Sabtu, 24 Desember 2016

Sebuah Usaha Melupakan

Catatan seseorang yang tak pernah tau arah, melawan arus yang kadang sesekali lelah, tapi... terus ia lewati entah sampai kapankah nanti.
Dermaga hanya ilusi yang membatu, tak pernah menjadi nyata sejak ia suka mengkhayalkannya.
Arus ini terlalu deras untuk ia selami sendiri, sunyi dan sunyi selalu menghampiri.
Kau, menyayangi ilusiku sedang aku menyayangi nyatamu!
Tuhan sungguh Maha Asyik, masuk celah mana dan keluar dengan celah mana.
Rindu ini kau mungkin bisa bilang palsu, karena aku bukan asli kepalsuan itu
Terserah langkahmu, aku hanya butuh waktu untuk melepasmu sebagai tawanan nyataku.
Aku hancur dengan kiblat tak terarahku, kepingan itu biarkan tergilas dan jadi abu
Biarkan angin membawanya pergi dan menjadikannya hujan untuk tanaman
Aku enggan melupakan, aku enggan untuk berteman. Aku kan memilih berada di antara 2 pilihan,
bukan neraka ataupun surga
Bukan kesulitan ataupun kemudahan,
Bukan kesedihan ataupun kesenangan,
Tapi dengan sebutan "sebuah usaha melupakan. . ."
Ya, aku hanya harus melupakan dan terus berjalan untuk temukan jalanku sendiri.

Jumat, 23 Desember 2016

Yovie and Nuno

Menjaga hati...

Om Telolet Om

Lagi naik daunnya omtelolet, padahal itu sudah ada sejak th.2015 kemarin. Om telolet mengungkapkan kepolosan anak-anak yang nunggu di pinggir jalan dan mengisyaratkan agar pak sopir membunyikan klakson teloletnya, begitu sederhananya sebuah kebahagiaan itu. Tentunya pak sopirpun juga ikut bahagia, lhawong teloletnya selalu ditunggu oleh mereka.
Om telolet sudah mendunia, bahkan ilmu cocoklogipun sudah menafsirkan "hati2, omtelolet bisa mengakibatkan dangkalnya aqidah"! Wah lagi-lagi... kita nganggepnya cuma hiburan keles om, kenapa lagi-lagi aqidah? Bukankah semua tergantung oleh niat?  Om niat om. Om hiburan om.
Om: sebuah salamnya orang Hindu
Telolet: terompetnya orang Yahudi (katanya)
Yaelah....kami butuh hiburan doang!!!
Di saat yang lainnya sibuk ngurus kasus Al-Maidah, jamaah subuh di tanggal cantiklah, itu apa itu? Bukankah seharusnya jamaah subuh itu tiap hari?! Pakek gerakan 212 nya Wiro Sableng? Dan semua topik itu sekarang berganti om telolet om, lama-lama muncul juga nih "om telolet om pengalihan kasus ahok". Duh, miris!
Sepertinya akan begitu memang; lihat saja! Om telolet om juga pastinya meramaikan th baru 2017 ya, secara tahun baru identik dengan telolet-teloletan =D udah biarin aja orang omong aqidah, bidah atau apalah, orang niatnya sekedar hiburan. Yang penting kita gak lupa sama siapa Yang udah ngasih kebahagiaan kita, Yang udah bikin kita ketemu sama demam telolet. I think It will be fine! Hidup #omteloletom !! :)

Senin, 19 Desember 2016

Bu...

Bu, aku ingin sekali-kali kembali ke masa kecilku
Masa dimana aku hanya mengenalmu
Dengan tawa dan canda itu, aku benar-benar aku
Dengan lembut dan harumnya kasih sayang itu, aku benar-benar diriku
Celotehku yang murni, tangisanku yang memecah sunyi karena ingin memelukmu lebih erat lagi
Bu, ibu... jangan tinggalkan aku lagi...
Aku lelah dengan polah tingkah yang tak terarah
Aku lelah menapaki lembah yang menangis darah
Aku ngilu, muak dengan kehidupan yang sembilu menusuk kalbu
Kalbu yang mana bahkan aku tak tau bu...
Bu... tetaplah di sampingku. Aku hanya sayang padamu!

Minggu, 18 Desember 2016

Ibuku, Semangatku

Pagi ini dengerin ceramahnya ibu, terbersit pikiranku mungkin suatu saat nanti akupun juga akan seperti beliau, tukang ceramah. A-Z itu pesan semua, mulai dari semangatin aku yang sekarang pengacara sudah 10 bulan sampai harapan-harapan beliau yang banyak sekali, belum satupun aku memenuhi. Aku anak terakhir, mungkin bisa dibilang aku manja ya terserah orang mau berkata apa. Nyatanya saya memang manja, dan yaudah gitu aja.
Bu, aku tau doa2mu yang amat baik itu terlalu amat baik untukku. Selalu berharaplah pada Yang Kuasa, jangan kepadaku. Aku ini milikNya, hanya Dia Yang Kuasa, hanya Dia Yang berhak Mengaturku. Bu, aku tau aku bukan anakmu yang berbakti. Tapi aku ingin bu, sungguh. Aku ingin wujudkan cita-citamu dan harapanmu sebisaku. Akupun tak bisa berjanji, takut tak kutepati. Karena Dia Yang Maha Mengetahui. Cukup; cukup doakanku di setiap malammu dan jangan terlalu berharap lebih padaku bu. Tapi pada Dia, pemilik kita. Pemilik aku dan kamu, bu!
Aku tau setelah ceritaku tadi hatimu menangis, air mata itu adalah tanda bahwa kamu sayang aku, bahwa aku ini anakmu. Jangan dendam bu! Allah tak suka orang pendendam. Cukup diamkan orang-orang yang sudah menyakiti kita, mungkin ini karma bu. Anakmu ini bukan orang baik lo.
Mungkin saat ini yang lebih kita butuhkan adalah lebih bersyukur saja bu, ingat saudara yang di Aleppo ya bu.. mereka lebih sakit hati daripada kita. Mereka diusir dari tanah mereka, mereka direbut haknya. Ikhlaskan ya bu, jangan jadi pendendam! Anakmu ini bukan pendendam bu, jadi jangan ajarkan yang seperti itu bu. Walaupun sakit, pahit, semua itu datangnya dari Allah.

Sabtu, 17 Desember 2016

Selamat Malam Minggu

Malam Minggu, selamat malam...
Saya kehilangan selera menulis karena beberapa hal, salah satunya karena anak-anak yang nakal setiap malam memilih main kerumah sampai larut malam. Sebenarnya tidak banyak hal yang kami lakukan, selain gitaran dan ngopi sambil menunggu pagi. Pernah sampai jam 3 pagi dan mata saya dibuatnya tidur seharian penuh.
Entahlah, mungkin saat ini harus banyak bersyukur karena memiliki banyak penghibur. Jujur, kesendirian membuat saya sepi dan teringat lagi. Rasanya saya ingin pergi jauh dan memulai kehidupan baru dengan suasana baru, orang-orang yang baru, situasi yang baru tentunya dengan perasaan yang baru pula. Udahgituaja!

Sabtu, 10 Desember 2016

Pemujamu

Kali ini kutlah jatuh kedalam dosa begitu besar
Terlalu mencintai begitu dalam
Mata itu berhasil hipnotisku menjerat nafsu jiwa mengurungku ke dalam keindahan
Rasanya ingin malam ini menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini memelukmu hingga terlelap
Kau bagaikan simbol semesta alam dan aku pemujamu setiap saat bersimpuh di hadapmu
Kau memegang semua kehidupanku keluar dari derita menuju kedamaian yang illahi
Rasanya ingin malam ini menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini memelukmu hingga terlelap
Tuhan tolong segera sadarkan aku dari semua pengaruh sihir cinta mati aku kepadanya
Rasanya ingin malam ini menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini memelukmu hingga terlelap
Kuingin ini bukan hanya sekedar mimpi belaka
Kuingin ini menjadi dosa terindah dalam hidupku...

Jumat, 09 Desember 2016

Untittled

Begitu mudahnya sebuah perubahan
Begitu sulitnya sebuah penerimaan
Semudah caraNya membuat sulitnya kemudahan
Sesulit caraNya membuat mudahnya kesulitan
Mudah namun sulit dan sulit namun mudah
Mudah-mudahan sulit!
Kesulitan ini terlalu mudah!
Sulitkah sebuah kemudahan?
Atau mudahkah sebuah kesulitan?
Namun begitu kesulitan mendera kemudahan itu kabur
Pun sebaliknya, kemudahan datang setelah kesulitan pergi. Semua berpasangan! **h.

