, "lho kok masih ada namanya?", ternyata nisannya diganti baru!
Setelah selesai tabur bunga dan berdoa untuk bude, si ponakan yang demen banget foto minta difotoin di deket makam mbahnya! Ada rasa tidak enak hati dengan penduduknya! Bagaimana mereka mengutuki kelakuan kami, tapi percayalah niat kami baik! Semua ini untuk mengingat kematian yang sebentar lagi kamipun akan menyusul kalian! Teriakku dalam hati.
Ponakanku hobi sekali menakut-nakuti, saat kaki ini melangkah menghindari supaya tidak menginjak-injak tengahnya nisan. Bilang ada tengkoraklah, kain kafan keluar dikitlah, ampunn!!! Setelah ke makam bude beberapa langkah lagi kami ke makam 4 orang lagi. Yaitu kedua simbahku dan bude yang baru bulan April kemarin meninggal serta suaminya di sebelah makamnya. Aku dibuat bingung dengan anaknya bude, acara apa kok tiba-tiba ziarah ke makam beberapa kerabat.
Aku belum menemukan jawabannya! Ibuku aku tanya cuma jawab kalau hari ini naasnya bude, lha tapi kok ke simbah juga? Jawabnya ibuku simpel, "sisan mampir"!
Benar buk, mampir ! Bahkan sekarang kita semua ini cuma mampir ngombe.
Aku berpesan pada diriku sendiri "hari ini yang tanpa rencana, tanpa kamu tau, kamu tiba-tiba mengunjungi budemu yang sudah mati! Lalu berpikirlah! Walau seribu kali kamu berpikir tapi kamu belum menemukan jawabannya, tetaplah berfikir untuk menemukannya! Ada banyak pelajaran untuk mereka yang berakal, untuk mereka yang mau berfikir! "Kamu hari ini mengunjungi budemu, kamupun kelak juga akan dikunjungi oleh keluargamu oleh kerabat dekatmu! Lalu kenapa kamu masih menyombongkan diri menuruti diri, egomu yang tak pernah berhenti untuk mengerti bahwa hidupmu di dunia ini sebentar! Berhentilah dari angan-angan setan yang menyesatkan! Kau tidak tau kapan kau akan meninggalkan kenyataan! Kau tidak pernah diberitau! Kau ini cuma tanah! Yang akhirnya dinjak-injak! Masihkah berfikir tentang harga diri? ", mashaallah ampuni aku. Aku sudah terlalu jauh mengartikan sebuah kata harga diri. Yang sebenarnya adalah yang harus aku cari di hadapanMu bukan di hadapan para makhlukMu! Terimakasih untuk hari ini telah memberi kesempatan sowan ke kuburan. Semoga kami semua selalu dalam naungan rahmatMu dan menjadi hamba yang selalu mengingat kematian serta tidak lalai untuk menuju jalan lurusMu.aamiin
Kamis, 24 November 2016
Rahasia...lho!
Belajar adalah kata yang tidak asing dalam masyarakat kita. Belajar berarti ada kemauan untuk mengerti, ada kemauan untuk bisa, dan ingin bebas dari yang namanya kebodohan. Belajar bagi sebagian orang adalah mereka beranggapan bahwa belajar itu untuk mereka yang masih berhubungan dengan pendidikan. Karena pepatah mengatakan "ingin pintar makanya belajar"! Dari sini pasti sudah tergambar jelas bahwa pepatah itu untuk mereka yang bersekolah; berpendidikan tinggi, dll. Namun tidak demikian sebenarnya. Menurut opini saya belajar itu secara umum, selama kita hidup disitulah kita belajar.
Belajar merupakan timbangan dimana ketidak tau-an seseorang akan menjadi tau setelah ia belajar. Belajar selalu mengedepankan rasa ingin tau; rasa ingin mengerti kenapa bisa begini begitu. Media belajar seringkali bervariasi, kali ini saya ingin ceritakan media belajar saya untuk memperbaiki diri saya sendiri khususnya, yang berasal dari sebuah buku Islami.