Palsu!

Kau bilang setiap penyakit ada obatnya? Adakah obat itu untukku? Aku telah lama sakit dan membutuhkan obat itu.
Kenapa selalu kambuh?! Tidak mujarabkah obat itu untukku? Atau Kau kan selamanya tak menyembuhkanku? Kau tak ingin aku sembuh? Jawab aku! Aku selalu menjadi PALSU!
Senyum palsu, pikiran palsu, bahkan jiwaku pun ikut palsu! Aku selalu dalam kepalsuan diriku! Sebenarnya hidupku ini palsukah semuanya hingga tak ada yang nyata? Dimana Kau sembunyikan keASLIanku? Aku sakit selalu dalam kepalsuan tak bertuan!
Waktukah yang membawa kabur semua? Jika jawabanMu ya, baiklah akan kulawan waktuku untuk sebuah penyembuhan! 
Jiwaku takut, ragaku berani! Selalu saja berlawanan. Mengapa tak bisa selaras? Kulelah semua menjadi tak waras!

Kamis, 08 Desember 2016

Lagu!

"Wajah putih pucat pasi tergores luka di hati
Matamu membuka kisah kasih asmara yang pernah ternoda
Hapuskan semua khayalan lenyapkan satu harapan kemana lagi harus kucari"Anggun-Mimpi

"Saat kuterjaga hingga kuterlelap nanti
Selama itu aku akan selalu mengingatmu..." Andien-Puisi

"Dan bagaimanakah kuharus meyakinkan diriku saat kudengar suaramu kutak mampu pergi"Sammy-Tak Mampu Pergi

"Relakan semua yang telah berakhir tak kan berubah yang pernah terukir walau airmata mengalir"Raisa-Biarkanlah

"Biarkan kini kuberdiri melawan waktu tuk melupakanmu walau pedih hati namun aku bertahan"Glen-Akhir Cerita Cinta

Sederet lirik lagu yang bermakna sangat dalam. Ya, lagi-lagi sebuah lagu membuat suasana berubah tiba-tiba. Tiba-tiba bersemangat, tiba-tiba menyayat. Begitu bahayanya sebuah lagu, pengubah suasana pengubah mood seseorang. Ia tercipta dari kata dan nada, namun menghanyutkan segalanya. Kata yang bermakna dan nada yang menggoda, seperti itulah kira-kira makhluk yang bernama lagu itu. Hmm lagi-lagi, lagu! *sulitnya untuk tidak mengenal yang namanya lagu ;(

Rabu, 07 Desember 2016

Bunda ❤

Orang-orang cuma bisa berkomentar!
Orang-orang cuma bisa mengkritik!
Orang-orang cuma bisa menilai!
Orang-orang cuma bisa ngomong doang!
Orang-orang cuma bisa buka mulut tanpa buka tangan!
Orang-orang cuma bisa berteriak!
Orang-orang cuma bisa bergumam!
Orang-orang cuma bisa melihat!
Orang-orang cuma bisa membully!
Orang-orang.....!!!

Perhatikan, kulihatkan semua yang pernah ada kan kutaruhkan
Perasaan kuberikan tak sedikitpun waktu kan kutinggalkan
Kuserahkan semua yang kau minta kan kupenuhi
Ku bertahan hanya di saat bunda di sisiku
Maha Besar Kau telah berikanku hidup, dia segalanya di hidupku
Bunda yang kucintai di dalam hatiku
Dia terbaik di mataku.

Selasa, 06 Desember 2016

Belajar dari Kematian Kucing

Kucing itu bukan kucing rumahan, tak ada yang memilikinya. Tampak kotor, kumuh tak terawat dan berjenis kelamin betina. Setiap hari kulihat dia selalu mengeong paling tidak untuk mencari anak-anaknya yang lucu, keisenganku adalah aku suka melihat anak-anaknya yang unyu dan jika ibunya tidak ada maka si kucing anak-anak kupindah tempat. Aku lebih suka menyentuh, membelai anak-anaknya. Setelah ibunya pulang, maka mau tak mau aku harus pergi dari si anak-anak kucing itu. Begitu seringnya hal itu kulakukan hingga hari ini, aku merasa benar-benar kehilangan sosok kucing yang kumuh kotor itu.
Pagi tadi kucing itu tertabrak motor di depan rumah, rasanya benar-benar sedih. Aku tau aku tak kan lagi menemukan pemandangan yang seperti kemarin. Aku tidak suka jika melihat si kucing kotor itu lewat, tapi kenapa hari ini saat kucing itu tidak nampak lagi rasa kehilangan itu... yaa Allah! Apakah ini yang namanya akhir dari sebuah penyia-nyiaan? Saat ada aku begitu tidak peduli; tidak suka; bahkan tidak nyaman saat melihatnya. Namun, saat benar-benar kucing itu telah pergi untuk selamanya; menghilang dari sekitarku; aku kehilangan suara nyaringnya saat mencari anak-anaknya. Aku kehilangan saat dimana aku lari karena si ibu kucing telah datang, sekarang aku tak perlu takut lagi untuk membelai anak-anaknya. Karena si ibu sudah pergi.
Tapi siang sedikit tiba-tiba kucingku, Shilo. Setelah nglayap dia pulang dengan membawa seekor kucing kecil yang berdarah, oh Allah ternyata ini anaknya kucing yang ditabrak tadi! Ikut mati.
Sehari ibu dan anak kucing pergi, setelah ibunya tadi pagi siangnya sang anak. Aku berfikir kenapa bisa begitu? Adakah pelajaran untukku di dalamnya? Pasti, ada. Sejenak aku merenung. Pelajaran yang dapat diambil adalah:
1. Setiap yang bernyawa pasti mati
2. Bagaimanapun kamu tidak menyukai sesuatu, jika sesuatu itu pergi dan tak akan lagi kamu temui, tak kan lagi kembali, menghilang selamanya, kamupun akan merasa kehilangan.
3. Begitu kuatnya hub.an ibu dan anak kucing, setelah kematian ibu sang anak menyusul. Kamu harus ambil pelajaran bahwa apapun masalahmu, nomor satu adalah restu ibu. Ibu yang melahirkanmu, malaikat yg Dia kirim untukmu. Hormati ibumu, jangan berkata kasar, jangan membentak! Kita belum merasakan sakitnya dibentak anak, kasihi ibumu! Tempatkan beliau di nomor satu apapun masalahmu!
4. Kematian datang tiba-tiba. Ya, tiba-tiba setelah si ibu kucing lalu menyusul anaknya. Semua datang tiba-tiba. Tiba-tiba kamu di kubur, beralaskan papan berpakaian kafan. Berada di kegelapan, di bawah hujan. Bekal apa yang sudah kamu persiapkan untuk sebuah kesendirian menghadap Tuhan? Sungguh aku malu padaMu, lidahku kelu untuk menjawabnya. Aku masih saja berproses, aku masih mengais bahkan masih mengemis dengan bekalku itu. *semoga bermanfaat!

Senin, 05 Desember 2016

24 di 5-12

Hari ini adalah hari Senin tepatnya tanggal 5 di bulan Desember. Tahun 2016-1992 adalah 24. Usia yang seharusnya sudah matang, sudah menggapai cita-cita yang pernah diucapkan saat duduk di bangku TK hhe...
Plis jangan baper! Ada beberapa jalan kesana, namun saya lebih memilih menjadi guru untuk diri saya sendiri. Saya tau betapa mulia menjadi seorang guru, namun Allah lebih ridho jika guru itu tidak menjadi profesi saya. Saya bukan orangnya, saya belum bisa menjadi mulia, dan saya akui saya belum bisa menjadi dewasa bahkan untuk rela berkorban dahulu untuk menjadi seorang guru.
Hari ini merupakan hari ulang tahun saya yang berbeda, benar-benar berbeda. Tak pernah di tahun-tahun yang sebelumnya, yang se-sederhana ini. Terimakasih untuk Allah swt. dan semua yang sudah berpartisipasi serta mendoakan kebaikan untuk saya, semoga doa baik untuk kalian juga. Aamiin
Perasaan saya hari ini adalah antara senang dan tidak. Senang karena Allah masih memberikan kesempatan di usia 24, masih bisa meniup lilin, masih bisa mendengar doa orang-orang tersayang, masih bisa merasakan diciyum ibuk (wow rasanya pedih mengingat di usia yang segini saya belum bisa membuat beliau bangga punya saya), masih denger teriakan-teriakan sahabat yang nyuruh cepet nikah (nikah?percaya sudah ada waktunya, cepet-cepet tu gk bagus! Liat dan berkaca sama mas ya! Kalau diburu-cepettergesa-hasilnya?tanda tanya). Itu semua pelajaran, Allah tidak menyukai sesuatu yang tergesa-gesa :) serahkan semua pada penentu masa depan, tak perlu risau apalagi gelisah karena teman-teman yang lain sudah menikah dan punya anak. Itu sama saja kita protes sama Allah! Sudahlah, semua sudah Ada Yang Ngatur, semua sudah ada waktunya.
Tidak senangnya adalah saya menjadi semakin tua, semakin berkurang ini umur, dan tidak ketinggalan kalau umur sudah berkurang mikir apa?mati. Dan kematian yang selalu mengingatkan saya untuk mendekatiNya, saya tau walaupun jauh dari kata sempurna dalam mendekatiNya sungguh saya tidak ingin menjadi yang sesat, yang jauh dari kata tobat.
Ada banyak harapan di 24, yang saya tau pasti lagi-lagi keinginan yang bersifat duniawi. Maafkan saya yaa Allah, sesungguhnya hanya Engkau Yang Mengerti apa-apa yang saya butuhkan bukan yang saya inginkan, maka apapun Yang Kau berikan untuk di-24 nanti saya serahkan padaMu. Semoga kebaikan dunia akhirat Kau limpahkan untuk saya, walaupun saya begitu tidak pantas untuk menerima kebaikan itu di mata makhlukMu namun saya percaya hanya Engkau Yang Maha Adil; Maha Tahu tentang apa-apa yang ada pada diri saya; terimakasih untuk waktu Yang Kau berikan selama 24 th ini, terimakasih telah menuntun dari kepalsuan dunia. Terimakasih telah menjadi teman dekat di hari-hari saya, terimakasih untuk selalu melindungi dari godaan nafsu, terimakasih telah membuka hati yang telah tertutup keburukan sekian tahun lamanya, terimakasih telah membantu menjadikan diriku-sendiri. Terimakasih untuk kesetiaan yang tak pernah tergantikan oleh selainMu. Terimakasih Allahku, Sang Pencerah di sisa umurku!
#########@@@##########
Tulisan ini kutulis di penghujung tgl.5 Desember 2016~ terimakasihku untuk Maha Raja dari segala Raja, Sang Pencerah, Majikanku, Penciptaku, Kekasih dunia akhiratku, Tuhanku, Allah SWT! Dengan tangis bahagia dan duka, terbersit doa: semoga di akhir  kelak hamba bukan termasuk golongan orang-orang yang melampaui batas dan menjadikan saya golongan orang-orang yang diberi petunjuk olehNya. Aamiin yaa robbal alamin...

Keinginan Terbesar

Ditulis oleh: Bunda Kaska
Disusun ulang oleh: Ummu Sulaim
Coba sama-sama jujur ya…
Apa sih keinginan terbesarmu saat ini?
Yang menguasai hati…
Yang berkelebat setiap saat…
Yang membuatmu gelisah karena tak kunjung terwujud…
Mungkin jawabannya…
Ingin punya rumah sendiri
Ingin bertemu jodohnya
Ingin sembuh dari sakit
Ingin punya usaha sendiri
Ingin naik jabatan
Ingin anak lulus ujian
Ingin punya kendaraan
dan lain-lain
Sadarkah kita jika semua keinginan itu begitu duniawi…
Bukan hal besar yang harus terwujud.
Mengapa?
Karena hakikatnya kita tidak akan dihisab, tidak pula akan dimurkai Allah jika hal-hal tersebut belum juga terwujud di saat kita lebih dulu dipanggil.
Dan lagi, sebenarnya kita tidak tahu keadaan mana yang Allah lebih ridha…
Mungkin Allah lebih ridha saat kita mengontrak dibanding memaksakan diri kredit rumah, yang membuka celah untuk terjerumus dalam riba.
Mungkin Allah lebih ridha saat anak kita tak kunjung lulus, lalu pada prosesnya ia justru menemukan jalan ketaatan kepada Allah, dibanding lulus segera namun ternyata justru menyusahkan banyak orang karena ilmu yang tak memberi manfaat sedikitpun kepadanya.
Mungkin Allah lebih ridha jika kita bersendiri dulu, karena kelak ketaatan kita terhadap suami itu sebuah perkara besar, siapa yang menjamin kita mampu melaluinya. Atau sebaliknya, amanah menjadi seorang suami pun tak kalah besar, siapa yang menjamin engkau mampu memanggulnya.
Mungkin Allah lebih ridha saat kita berjuang dengan rasa sakit, karena inilah kesempatan kita untuk mendekat kepada Allah, karena inilah kesempatan kita untuk mendapat ampunan Allah.
Meninggal sebelum punya rumah sendiri itu bukan masalah, asalkan bawa iman…
Meninggal sebelum menikah itu bukan masalah, asalkan bawa iman…
Meninggal sebelum sembuh juga bukan masalah, asalkan bawa iman…
Sok, kita renungkan lagi…
Bukan tidak boleh memiliki keinginan-keinginan semacam itu. Noted. Bukan tidak boleh. Namun jangan sampai keinginan tersebut melupakan tujuan utama kita.
Bahwa hidup kita saat ini sebenarnya fase perjalanan menuju kampung akhirat.
Buat apa sibuk mewujudkan hal-hal yang sebenarnya bukan jaminan kita untuk mendapatkan keridhaan Allah beserta surga-Nya.
Jikalau kita sibuk menggunakan harta dan waktu kita di jalan Allah, untuk keperluan menambah ketaatan kepada-Nya, niscaya perkara-perkara sepele itu akan Allah kabulkan, jika memang itu jalan terbaik bagi agama dan dunia kita.
Ilustrasinya begini.
Jika kita diberi kesempatan untuk bertemu presiden atau raja, dimana setiap permintaan kita kepadanya akan diwujudkan. Kira-kira, akankah kita meminta sesuatu yang sepele dan sederhana?
Nah, seperti itulah kita dalam berdoa. Setiap kita berdoa, kita sedang “bertemu” Allah, menghadap pada-Nya, Raja segala Raja. Jika kita boleh meminta apa saja, dimana tak ada yang mustahil bagi kuasa-Nya, maka akankah kita juga akan meminta sesuatu yang sepele dan sederhana?
Jika kekayaan, rahmat, dan ampunan Allah itu mahaluas, fokuslah pada hal-hal besar dan istimewa, yang membawa kebaikan bagi kehidupan akhirat sebelum dunia. Sungguh, jika Allah telah menjamin kebaikan akhirat bagi seseorang, mustahil Dia akan menyia-nyiakannya di dunia.
Mohonlah masuk surga tanpa hisab
Mohonlah husnul khatimah
Mohonlah kebaikan dunia dan akhirat
Mohonlah keselamatan dari segala penyakit hati, sebelum penyakit fisik
Mohonlah keridhaan Allah dalam setiap amal perbuatan
Mohonlah kelapangan hati agar mudah bersyukur
Mohonlah petunjuk agar menjadi manusia yang berguna bagi umat
Mohonlah keistiqamahan hidayah dan juga jalan hidayah bagi orang lain
atau permohonan lain yang semisal itu.
Sungguh, jika kita tak segera fokus dengan hal-hal besar itu, niscaya segala keinginan dunia akan terus terbayang hingga kita mati. Padahal jika itu semua telah terwujud, tak ada satupun yang akan kita bawa mati. Justru kita akan dimintai pertanggungjawaban atas segala yang pernah kita miliki.
“Sesungguhnya Allah memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai, sementara Dia tidak memberikan keimanan, melainkan kepada orang yang dicintai-Nya saja. Jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya Dia akan memberikan keimanan kepadanya.”
(HR. Al-Hakim)
Jadi…
Jika harta dunia dari Allah akan diberikan-Nya kepada siapa saja, tak peduli Allah ridha padanya atau tidak, cobalah kita fokus saja untuk mencari jalan selamat menuju kampung akhirat, menuju keridhaan Allah.
Sungguh, nasehat ini pertama kali kutujukan kepada diriku sendiri…