Buku ini berjudul "Rahasia Ketajaman Mata Hati" karya Imam Ghazali. Penerbitnya "Terbit Terang" Surabaya. Buku ini sebenarnya sudah menemani saya beberapa tahun terakhir dari tahun 2015 kemarin, saat bongkar lemari pakaian kakak saya karena saya sedang membutuhkan charger hp di lemari beliau. Tanpa sengaja saya menemukan buku ini berada di antara buku-buku dia yang lain. Sebenarnya ada lebih banyak buku islami yang lain seperti "Berguru Kepada Allah", "Penyakit Hati dan Obatnya", " Menyelam ke Samudera Ma'rifat dan Hakekat" dan masih banyak lainnya, namun saya hanya jatuh hati pada buku ini.
Penulis sangat pandai membawa pembacanya untuk terus larut dalam karyanya, bahasanya yang mudah dimengerti, dan ada banyak kata mutiara yang sungguh memberikan motivasi bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Saya recommend banget buku ini buat teman-teman yang ingin kasarannya sekedar tau, bagaimana sih Islam itu menyikapi yang namanya masalah hati? Buku ini harus kalian baca sampai habis dan renungkan setiap bab di dalamnya! Saya jamin kalian akan temukan sesuatu yang benar-benar kalian cari dalam hidup ini. Jangan lupa menangis ya, hhehe kalian pasti akan temukan bagian-bagian dalam bab dimana penulis membawa kalian untuk menangis lho. Selain itu dalam buku ini banyak cerita hikmah yang dapat kita ambil hikmahnya. Memposisikan diri kita jika kita dalam posisi orang-orang dalam cerita tersebut adalah keharusan dalam membaca cerita hikmah. So enjoyed this book for the good life tomorrow! #kemenggres :/
Tunggu...!
Menunggu adalah sebuah kata kerja yang berarti kerelaan, kesabaran dan juga harapan. Banyak sekali? Bagini penjelasannya. Seseorang yang menunggu pasti disertai ketiga sikap tersebut. Tanpa ketiganya mustahil seseorang dikatakan ia telah menunggu.
Menunggu bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan. Mengapa bisa? Karena mereka menikmati kebosanannya dengan sesuatu yang membosankan. Kita tau bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah sebuah porsi yang Tuhan berikan. Namun, tuntutan pada diri-sendiri itu perlu.
Menunggu butuh kepastian? Sudah barang tentu, siapa manusia yang tidak butuh kepastian? Kepastian selalu bersama dengan harapan. Harapan yang baik selalu ada bagi mereka yang menunggu.
Hidup inipun tidak lepas dari hal menunggu. Saya kasih contoh dari hal yang kecil, kita mau makan siang apa iya kita tak menunggu jam makan siang? Segala sesuatu selama kita hidup kita tak akan pernah lepas dari yang namanya menunggu. Jadi, jangan lupa bahwa kehidupanpun menunggu kematian. Begitupun orang beriman percaya bahwa kematianpun menunggu kehidupan.
Jangan benci terhadap menunggu, jangan bosan pada menunggu. Namun buatlah menunggu adalah sesuatu yang menyenangkan. Usir kebosanan menunggu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Nikmati, syukuri dan senangi menunggu! Itu baru hidup!
*bangun~menunggu pagi :S
*makan~menunggu lapar
*mandi~menunggu gerah .wah :p
*mati~menunggu ajal .ini pasti!
Selasa, 22 November 2016
Menjadi Mahmud itu.....
Mamah ... mamah... beli itu mah.. sambil menunjuk abang penjual balon di depan resepsi pernikahan teman saya. Suaranya ramai sekali, satu deret mamah muda lengkap dengan anak-anaknya. Saya hitung ada 5 atau 6 mamah muda, sepertinya mereka sahabatan dan janjian untuk duduk pada kursi di deretan paling belakang untuk memudahkan jika sewaktu-waktu anak mereka ingin pulang.