Minggu, 04 Desember 2016

Antara Sabar dan Sakit

Barang siapa yang menghendaki selamat dari siksa Allah, yang ingin dimasukkan dalam surgaNya, serta memperoleh pahala dan rahmat, maka seharusnya ia mencegah nafsu dari kesenangan duniawi.
"Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar". (Al-Imran:146)
Sabar ditinjau dari beberapa segi; (1)Sabar untuk selalu taat pada Allah( 2)Sabar mencegah yang dilarang Allah(3)Sabar pada pukulan pertama ketika ada bencana.
Kata Imam Junaid Al Baghdadi; "Bencana merupakan penerang bagi orang-orang bijak, gerakan kebangkitan bagi orang-orang yang mencari ridho Allah, kebajikan buat orang mukmin, dan kebinasaan bagi orang-orang yang lupa (akan DzatNya). Bukankah tak ada seorang mukminpun yang merasakan manisnya iman kecuali dia memperoleh timpahan bencana, kemudian ia ridho dan bersabar!"
Sabda Rasulullah saw.
"Barang siapa yang sakit semalam serta sabar dan ridho padaNya, maka dosa-dosanya bersih laksana baru dilahirkan oleh ibunya".
Ketika kalian sakit janganlah mengharap sembuh. Kata Dhuhak: "Barang siapa yang tidak kena musibah (kesusahan) selama 40 hari, maka ia menurut Allah tidak memperoleh kebajikan".
Melalui Mu'adz bin Jabal ra. Rasulullah saw. bersabda:
"Ketika seorang hamba mukmin memperoleh bencana, maka Dia berfirman kepada malaikat sebelah kiriNya; 'Ambilkan alat tulis untuknya'. Kemudian Dia berfirman kepada malaikat sebelah kananNya; 'Tuliskan untuk hambaKu ini suatu kebajikan yang ia lakukan.
Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui. Dia berfirman:
'Seandainya Aku mematikan hambaKu ini, niscaya Aku masukkan ke surga. Dan andai Aku menyembuhkan, maka Aku wajib mengganti daging yang lebih baik melalui darah yang lebih baik daripada darah yang dulu, serta Aku melebur semua kejahatannya'.
Referensi: Imam Ghazali, "Rahasia Ketajaman Mata Hati"

Sabtu, 03 Desember 2016

Agama ISLAM

Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam. Barang siapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali-Imran:19,85)
Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu. (Al-Maidah:3)
Dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali-Imran:102)
Dan Al-Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. (Al-Anam:155)

Agama Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah. Oleh karena itu, pindah ke agama lain apapun alasannya, adalah keputusan yang sangat sangat keliru. Dan bila ini Nanda lakukan, maka sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah meridhoi dan memaafkanmu.
Apapun alasannya, janganlah Nanda memaksa seseorang untuk masuk agama Islam. Menurut pengamatan Ayah, orang yang masuk agama Islam karena tekanan maupun paksaan (misalnya untuk memenuhi syarat mutlak yang diajukan camer), kecil kemungkinan akan menjadi muslim yang baik. Mereka hanya akan jadi Islam KTP, yang menunggu kesempatan untuk kembali ke agamanya semula.

Tidak ada paksaan untuk agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. (Al-Baqarah:256)
Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Thaha:124)
Orang-orang yang kafir (di akhirat nanti) seringkali menginginkan kiranya mereka (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (Al-Hijr:2)

Janganlah Nanda membuat permusuhan dengan sesama muslim, karena Islam melarang memutuskan hubungan kekeluargaan. Bila ada orang yang jahil terhadap Nanda, jangan lalu dimusuhi, tapi carilah letak persoalannya, seringkali hal ini terjadi karena salah paham belaka. Bila kemudian Nanda telah berusaha menjernihkan namun orang itu tetap saja tidak mau berubah, serahkanlah ini kepada Allah. Pengalaman Ayah membuktikan, bahwa orang yang demikian itu tanpa kita mintapun akan dihukum Allah.
(Di atas adalah konteks kalimat dari sang ayah yang menasehati anaknya).

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, serta dibutakan-Nya penglihatan mereka. (Muhammad:22, 23)

Keluarga yang dimaksud pada ayat di atas, tidak terbatas pada keluarga sedarah daging atau sekaruhun saja, namun sesuai dengan firman Allah berikut:

Sesungguhnya orang-orang mu'min bersaudara, maka itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat:10)
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An-Nahl:90)

Diriwayatkan dalam sebuah hadits ada seorang sahabat yang bertanya, "Ya Rasulullah, manakah amal yang paling disukai Allah?" Beliau menjawab, "Iman kepada Allah." Sahabat bertanya lagi, "Ya Rasulullah kemudian apalagi?" Beliau menjawab, "menyambung silaturahmi." Kemudian bertanya lagi sahabat, "Manakah amal yang paling dibenci Allah?" Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah!" Sahabat bertanya lagi, "Selain itu lalu apalagi ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Memutuskan hubungan persaudaraan!"

Di dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dikatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Maukah kalian kuceritakan amal-amal yang dapat mengakibatkan Allah memuliakan dan meninggikan derajat kalian?' Para sahabat pun serentak berkata, "Ya. Ya Rasulullah!" Lalu beliaupun bersabda, "Hendaknya kalian menyantuni orang yang telah berbuat bodoh terhadapmu; memaafkan orang yang menganiayamu; memberi orang yang menghalangimu; dan menyambung orang yang memutuskanmu!"

Abu Dzar ra. berkata, "Rasulullah saw. telah memberiku beberapa wasiat, yaitu agar aku:
*tidak memandang orang yang ada di atasku, tapi hanya memandang orang yang ada di bawahku,
*mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka,
*menyambung tali persaudaraan (rahmi) walaupun mereka berpaling dariku,
*tidak takut dalam perkara Allah, dan tidak takut cercaan orang,
*berkata benar walaupun pahit,
*memperbanyak bacaan "laa haulaa walaa quwwata illa billah", karena sesungguhnya bacaan itu merupakan sebuah simpanan dari simpanan-simpanan kekayaan surga.

Kesimpulannya: Semua agama itu boleh jadi baik, namun yang diridhoi Allah hanyalah agama Islam.
Bahasa itu adalah hanya semata-mata kendaraan untuk mengantarkan pesan, terpesona dengan indahnya "kendaraan,' dapat menyebabkan lalai menangkap pesan yang ingin disampaikan. *Disadur dari sebuah buku berjudul BAHAN RENUNGAN KALBU-Ir. Permadi Alibasyah(2009).

Jumat, 02 Desember 2016

Kenapa Nulis?

Alhamdulillah, bisa nulis lagi. Ceritanya paket data cepet banget habis karena dipakek buat dengerin suara sendiri di sebuah aplikasi nyanyi =D maklum, suara saya agak serak-serak kepengen ninju hohoo, dan ini hp saya kalo gak pake sinyal 4G gitu mana mau jalan. Yang penting alhamdulillah masih diberi kesempatan nulis!
Kenapa saya lebih sering menulis? Pengunjung blog yang budiman, akan saya uraikan panjang kali lebar untuk mengungkapkan di balik alasannya.
Menulis bisa dibilang hobi saya yang muncul di th. 2014, hobi? Muncul? Ya, saya adalah tipe orang yang mudah sekali dipengaruhi, dibujuk, diberi motivasi. Saat itu saya duduk di bangku kuliah semester 6, di jurusan bahasa inggris. Tapi yakinlah kalo bukan teman sekelas/sekampus gak akan percaya kalo saya ambil pendidikan  bahasa inggris. Saya sendiri masih merasa mimpi dah jadi sarjana  =D
Saat itu adalah mata kuliah Filsafat Pendidikan! Dosen saya adalah dosen dari jurusan bahasa indonesia, jangan tanya betapa anehnya beliau ini. Sebut saja pak T. Pak T adalah penulis yang hebat, puluhan bahkan ratusan buku tentang sastra dan pendidikan sudah beliau terbitkan.
Kok aneh? Ya aneh, orang kalo belum tau kalo beliau ini dosen pasti dikira seorang mahasiswa pascasarjana. Kesana kemari ngisep rokok, sedikit-sedikit ngomong kasar, lalu bagaimana tentang penampilan beliau? Wah, sangat awut-awutan! (Maaf) orang kalo gak liat beliau bawa mobil-cuma jalan kaki gitu, bisa dikira orang gila, matanya jelalatan kesana kemari =D
Saya suka dengan pembawaan beliau yang penuh kharisma jika sudah bertatap langsung dalam jam kuliah, seorang dosen yang humoris-romantis kalo udah ngomongin puisi (hak eyalah dosen sastra!)-motivator yang hebat-dan satu yang tidak ketinggalan, orangnya peluluh wanita banget =D kata-katanya itulho! Bikin mahasiswinya bertanya dalam hati, "Pak, adakah lelaki yg masih single yang kata-katanya bisa seperti bapak?" Wakz!
Beliau ini pernah bercerita tentang kisah cintanya yang kandas karena faktor ekonomi. Pak T selalu menghadap ke jendela jika menceritakan yang namanya "Mariyati". Itu nama mantannya yang lebih memilih lelaki mapan daripada pak T muda yang berasal dari keluarga tak berada.
Selalu tak ketinggalan puisi untuk si Mariyati, "pak T sepertinya kok masih cinta ya?", batinku. Tapi tiba-tiba beliau nyeletuk, "cinta bathukmu! Nek cinta yowes rabi duwe anak karo mariyati aku ne ". =D ngomongnya sambil natap kemataku. Mati, emang katanya sih beliau ini bisa baca pikiran dab! Makanya kalo pas mata kuliah beliau mending gak mikir macem-macem plus gak usah natap matanya beliau!=D jujur saya kangen saat ribut riuh suara ketika mata kuliah beliau. Penuh motivasi, membangun, saling sahut-menyahut. Rasanya nano-nano antara apa ya, takut kebaca fikiran sama saat itu adalah kuliah yang menyenangkan. Jadi bisa dibilang setengah tegang =D
Bagaimana bosannya dengan sehari-hari berbahasa inggris; dan beliau tampil dengan bahasa kesayangan yg dimodif di sajak-sajak indahnya. Intinya kuliah beliau ini bikin segerlah!
Saya termotivasi oleh beliau, bahwa tulislah yang ingin kamu tulis! Apapun tulisannya itu adalah gambaran suara hatimu! Anak pikirmu! Anak itu terlahir dan itu adalah opini indahmu! Saya selalu ingat tentang menulisnya beliau. Bahkan saya berniat ingin berbagi kisah nyata saya dengan beliau, saya fine aja jika diangkat menjadi novel yang diambil dari kisah nyata. Tapi sepertinya beliau masih sibuk dengan S3 nya, jadi script untuk sementara masih berada di tangan saya. Semoga th depan saya berani ngomong "ini script enaknya dibawa kemana pak?", gramedia tidak mungkin-paling tidak gagasmedia tidak menolak :), aamiin

Rabu, 30 November 2016

Manusia Bodoh

Saat aku tau aku salah aku tetap merasa paling benar
Saat aku tau aku berbeda aku tetap merasa bangga
Saat aku tau aku sakit aku tetap merasa sehat
Saat aku tau aku buruk aku tetap merasa baik
Saat aku tau aku berdosa aku tetap merasa berpahala
Saat aku tau aku dibuang aku tetap merasa diterima
Saat aku tau aku disia-siakan aku tetap merasa disayangi
Saat aku tau aku diinjak-injak aku tetap merasa dijunjung tinggi
Saat aku tau aku tidak dimaafkan aku tetap merasa dimaafkan
Saat aku tau aku tidak dipedulikan aku tetap merasa dicari
Saat aku tau bahwa aku bodoh, kemanakah lagi akan kuhentikan semua ini? Kau! Aku selalu butuh Kau! YANG MAHA MEMINTARKAN!!!

Selasa, 29 November 2016

Antara Mimpi dan yang Terjadi

Mimpi adalah sesuatu yang umum terjadi ketika kita sedang tidur. Para ilmuwan menyebutkan bahwa mimpi adalah gambaran masa lalu atau masa depan yang mungkin pernah terjadi atau yang akan terjadi pada hidup kita. Menurut Islam sendiri mimpi adalah kegiatan di alam bawah sadar ketika tidur dan seringkali dikaitkan dengan doa. Maka jangan lupa berdoa dulu ya sebelum tidur, siapa yang gak suka mimpi indah? #lol
Mimpi seringkali dibarengi dengan perasaan dan pikiran kita. Jika kita sedang memikirkan seseorang misalnya, maka banyak kemungkinan seseorang itu akan hadir di mimpi kita. Selain itu mimpi bagi sebagian orang adalah kabur, tidak jelas ia harus menceritakan yang bagaimana. Tapi sebagian lagi, mereka hafal bagaimana ia mimpi mulai darimana berakhir dimana, dan itu adalah saya.
Mimpi runtut sering saya alami, seperti saya benar-benar melakukan itu dan membawa suasana yang benar-benar nyata. Namun, ketika saya mencoba untuk bangun begitulah mimpi itu segera berakhir pasti pada saat saya mendengar sayup-sayup adzan subuh.
Bagaimana rasanya menjadi saya? Benar-benar tidak nyaman. Di satu sisi di waktu lain, mimpi bagi saya adalah "ah sudahlah, mimpi itu cuma bunga tidur. Jangan percaya pertanda lewat mimpi"! Tapi ketika sesuatu terjadi pada hidup saya, saya kembali mengingat "oh ternyata tandanya itu lewat mimpi yang kemarin"! Semua itu selalu terjadi dan tak bisa untuk bilang tidak! Sudah tak terhitung kejadian yang saya alami yang selalu terkait dengan mimpi kemarin saya.
Saya tidak pernah tidur dengan tidak bermimpi. Saya selalu, pasti mimpi itu terjadi seakan-akan saya tidak tidur. Ibu saya adalah beliau yang selalu bilang bahwa setiap malam saya bicara sendiri, seperti tertawa sebentar mengigau dan selama itu tidak berteriak-teriak it's fine beliau memilih membiarkan saya dan tidak membangunkan saya.
Pernahkah saya mengalami stress berat setelah mimpi buruk? Selalu. Inilah yang membuat saya tidak nyaman dan selalu merasa khawatir. Jika yang saya impikan adalah masa lalu okelah itu hanya masa lalu, kamu mikir masa lalu? Namun jika berhubungan dengan teka-teki jangan tanya betapa stressnya saya! Dan semua itu akan terjawab setelah terjadi di kehidupan nyata, bisa dibilang mimpiku adalah pasti terjadi.
Tuhan, aku bahkan tidak tau ini suatu kelebihan atau semacam kelainan padaku. Tidak dapat tidur dengan tidak bermimpi, jika saya dapat tidur nyenyak itu berarti saya sedang mimpi indah. Dan begitupun sebaliknya. Apa saya memang benar-benar butuh seorang psikiater, juru mimpi, atau apa? Tanya Mbah Google! Dibuat simpel. XD

Senin, 28 November 2016

Firasat Membawa Nikmat

Seperti hari-hari sebelumnya, jika tidak sedang keluar rumah shalat Isya berjamaah adalah hal yang biasa kulakukan. Bukan di masjid tapi di sebuah mushola kecil yang cukup menampung beberapa jamaah yang banyaknya hanya di waktu Maghrib saja.
Malam ini hujan rintik-rintik di luar tak menyulutkan niatku untuk pergi berjamaah. Aku katakan pada diriku, "ini hanya hujan rintik dan hujan air, itu semua tidak akan menyakitimu. Di akhirat nanti justru hujan api!" Alhamdulillah, malasku langsung hilang dengan berfikir seperti itu. Benar bila adalah pepatah guru yang sebenar-benarnya guru adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita berfikir dan melakukan yang baik-baik untuk hari esok yang lebih baik.
Setelah jeda adzan Isya sedikit lama aku lekas bergegas, tak tau ada firasat apa tiba-tiba kubawa dan pakai kacamataku. Biasanya aku paling malas kalau ke mushola berjamaah dan harus membawa, memakai kacamata. Terlalu ribet, rempong!  Inilah nasib penderita mata minus!
Seperti biasanya, sepi. Dapat terhitung jamaah pria dan wanitanya, sama dengan shalat semua waktu kecuali Maghrib yang harus berdesakan keluar sampai terasnya mushola. Aku paling muda di antara dua mbah-mbah, yang satu bu nyai istrinya pak kyai. Ya, kami selalu berjamaah berempat, para wanita yang setia menjadi ma'mumnya pak imam di mushola kami.
Shalat Isya pun dimulai, seperti biasanya setelah salam terakhir adalah dzikir yang walaupun hanya istighfar dan tahlil jangan sampai aku meninggalkan. Sesibuk dan setergesa-gesanya aku, alhamdulillah Allah selalu berikan kesempatan di setiap selesai sholatku.
Namun malam ini setelah dzikir dan doaku selesai, dan takbiratul ihram sunah ba'diyah tiba-tiba mati lampu men!!!! Dyar! Pikiranku kacau, ini pulangnya bagaimana?! Sangat gelap bahkan fikiranku mulai horor, sudah hujan rintik-rintik tambah mati lampu. Kulirik sebelahku bu nyai masih kusyu' dzikir, pikirku mungkin nanti beliau ditunggu pak imam suaminya. Mbah yang di sampingku aku juga memikirkannya! Sudah sepuh rumahnya lumayan jauh, oh kenapa harus mati lampu Ya Allah!! Entahlah shalat sunahku tadi tidak fokus padaMu, aku hanya fokus sama mati lampu-gelap ditambah luar hujan. Semoga Kau mengampuni hambaMu yang amat sangat kerdil ini. Dan ternyata kacamata yang tidak sengaja terbawa lalu terpakai tadi adalah salah satu bentuk pertolonganMu Ya Allah. Aku tertolong di gelapnya mati lampu dan rintik hujan, aku bisa pulang dengan melihat mendungmu yang sedikit terang.
Lalu, setelah sampai rumah? Masih kepikiran. Ya Allah semoga Kau permudahkan orang-orang lainnya yang pulang terakhir saat berjamaah tadi. Bu nyai sekalian serta mbah-mbah yang rumahnya lumayan jauh! Semoga malam ini dapat menjadi pelajaran untuk pribadiku khususnya.
Bahwa pertolongan Allah itu dekat, hanya saja kau harus lebih mendekatiNya.
Shodaqollahul'adzim - semoga bermanfaat para pengunjung blog yang budiman!