Menjadi mamah muda adalah impian bagi mereka wanita yang sudah benar-benar siap tentunya. Namun terlepas dari usia yang muda kematangan psikis juga perlu ya gaes, kita tau bahwa ukuran siap dan tidak siap seseorang berumah tangga tidak hanya berpedoman pada umur. Kadang umur muda dan kedewasaan seseorang menuntut ia untuk menjadi seorang mamah muda. Btw mamah muda itu adalah mereka yang sudah memiliki anak di usia muda ya gaes, jangan salah! Yang lagi pacaran manggilnya mamah dia bukan mamah muda lo ya! :D *justkid
Menurut saya menjadi mamah muda itu sebuah keharusan. Eits! Keharusan bagi mereka yang sudah siap lahir batin :D kwakz! lagi lagi masalah kesiapan nomer satu ya gaees!! Hidup sekali-menikah sekali-beranak berkalikali .... jadi pertimbangan untuk menjadi mamah muda itu emang penting. Karena beranak tidak hanya sekali! Ikut program KB lah paling tidak; makanya mamah muda sekarang lagi hitz! Selain alasan beranak berkali-kali, ketika kita tua nanti anak kita tentunya telah dewasa. Dan kita tau ya sebagai orangtua itu gimana kawatirnya kepada si anak. Pokoknya menjadi mamah muda itu saya kira adalah pilihan yang tepat!
Hidup mahmud!(mamahmuda).
Suara Kerdil untuk Tuhan
Tuhan... Kau tau aku mencintaimu belum sepenuhnya cinta. Buktinya aku masih belum memiliki rasa takut untuk melakukan hal yang Kau larang ketika aku sendiri. Maka ampuni aku dan kesendirianku!
Tuhan... Begitu rumit jalan hidup di dunia yang harus kulalui. Namun aku selalu percaya, selalu yakin akan ada hikmah di balik musibahMu. Aku yakin Kau sebaik-baik Pencipta jalanku ini.
Tuhan, aku hanya ingin kembali ke jalanMu yang lurus! Jalannya orang-orang Yang Kau beri petunjuk! Kau beri cahayaMu! Kau beri rasa aman dan bahagia dunia akhirat! Aku tau ini jalan sulit, maka pelan tapi pasti bimbinglah aku! Permudahkan dengan melihat niat tulusku yang sungguh ingin menujuMu, hanya namaMu Yang Haq!
Tuhan... Apa penyesalan ini sama dengan beban? Jika iya, bukankah ini akan segera berakhir Tuhan? DuniaMu kan tidak kekal.
Tuhan... Jika penyesalanku ini belum cukup untuk membuktikan bahwa aku ingin kembali ke jalanMu, maka ambillah apapun yang berharga dariku. Namun sungguh, aku tak memiliki itu semua! Aku sadar aku hanya sendiri, tak memiliki apapun apalagi yang berharga sekalipun! Semua milikMu, Semuanya! Bahkan aku termasuk deretan orang-orang yang kufur akan nikmatMu, selalu mengeluh tanpa melihat bahwa setiap detik nikmatMu selalu menyertaiku. Aku bahkan hamba yang tidak melihat karena buta bahwa setiap pagi Kau bangunkan aku, Kau jaga malamku hingga pagi lagi, Kau pinjami oksigen juga kesehatan, lalu kenapa hanya ketika sakit? hanya ketika aku dalam ketakutan ? Baru aku bisa mengingat itu semua. Kau benar bahwa demi masa, manusia selalu dalam kerugian.
Tuhan... Kuatkan aku dalam kesendirian. Aku ingin mengerti bahwa kesendirian adalah teman hidup dan matiku. Saat berada di alam rahim ibuku bukankah aku sendiri? Lalu benar bukan bahwa dunia ini untuk mencari bekal juga untuk diri-sendiri? Saat pintu gerbang akhirat atau perkampungan kubur menanti kesendirianku, aku sadar aku tak butuh siapapun dan apapun selain Engkau! Aku sangat sangat amat takut akan siksaMu yang kekal disana! Maka peringatkan aku jika kesakitanku saat ini tidak ada apa-apanya dibanding siksaMu kelak.
Tuhan... Aku harus bersyukur kan, Kau tidak keterlaluan membiarkan salah langkahku. Kau masih memberi waktu aku untuk merasakan pahit manisnya penyesalan. Demi Kau yang jiwaku berada di genggamanMu, jika manusia di sekitarku mampu mendengar otakku dia akan berteriak-teriak Tuhan! "SUNGGUH AKU LELAH MEMIKIRKAN!!!". Teriak otakku. Dia keterlaluan memikirkan yang namanya makhluk! Makhluk itu orang baik hati yang sedang marah. Aku tak tau sampai kapan kemarahan itu!