Minggu, 27 November 2016

Apa?

Demi apa? Diam, tak ada jawaban yang menyejukkan
Lorong waktu ini terlalu gelap untukku singgahi dan terus melangkah,
Penuh duri yang siap melukai
Aku gila sendirian!
Pikirku melayang menjemput tangisan
Kerlap dunia tak lagi kuhiraukan
Aku hanya ingin hilang ingatan!
Jiwa ragaku sakit berbenturan! Sebenarnya apa Yang Kau inginkan, Tuhan?!!
Aku telah berusaha sekuat Yang Kau beri!
Aku hanya bisa berteriak dalam hati, terisak di lembah sunyi! Aku benci! Aku benci diriku sendiri!

Sabtu, 26 November 2016

Bila Waktu...

Bude, aku datang berkunjung ke rumahmu...
bersama adik, anak dan cucumu. Aku masih lupa-lupa ingat tentangmu, kau adalah anaknya simbah yang dilebihkan! Sudah cantik, kaya pula.
Sebenarnya hari ini aku berencana pergi kerumah temenku, tapi anaknya bude mengajakku untuk ziarah. Tak bisa kutolak, walaupun aku ini orangnya penakut akhirnya berangkatlah ke makam!
Aku bersama ibu dan ponakanku bersama anaknya bude. Sepi, namanya kuburan! Ku pelankan langkahku, kuucapkan salam untuk semua penduduknya. Mataku tidak lepas dari namanya nisan-nisan yang sedikit berantakan. Kucari nisan yang bertuliskan nama budeku, "lho kok masih ada namanya?", ternyata nisannya diganti baru!
Setelah selesai tabur bunga dan berdoa untuk bude, si ponakan yang demen banget foto minta difotoin di deket makam mbahnya! Ada rasa tidak enak hati dengan penduduknya! Bagaimana mereka mengutuki kelakuan kami, tapi percayalah niat kami baik! Semua ini untuk mengingat kematian yang sebentar lagi kamipun akan menyusul kalian! Teriakku dalam hati.
Ponakanku hobi sekali menakut-nakuti, saat kaki ini melangkah menghindari supaya tidak menginjak-injak tengahnya nisan. Bilang ada tengkoraklah, kain kafan keluar dikitlah, ampunn!!! Setelah ke makam bude beberapa langkah lagi kami ke makam 4 orang lagi. Yaitu kedua simbahku dan bude yang baru bulan April kemarin meninggal serta suaminya di sebelah makamnya. Aku dibuat bingung dengan anaknya bude, acara apa kok tiba-tiba ziarah ke makam beberapa kerabat.
Aku belum menemukan jawabannya! Ibuku aku tanya cuma jawab kalau hari ini naasnya bude, lha tapi kok ke simbah juga? Jawabnya ibuku simpel, "sisan mampir"!
Benar buk, mampir ! Bahkan sekarang kita semua ini cuma mampir ngombe.
Aku berpesan pada diriku sendiri "hari ini yang tanpa rencana, tanpa kamu tau, kamu tiba-tiba mengunjungi budemu yang sudah mati! Lalu berpikirlah! Walau seribu kali kamu berpikir tapi kamu belum menemukan jawabannya, tetaplah berfikir untuk menemukannya! Ada banyak pelajaran untuk mereka yang berakal, untuk mereka yang mau berfikir! "Kamu hari ini mengunjungi budemu, kamupun kelak juga akan dikunjungi oleh keluargamu oleh kerabat dekatmu! Lalu kenapa kamu masih menyombongkan diri menuruti diri, egomu yang tak pernah berhenti untuk mengerti bahwa hidupmu di dunia ini sebentar!  Berhentilah dari angan-angan setan yang menyesatkan! Kau tidak tau kapan kau akan meninggalkan kenyataan! Kau tidak pernah diberitau! Kau ini cuma tanah! Yang akhirnya dinjak-injak! Masihkah berfikir tentang harga diri? ", mashaallah ampuni aku. Aku sudah terlalu jauh mengartikan sebuah kata harga diri. Yang sebenarnya adalah yang harus aku cari di hadapanMu bukan di hadapan para makhlukMu! Terimakasih untuk hari ini telah memberi kesempatan sowan ke kuburan. Semoga kami semua selalu dalam naungan rahmatMu dan menjadi hamba yang selalu mengingat kematian serta tidak lalai untuk menuju jalan lurusMu.aamiin

Kamis, 24 November 2016

Rahasia...lho!

Belajar adalah kata yang tidak asing dalam masyarakat kita. Belajar berarti ada kemauan untuk mengerti, ada kemauan untuk bisa, dan ingin bebas dari yang namanya kebodohan. Belajar bagi sebagian orang adalah mereka beranggapan bahwa belajar itu untuk mereka yang masih berhubungan dengan pendidikan. Karena pepatah mengatakan "ingin pintar makanya belajar"! Dari sini pasti sudah tergambar jelas bahwa pepatah itu untuk mereka yang bersekolah; berpendidikan tinggi, dll. Namun tidak demikian sebenarnya. Menurut opini saya belajar itu secara umum, selama kita hidup disitulah kita belajar.
Belajar merupakan timbangan dimana ketidak tau-an seseorang akan menjadi tau setelah ia belajar. Belajar selalu mengedepankan rasa ingin tau; rasa ingin mengerti kenapa bisa begini begitu. Media belajar seringkali bervariasi, kali ini saya ingin ceritakan media belajar saya untuk memperbaiki diri saya sendiri khususnya, yang berasal dari sebuah buku Islami.
Buku ini berjudul "Rahasia Ketajaman Mata Hati" karya Imam Ghazali. Penerbitnya "Terbit Terang" Surabaya. Buku ini sebenarnya sudah menemani saya beberapa tahun terakhir dari tahun 2015 kemarin, saat bongkar lemari pakaian kakak saya karena saya sedang membutuhkan charger hp di lemari beliau. Tanpa sengaja saya menemukan buku ini berada di antara buku-buku dia yang lain. Sebenarnya ada lebih banyak buku islami yang lain seperti  "Berguru Kepada Allah", "Penyakit Hati dan Obatnya", " Menyelam ke Samudera Ma'rifat dan Hakekat" dan masih banyak lainnya, namun saya hanya jatuh hati pada buku ini.
Penulis sangat pandai membawa pembacanya untuk terus larut dalam karyanya, bahasanya yang mudah dimengerti, dan ada banyak kata mutiara yang sungguh memberikan motivasi bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Saya recommend banget buku ini buat teman-teman yang ingin kasarannya sekedar tau, bagaimana sih Islam itu menyikapi yang namanya masalah hati? Buku ini harus kalian baca sampai habis dan renungkan setiap bab di dalamnya! Saya jamin kalian akan temukan sesuatu yang benar-benar kalian cari dalam hidup ini. Jangan lupa menangis ya, hhehe kalian pasti akan temukan bagian-bagian dalam bab dimana penulis membawa kalian untuk menangis lho. Selain itu dalam buku ini banyak cerita hikmah yang dapat kita ambil hikmahnya. Memposisikan diri kita jika kita dalam posisi orang-orang dalam cerita tersebut adalah keharusan dalam membaca cerita hikmah. So enjoyed this book for the good life tomorrow! #kemenggres :/

Tunggu...!