Karena yang aku tau adalah Kau Yang Maha Tau, Kau Yang Maha membolak-balik hati manusia, Yang Mengatur jalan keluarnya masalah. Maka aku berserah diri padaMu, bagaimanapun nanti jalanMu supaya aku sembuh dan tidak kembali lelah.
Tuhan... Aku juga ingin berterimakasih pada orang baik itu. Tanpa sadar aku jadi mengerti bahwa dia melakukan yang dia mau, dan aku hanya harus lebih dekat denganMu bukan? Ya, seringkali aku menangis di setiap ruku' sujudku, aku mengingat setiap kesalahanku padanya, aku berdiri shalat untukMu dengan hina dinanya diriku di masa lalu, takut akan siksa-siksaMu sebentar lagi kan menghampiri; aku membayangkan ini shalat terakhirku; aku membayangkan kaki ini berdiri berada di licinnya dan tajamnya ShiratMu; aku membayangkan setelah salam terakhir malaikat izrafil menjemputku! Sulitnya keluar nyawaku karena aku bukan hamba yang baik! Aku takut Tuhan! Sungguh aku harus menikmati setiap moment itu! Itu adalah kewajibanku yang selama ini kusepelekan! Aku harus bersyukur akan semua itu, karena dengan itu semua aku sadar inilah rasa manisnya dekat denganMu! Hanya denganMu Tuhan!
Tuhan... Apakah kejujuran harus berakhir dengan yang namanya beban? Apa ini berarti Kau berpesan padaku supaya aku "jangan sampai berputus asa dari rahmatMu?" Atau ini adalah ganjaran supaya aku jera Tuhan? Tapi Tuhan, aku hanya ingin tetap menjaga sesuatu yang Kau senangi yang bernama silaturahmi. Sabda NabiMu, "Di surga kelak akan ada pintu silaturahmi. Jika kau ahlinya, maka kau akan dipanggil dari pintu tsb". Tuhan, aku pun kelak ingin dipanggil dari pintu itu! Jika jawabanMu iya, maka aku bisa apa? Selain ridho dengan ketentuanMu, ridho dengan segala apapun yang Kau berikan demi kebaikanku.
Tuhan... akhirnya aku hanya minta istiqomahkan aku untuk tetap memperbaiki diri dan shalatku. Karena hanya itu bekal untuk kesendirianku kelak. Berikan selalu aku rasa takut akan siksaMu Yang kekal agar sisa umur ini terarah ke surgaMu. Biarlah sekarang aku hidup di nerakaMu, dunia yang fana dan memilih surga akhiratMu Yang Kekal. Subhanakallahumma wabihamdika ashadualla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaih. Shodaqollahul adzim... aamiin yaa robbal alamin.
Sabtu, 19 November 2016
Hujan...
Derasmu membuat insan kelabakan di jalanan
Sari-sarimu dinanti oleh tiap tumbuhan
Kau tau, waktu jatuhmu ditunggui insan beriman
Disana ada waktu siapapun berdoa, Tuhan kan kabulkan.
Hujan derasnya tak bertuan
Menembus dinding kenangan mereka yang kehujanan masa lalu
Dingin, sedingin wajahmu ...
Namun disana pula selalu terbayang, warna pelangi setelah hujan lebih indah
Seindah senyum Tuhan menyapaku untuk kembali ke jalanNya
Penuh liku, tak menentu. Ya, aku hanya ingin menujuMu... Sang pemberi hujan!
Kamis, 17 November 2016
Ketulusan yang Sebenarnya
Pada zaman nabi, di sebuah sudut Kota Madinah ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan pernah kau dekati Muhammad. Dia itu orang jahat, pembohong dan tukang sihir. Jika kalian mendekatinya, maka kalian akan dipengaruhinya".