Menunggu adalah sebuah kata kerja yang berarti kerelaan, kesabaran dan juga harapan. Banyak sekali? Bagini penjelasannya. Seseorang yang menunggu pasti disertai ketiga sikap tersebut. Tanpa ketiganya mustahil seseorang dikatakan ia telah menunggu.
Menunggu bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan. Mengapa bisa? Karena mereka menikmati kebosanannya dengan sesuatu yang membosankan. Kita tau bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah sebuah porsi yang Tuhan berikan. Namun, tuntutan pada diri-sendiri itu perlu.
Menunggu butuh kepastian? Sudah barang tentu, siapa manusia yang tidak butuh kepastian? Kepastian selalu bersama dengan harapan. Harapan yang baik selalu ada bagi mereka yang menunggu.
Hidup inipun tidak lepas dari hal menunggu. Saya kasih contoh dari hal yang kecil, kita mau makan siang apa iya kita tak menunggu jam makan siang? Segala sesuatu selama kita hidup kita tak akan pernah lepas dari yang namanya menunggu. Jadi, jangan lupa bahwa kehidupanpun menunggu kematian. Begitupun orang beriman percaya bahwa kematianpun menunggu kehidupan.
Jangan benci terhadap menunggu, jangan bosan pada menunggu. Namun buatlah menunggu adalah sesuatu yang menyenangkan. Usir kebosanan menunggu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Nikmati, syukuri dan senangi menunggu! Itu baru hidup! 
*bangun~menunggu pagi :S
*makan~menunggu lapar 
*mandi~menunggu gerah  .wah :p
*mati~menunggu ajal .ini pasti!

Selasa, 22 November 2016

Menjadi Mahmud itu.....

Mamah  ... mamah... beli itu mah.. sambil menunjuk abang penjual balon di depan resepsi pernikahan teman saya. Suaranya ramai sekali, satu deret mamah muda lengkap dengan anak-anaknya. Saya hitung ada 5 atau 6 mamah muda, sepertinya mereka sahabatan dan janjian untuk duduk pada kursi di deretan paling belakang untuk memudahkan jika sewaktu-waktu anak mereka ingin pulang.
Menjadi mamah muda adalah impian bagi mereka wanita yang sudah benar-benar siap tentunya. Namun terlepas dari usia yang muda kematangan psikis juga perlu ya gaes, kita tau bahwa ukuran siap dan tidak siap seseorang berumah tangga tidak hanya berpedoman pada umur. Kadang umur muda dan kedewasaan seseorang menuntut ia untuk menjadi seorang mamah muda. Btw mamah muda itu adalah mereka yang sudah memiliki anak di usia muda ya gaes, jangan salah! Yang lagi pacaran manggilnya mamah dia bukan mamah muda lo ya! :D *justkid
Menurut saya menjadi mamah muda itu sebuah keharusan. Eits! Keharusan bagi mereka yang sudah siap lahir batin :D kwakz! lagi lagi masalah kesiapan nomer satu ya gaees!! Hidup sekali-menikah sekali-beranak berkalikali .... jadi pertimbangan untuk menjadi mamah muda itu emang penting. Karena beranak tidak hanya sekali! Ikut program KB lah paling tidak; makanya mamah muda sekarang lagi hitz!  Selain alasan beranak berkali-kali, ketika kita tua nanti anak kita tentunya telah dewasa. Dan kita tau ya sebagai orangtua itu gimana kawatirnya kepada si anak. Pokoknya menjadi mamah muda itu saya kira adalah pilihan yang tepat!
Hidup mahmud!(mamahmuda).

Suara Kerdil untuk Tuhan

Tuhan... Kau tau aku mencintaimu belum sepenuhnya cinta. Buktinya aku masih belum memiliki rasa takut untuk melakukan hal yang Kau larang ketika aku sendiri. Maka ampuni aku dan kesendirianku!
Tuhan... Begitu rumit jalan hidup di dunia yang harus kulalui. Namun aku selalu percaya, selalu yakin akan ada hikmah di balik musibahMu. Aku yakin Kau sebaik-baik Pencipta jalanku ini.
Tuhan, aku hanya ingin kembali ke jalanMu yang lurus! Jalannya orang-orang Yang Kau beri petunjuk! Kau beri cahayaMu! Kau beri rasa aman dan bahagia dunia akhirat! Aku tau ini jalan sulit, maka pelan tapi pasti bimbinglah aku! Permudahkan dengan melihat niat tulusku yang sungguh ingin menujuMu, hanya namaMu Yang Haq!
Tuhan... Apa penyesalan ini sama dengan beban? Jika iya, bukankah ini akan segera berakhir Tuhan? DuniaMu kan tidak kekal.
Tuhan... Jika penyesalanku ini belum cukup untuk membuktikan bahwa aku ingin kembali ke jalanMu, maka ambillah apapun yang berharga dariku. Namun sungguh, aku tak memiliki itu semua! Aku sadar aku hanya sendiri, tak memiliki apapun apalagi yang berharga sekalipun! Semua milikMu, Semuanya! Bahkan aku termasuk deretan orang-orang yang kufur akan nikmatMu, selalu mengeluh tanpa melihat bahwa setiap detik nikmatMu selalu menyertaiku. Aku bahkan hamba yang tidak melihat karena buta bahwa setiap pagi Kau bangunkan aku, Kau jaga malamku hingga pagi lagi, Kau pinjami oksigen juga kesehatan, lalu kenapa hanya ketika sakit? hanya ketika aku dalam ketakutan ? Baru aku bisa mengingat itu semua. Kau benar bahwa demi masa, manusia selalu dalam kerugian.
Tuhan... Kuatkan aku dalam kesendirian. Aku ingin mengerti bahwa kesendirian adalah teman hidup dan matiku. Saat berada di alam rahim ibuku bukankah aku sendiri? Lalu benar bukan bahwa dunia ini untuk mencari bekal juga untuk diri-sendiri? Saat pintu gerbang akhirat atau perkampungan kubur menanti kesendirianku, aku sadar aku tak butuh siapapun dan apapun selain Engkau! Aku sangat sangat amat takut akan siksaMu yang kekal disana! Maka peringatkan aku jika kesakitanku saat ini tidak ada apa-apanya dibanding siksaMu kelak.
Tuhan... Aku harus bersyukur kan, Kau tidak keterlaluan membiarkan salah langkahku. Kau masih memberi waktu aku untuk merasakan pahit manisnya penyesalan. Demi Kau yang jiwaku berada di genggamanMu, jika manusia di sekitarku mampu mendengar otakku dia akan berteriak-teriak Tuhan! "SUNGGUH AKU LELAH MEMIKIRKAN!!!". Teriak otakku. Dia keterlaluan memikirkan yang namanya makhluk! Makhluk itu orang baik hati yang sedang marah. Aku tak tau sampai kapan kemarahan itu!
Karena yang aku tau adalah Kau Yang Maha Tau, Kau Yang Maha membolak-balik hati manusia, Yang Mengatur jalan keluarnya masalah. Maka aku berserah diri padaMu, bagaimanapun nanti jalanMu supaya aku sembuh dan tidak kembali lelah.
Tuhan... Aku juga ingin berterimakasih pada orang baik itu. Tanpa sadar aku jadi mengerti bahwa dia melakukan yang dia mau, dan aku hanya harus lebih dekat denganMu bukan? Ya, seringkali aku menangis di setiap ruku' sujudku, aku mengingat setiap kesalahanku padanya, aku berdiri shalat untukMu dengan hina dinanya diriku di masa lalu, takut akan siksa-siksaMu sebentar lagi kan menghampiri; aku membayangkan ini shalat terakhirku; aku membayangkan kaki ini berdiri berada di licinnya dan tajamnya ShiratMu; aku membayangkan setelah salam terakhir malaikat izrafil menjemputku! Sulitnya keluar nyawaku karena aku bukan hamba yang baik! Aku takut Tuhan! Sungguh aku harus menikmati setiap moment itu! Itu adalah kewajibanku yang selama ini kusepelekan! Aku harus bersyukur akan semua itu, karena dengan itu semua aku sadar inilah rasa manisnya dekat denganMu! Hanya denganMu Tuhan!
Tuhan... Apakah kejujuran harus berakhir dengan yang namanya beban? Apa ini berarti Kau berpesan padaku supaya aku "jangan sampai berputus asa dari rahmatMu?" Atau ini adalah ganjaran supaya aku jera Tuhan? Tapi Tuhan, aku hanya ingin tetap menjaga sesuatu yang Kau senangi yang bernama silaturahmi. Sabda NabiMu, "Di surga kelak akan ada pintu silaturahmi. Jika kau ahlinya, maka kau akan dipanggil dari pintu tsb". Tuhan, aku pun kelak ingin dipanggil dari pintu itu!  Jika jawabanMu iya, maka aku bisa apa? Selain ridho dengan ketentuanMu, ridho dengan segala apapun yang Kau berikan demi kebaikanku.
Tuhan... akhirnya aku hanya minta istiqomahkan aku untuk tetap memperbaiki diri dan shalatku. Karena hanya itu bekal untuk kesendirianku kelak. Berikan selalu aku rasa takut akan siksaMu Yang kekal agar sisa umur ini terarah ke surgaMu. Biarlah sekarang aku hidup di nerakaMu, dunia yang fana dan memilih surga akhiratMu Yang Kekal. Subhanakallahumma wabihamdika ashadualla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaih. Shodaqollahul adzim... aamiin yaa robbal alamin.