Tiada hal lain yang dilakukan si pengemis kecuali menengadahkan tangan dan meneriakkan kata- kata itu berulang kali. Namun demikian, setiap hari selalu ada seorang pria yang mendatangi pengemis itu dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah katapun, pria itu selalu menyuapkan makanan yang ia bawa dengan penuh kasih sayang kepada si pengemis. Pengemis pun berkata kepada pria itu “Wahai sahabatku, jangan pernah kau dekati Muhammad, dia itu pembohong dan orang jahat..!!
Suatu ketika pria yang biasanya datang menyuapinya makan itu tidak lagi datang kepadanya. Pengemis buta itu semakin hari semakin lapar, dan bertanya- tanya dalam dirinya, “Apa yang terjadi dengan pria itu..?” Sampai suatu hari ada seorang pria yang datang memberinya makan. Namun saat ia menyuapi sang pengemis, ia justru marah sambil menghardik : “Siapa kamu..? Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”. “Aku adalah orang yang biasa”, kata orang itu. Pengemis pun menjawab, “Tidak mungkin, kamu pasti bohong”.
Apabila Ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasanya datang selalu mengusap rambutku terlebih dahulu. Selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, sehingga tak sulit mulut ini mengunyah. Mendengar jawaban dari pengemis buta tersebut, pria tadi tidak sanggup menahan air matanya. Sambil menangis Ia berkata, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah sahabatnya. Namaku Abu Bakar. Orang berhati mulia yang biasa menyuapimu adalah Rosulullah Muhammad saw.
Pengemis buta itu langsung terkejut. Tubuhnya bergetar dan tidak ada kata- kata yang keluar dari mulutnya. Air matanya kemudian mengalir begitu deras di pipi, seolah tak terbendung mengenang manusia berhati mulia, Muhammad saw. Pada saat itu juga si pengemis itu masuk islam. Subhanallah…
----------
Teman… kerasnya batu memang bisa dihancurkan dengan lembutnya air. Kerasnya hati manusia pun dapat diluluhkan dengan ketulusan dan kasih sayang. Semua hanya butuh 1 kata yang bernama “kesabaran”. Nilai suatu kesabaran yang sebenarnya tak terbatas, hanya kita saja yang kadang selalu “membatasinya”. Sehingga tak jarang banyak orang yang berrkata : “Oh, kesabaranku sudah habis”..!! padahal kesabaran itu tak terbatas, sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan.
Life simply, Love generously, Care deeply, and Speak kindly.
Rasanya......
Kau tau sebenarnya tidak ada yg lebih penting bagiku kecuali aku merasa bersalah sekali telah membodohimu. Siang itu aku tau kau menahan diri untuk tidak emosi saat melihatku. Sayang sekali kenapa harus orang sepertimu?! Keras kepala dan egois berkepanjangan yang mendarah daging padamu harusnya aku tau akan spt apa jadinya. Namun semua itu tak jadi menyurutkan asaku untuk kembali menjadi aku. Kau hanya belum bisa menghargai, belum bisa mengerti, sekali lagi aku kira kau masih belum bisa dewasa.
Aku tau prinsipmu kau adalah kau bukan orang lain. Tapi itu terlalu picik untuk sekedar mengerti dan memahami bagaimana orang-orang di sekitar kau peduli dengan keadaan yang kau alami. Terserah kau bilang aku banyak b**ot atau apalah, ini harus berakhir!!! Dan aku belum tau, belum menemukan cara bagaimana untukku agar dapat menjadi orang yang benar-benar "tidakpeduli" sama sekali dengan kau.
Walaupun ada ribuan alasan kau jadi pembenci abadiku, bahkan aku tak memiliki satupun alasan untuk membencimu.
Pada akhirnya aku membodohimu dan ternyata aku sendiri yang lebih bodoh dari dirimu!
Kau mungkin mengira aku sakit jiwa? Sudah aku ceritakan sebelumnya. Kau mungkin mengira aku tak sakit hati? Aku bersenang-senang setelah semua ini? Kau salah. Karena sakit hati itulah yang membuat jiwaku ikut sakit. Aku orangnya open minded! Kau boleh bilang lebay. Aku yakin jika kau terus seperti ini, akan menjadi kesulitan untuk mengubur semuanya. Hanya perlu menjadi kau yang ceria, tak peduli siapa aku! Dasar kau memang keras kepala tingkat dewa.
Selasa, 15 November 2016
Di Balik Awan ada Kehidupan
Genggam tanganku ini
Dan rasakan yang kuderita
Semua yang kuinginkan menjauh dari kehidupan
Apa yang kuberikan tak pernah jadi kehidupan... Peterpan~di balik awan
Ada yang tau maknanya apa? Ternyata mengisahkan kehidupan seseorang setelah mati. Seseorang yang telah mati ternyata masih dapat melihat dunia mereka yang masih hidup. Maka benar jika ada hadits yang menyatakan bahwa pada malam Jum'at kita diwajibkan setidaknya mengirim Al-fatihah pada saudara yang telah mati. Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, bahwa putuslah segala amal seseorang setelah dia mati kecuali 3 perkara: 1. Ilmu yang bermanfaat, 2. Amal jariyah, dan 3. Anak sholeh yang mendoakan si mati.
Pertanyaan saya jatuh pada nomor 3, "jika seseorang mati sebelum punya anak bagaimana cak?" Ternyata yang dimaksud anak sholeh itu bukan hanya anaknya si mayit. Tapi mereka yang mau mendoakan si mayit, entah itu masih ada hubungan darah ataupun tidak, mereka yang mau mendoakan si mayit layak disebut sholeh. Nah makanya ada acara tahlilan, kirim doa bagi si mayit.
Semua manusia yang telah mati berhak atas ketiga amalan tersebut. Jangan tanya kalau masih bayi terus mati? Kan bayi juga manusia? bayi itu masih suci. Dia belum mengerjakan amalan apapun. Ketiga amalan yang tidak putus yang dimaksud di atas itu untuk mereka yang sudah baligh, tau baligh? Yang sering ceramah di masjid. Itu mubaligh bro! :D
Baligh itu dewasa, tau mana yang benar mana yang salah. "Anda disini sudah baligh kah? Alhamdulillah kalau sudah, jika anda mati nanti anda sudah berhak dengan ke-3 amalan itu", seng jomblo rasah kadohan mikir anak ~ rabi wae durung! :D
jawab caknun polos sambil nyekikik.
Senin, 14 November 2016
Time Passed away
Maaf... untuk telah membuatmu menderita yang kesekian kalinya. Akhirnya kita hanya butuh waktu untuk melupakan segala khilaf. Apa kabar hati? Semoga kau kuat! Kau hanya perlu mengingat katanya kau sudah dimaafkan. Kau hanya perlu bersyukur bahwa dia dengan berat hati mengikhlaskan apa yang seharusnya tidak dia terima.
Tuhanmu Maha Adil untuk segala hal yang telah kau perbuat, mata dibalas dengan mata, hati dibalas dengan hati. Tetaplah menanti dengan terus perbaiki diri! Tak perlu kau cemas, karena kau sudah bergelut dengan keberanian. Kau telah memilih jalan yang tepat sebelum semua benar-benar terlambat. Biarkan mereka yang menilaimu dengan kehendak hatinya, kau memang sudah jauh sekali tersesat. Namun tetap, memilih jalan kembali adalah suatu keharusan. Mohon jadikan pelajaran dan peringatan terakhirmu! Tulisan ini mungkin sedikit banyak menggambarkan kau saat ini. Kau harus menjadi lebih baik. Menjadi dirimu sendiri. Kau hanya harus menangisi segala khilaf yang sudah kau lakukan. Berhentilah melakukan hal bodoh memasuki khayalan. Hanya kesalahan yang pantas kau tangisi agar kau bisa melalui. Lupakan segala hal yang bukan kau yang melakukan! Cukup untuk tidak terlalu menyalahkan diri-sendiri. Sekali lagi katanya dia sudah memaafkan! Katakan itu sudah cukup!!! Terimakasih. Semoga dia segera dipertemukan dengan rizkinya, jodohnya juga kebahagiaan yg selalu diharapkannya, aamiin yaa robbal alamin...
Ingatlah Selalu Allah
Masa-masa yang terlewati
Kan membawa sejuta arti
Kadang bahagia kadang luka di hati
Ingat Allah hati kan jernih.
Jangan takut badai menghadang
Bersama Allah terasa lapang
Yang pasti ingatlah selalu Allah di dalam hatimu
Muliakanlah selalu Allah dalam setiap nadimu
Bawalah selalu Allah di dalam hatimu
Semoga kau dapatkan kemuliaan selalu.
Minggu, 13 November 2016
Maaf (lagi)
Ada yang pernah meminta maaf namun tidak dimaafkan? Ada yang pernah memutuskan untuk memaafkan namun bersyarat?
Ya, semua tidak semudah yang kita fikirkan dan bayangkan. Saat kita yakin kita dapat mewujudkan keinginan, saat itulah kita mulai terperdaya sama yang namanya angan-angan.
Kita tau hidup ini tidak semudah omongan om MarioTeguh, tidak semudah mengetik keypad hp, tapi coba kita tanamkan sifat Tuhan Yang mau memaafkan~Al-Ghofur! Yang Maha Pemaaf.
Kita tau ada begitu banyak nama-nama Tuhan Yang baik, 99 nama yaitu Asmaul-Husna. Untuk apa? Untuk menjadikan kita manusia yang manunggaling kawulo Gusti. Apa itu? Menyatunya jiwa seseorang dengan tuhannya. Bagaimana maksudnya? Lhaini! Jangan bilang ini ada hubungannya dengan ajaran syeh siti jenar yang dihukum mati sama wali songo. Hanya sebuah opini saya bos!
Lagi lagi saya harus menyinggung soal memaafkan. Meminta maafpun sebenarnya sama sulitnya dengan memberi maaf. Mikirnya gini, iya kalau dimaafkan nah kalau tidak dimaafkan? Itu pikiran kita sebelum meminta maaf pastinya ya. Nah kalau tidak dimaafkan? Yasudah penting berani mengakui kesalahan itu sudah benar. Akibatnya gimana? Tanggung sendiri dan jangan ikutkan orang lain di dalamnya! Jadilah kuat dengan menghadapi masalahmu sendiri, Innallaha ma'ana! Tuhan selalu ada bersama kita. Jadikan pelajaran bahwa mendapat maaf itu tidak mudah. Dan jangan ulangi lagi untuk kesalahan yang sama pada orang yang berbeda.
Apa kabar bagi mereka yang sulit memaafkan? Sakit hati dan kecewa sudah tertanam sejak si peminta maaf meminta maaf. Penyesalan di belakang layar selalu menjadi derita baginya. Lalu apa sebenarnya yang dibutuhkan mereka ini? Sedangkan si peminta maaf hanya bisa meminta maaf utk segala kesalahannya. Mengembalikan waktu yang telah menjadi kesalahan adalah sesuatu yang tidak mungkin, hanya perbaikan diri yang bisa mereka lakukan. Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Waktu, ya mungkin hanya waktu yang mereka butuhkan. Untuk melupakan kekecewaan dan penyesalannya.
"Belajarlah mengalah sampai tak seorangpun mampu mengalahkanmu, belajarlah merendah sampai tak seorangpun mampu merendahkanmu". ~ maaf ~
Readlah!
Ada yang tau apa itu karma? Ya, balasan atas perbuatan yang sudah dilakukan seseorang. Kejujuran itu juga berbuah karma kah? Bukankah selalu tertulis kejujuran berbuah manis? But I never meet them.
Kesabaran atau kejujuran? Saya kira kesabaran. Karena kenyataanya jujurpun klo sudah kelewatan yasudah. Tiada maaf bagimu! Gak ada yang namanya manis.
Manusia tempatnya khilaf, saya sempat mikir sesuatu yang sudah terjadi dan ayo kita perbaiki kedepannya gak perlu bermusuhan kaya gini, manfaatnya apa coba?! Hidup lu gak akan tenang bro!!! Lu masih dendam lu masih benci sama gue! Sama! Gue juga gk kan tenang hidup gue ada pembenci macam lu! Yok lah, kita dah dewasa! Kenapa macam nak TK klo ketemu mesti kabur. Terpaksa pkek lu-gue, lagi mangkel!
Sabtu, 12 November 2016
Menjaga, namun...
Suara langkah kecil itu perlahan menjauh, mas Krisna masih mematung antara sadar dan tidak. Dalam hatinya hancur, bagaimana mungkin seseorang yang selama ini melukis harinya lebih memilih pergi dengan alasan ketidakcocokan akhir-akhir ini. Gila, alasan yang benar apalagi jika tanpa sebab adanya pihak ketiga dalam suatu hubungan, pasti tak kan ada kata-kata seperti itu.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah menuju masjid dimana ia bekerja kini, di sebuah rumah sakit. Dia tau ada yang lebih penting selain membenci mantan wanitanya, dia ambil air wudhu, penuh kehinaan melangkah pada shaf pertama di belakang imam. Pagi itu, baginya Dhuha yg berbeda. Biasanya terselip doa untuk sang wanita, hatinya bagai terpukul saat sujud terakhir selalu menyebut nama wanitanya dalam doa. Air matanya deras membekas di sajadah, "Ya Tuhanku, aku sadar dia bukan tulang rusukku yang Kau ciptakan untukku. Pun dia hanya seseorang yang Kau ujikan untukku. Terimakasih untuk waktu yang tidak lebih jauh lagi untukku menjaga jodoh yang bukan jodoh hamba. Kau tau yang terbaik bagi hamba-hambamu Tuhan, maka angkatlah sakit hatiku dan hilangkan ingatanku tentang jodoh orang lain itu Tuhan". Aamiin
Setelah selesai dengan empat rakaatnya pagi itu, mas Krisna kembali bekerja. Sakit hatinya membuatnya tak ingin bertemu waktu luang. Waktu luang hanya membuat ia teringat bersama wanita yang meninggalkannya dulu. Ia hanya cukup berterimakasih pada sang pencipta bahwa dia sudah dipercaya untuk menjaga, ya menjaga jodoh orang lain tadi. Dan ia pun juga berharap, semoga jodohnya yang dijaga orang lain segera dipertemukan dengannya. Begitulah, saling menjaga namun tidak bersama selamanya.
Itulah mengapa disebut sebagai skenario. Ada sang sutradara dan team kreatif yang siap membuat hidup ini indah ataupun sebaliknya, berakhir manis ataupun pahit, semua sudah tertulis rapi di naskah-Nya! *theEnd
Kamis, 10 November 2016
Terasing
Sebenarnya bukan itu yg kita tuju
Juga bukan itu harapannya
Aku dan kau mulai lelah dengan sandiwara dan berharap semua punah jangan ada yg tersisa.
Sudah tentu gelombang menerjang badaipun berkunjung datang, terus saja ribut tak bertepi di sebuah lorong gelap butuh gemerlap.
Tak ayal hanya ada suara berbisik lirih, terus berbisik di antara dua berbeda, samar namun tau kau sedang apa, mengapa terus saja bergumam tak karuan. Hidup ini rumit, ada tanda hitam yg tak nampak oleh insan. Jaring laba-laba di tembok ratan putih mulai sirna, hilang entah termakan usia atau menuju juruwaktu. Semua tak jelas dan makin tergilas! Akhirnya aku benci diriku sendiri.
---------------------------
Oh ye #selamatharipahlawan
Yg sedang menanti pahlawan mana suaranya :D eit, jangan baper@!
Life is beautiful.... katanya sih! 😃
Selasa, 08 November 2016
Secangkir Kopi dengan Baygon!
Secangkir kopi malam ini membuatku teduh
Kok teduh? Ya, soalnya luar hujan...
Sepasang muda-mudi berlari mendekatiku, menatapku seolah bertanya "masih ingatkah kamu dengan kita?", lalu aku cuek ... lhawong aku tidak peduli kalo mau pacaran ya monggo, ning ojo nengarepku bok pikir aku Baygonmu, batinku. Ehladalah, ternyata sepasang muda-mudi itu temen SMPku. Assemmm asemm~sorry cah, lagi fokus wifi-an sama menikmati secangkir kopi. Jangan dimasukkan kedalam hati ya, yok ngobrolcantik.... oke, Baygon disumet sambil bernostalgila demi temen SMP hahahaaaa nakdeekk :D