Sabtu, 19 November 2016

Hujan...

Derasmu membuat insan kelabakan di jalanan
Sari-sarimu dinanti oleh tiap tumbuhan
Kau tau, waktu jatuhmu ditunggui insan beriman
Disana ada waktu siapapun berdoa, Tuhan kan kabulkan.
Hujan derasnya tak bertuan
Menembus dinding kenangan mereka yang kehujanan masa lalu
Dingin, sedingin wajahmu ...
Namun disana pula selalu terbayang, warna pelangi setelah hujan lebih indah
Seindah senyum Tuhan menyapaku untuk kembali ke jalanNya
Penuh liku, tak menentu. Ya, aku hanya ingin menujuMu... Sang pemberi hujan!

Kamis, 17 November 2016

Ketulusan yang Sebenarnya

Pada zaman nabi, di sebuah sudut Kota Madinah ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan pernah kau dekati Muhammad. Dia itu orang jahat, pembohong dan tukang sihir. Jika kalian mendekatinya, maka kalian akan dipengaruhinya".

    Tiada hal lain yang dilakukan si pengemis kecuali menengadahkan tangan dan meneriakkan kata- kata itu berulang kali. Namun demikian, setiap hari selalu ada seorang pria yang mendatangi pengemis itu dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah katapun, pria itu selalu menyuapkan makanan yang ia bawa dengan penuh kasih sayang kepada si pengemis. Pengemis pun berkata kepada pria itu “Wahai sahabatku, jangan pernah kau dekati Muhammad, dia itu pembohong dan orang jahat..!!

    Suatu ketika pria yang biasanya datang menyuapinya makan itu tidak lagi datang kepadanya. Pengemis buta itu semakin hari semakin lapar, dan bertanya- tanya dalam dirinya, “Apa yang terjadi dengan pria itu..?” Sampai suatu hari ada seorang pria yang datang memberinya makan. Namun saat ia menyuapi sang pengemis, ia justru marah sambil menghardik : “Siapa kamu..? Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”. “Aku adalah orang yang biasa”, kata orang itu. Pengemis pun menjawab, “Tidak mungkin, kamu pasti bohong”.

    Apabila Ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasanya datang selalu mengusap rambutku terlebih dahulu. Selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, sehingga tak sulit mulut ini mengunyah. Mendengar jawaban dari pengemis buta tersebut, pria tadi tidak sanggup menahan air matanya. Sambil menangis Ia berkata, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah sahabatnya. Namaku Abu Bakar. Orang berhati mulia yang biasa menyuapimu adalah Rosulullah Muhammad saw.

    Pengemis buta itu langsung terkejut. Tubuhnya bergetar dan tidak ada kata- kata yang keluar dari mulutnya. Air matanya kemudian mengalir begitu deras di pipi, seolah tak terbendung mengenang manusia berhati mulia, Muhammad saw. Pada saat itu juga si pengemis itu masuk islam. Subhanallah…

----------
Teman… kerasnya batu memang bisa dihancurkan dengan lembutnya air. Kerasnya hati manusia pun dapat diluluhkan dengan ketulusan dan kasih sayang. Semua hanya butuh 1 kata yang bernama “kesabaran”. Nilai suatu kesabaran yang sebenarnya tak terbatas, hanya kita saja yang kadang selalu “membatasinya”. Sehingga tak jarang banyak orang yang berrkata : “Oh, kesabaranku sudah habis”..!! padahal kesabaran itu tak terbatas, sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan.

Life simply, Love generously, Care deeply, and Speak kindly.

Rasanya......

Kau tau sebenarnya tidak ada yg lebih penting bagiku kecuali aku merasa bersalah sekali telah membodohimu. Siang itu aku tau kau menahan diri untuk tidak emosi saat melihatku. Sayang sekali kenapa harus orang sepertimu?! Keras kepala dan egois berkepanjangan yang mendarah daging padamu harusnya aku tau akan spt apa jadinya. Namun semua itu tak jadi menyurutkan asaku untuk kembali menjadi aku. Kau hanya belum bisa menghargai, belum bisa mengerti, sekali lagi aku kira kau masih belum bisa dewasa.
Aku tau prinsipmu kau adalah kau bukan orang lain. Tapi itu terlalu picik untuk sekedar mengerti dan memahami bagaimana orang-orang di sekitar kau peduli dengan keadaan yang kau alami. Terserah kau bilang aku banyak b**ot atau apalah, ini harus berakhir!!! Dan aku belum tau, belum menemukan cara bagaimana untukku agar dapat menjadi orang yang benar-benar "tidakpeduli" sama sekali dengan kau.
Walaupun ada ribuan alasan kau jadi pembenci abadiku, bahkan aku tak memiliki satupun alasan untuk membencimu.
Pada akhirnya aku membodohimu dan ternyata aku sendiri yang lebih bodoh dari dirimu!
Kau mungkin mengira aku sakit jiwa? Sudah aku ceritakan sebelumnya. Kau mungkin mengira aku tak sakit hati? Aku bersenang-senang setelah semua ini? Kau salah. Karena sakit hati itulah yang membuat jiwaku ikut sakit. Aku orangnya open minded! Kau boleh bilang lebay. Aku yakin jika kau terus seperti ini, akan menjadi kesulitan untuk mengubur semuanya. Hanya perlu menjadi kau yang ceria, tak peduli siapa aku! Dasar kau memang keras kepala tingkat dewa.

Selasa, 15 November 2016

Di Balik Awan ada Kehidupan

Genggam tanganku ini
Dan rasakan yang kuderita
Semua yang kuinginkan menjauh dari kehidupan
Apa yang kuberikan tak pernah jadi kehidupan... Peterpan~di balik awan

Ada yang tau maknanya apa? Ternyata mengisahkan kehidupan seseorang setelah mati. Seseorang yang telah mati ternyata masih dapat melihat dunia mereka yang masih hidup. Maka benar jika ada hadits yang menyatakan bahwa pada malam Jum'at kita diwajibkan setidaknya mengirim Al-fatihah pada saudara yang telah mati. Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, bahwa putuslah segala amal seseorang setelah dia mati kecuali 3 perkara: 1. Ilmu yang bermanfaat, 2. Amal jariyah, dan 3. Anak sholeh yang mendoakan si mati.
Pertanyaan saya jatuh pada nomor 3, "jika seseorang mati sebelum punya anak bagaimana cak?" Ternyata yang dimaksud anak sholeh itu bukan hanya anaknya si mayit. Tapi mereka yang mau mendoakan si mayit, entah itu masih ada hubungan darah ataupun tidak, mereka yang mau mendoakan si mayit layak disebut sholeh. Nah makanya ada acara tahlilan, kirim doa bagi si mayit.
Semua manusia yang telah mati berhak atas ketiga amalan tersebut. Jangan tanya kalau masih bayi terus mati? Kan bayi juga manusia?  bayi itu masih suci. Dia belum mengerjakan amalan apapun. Ketiga amalan yang tidak putus yang dimaksud di atas itu untuk mereka yang sudah baligh, tau baligh? Yang sering ceramah di masjid. Itu mubaligh bro! :D
Baligh itu dewasa, tau mana yang benar mana yang salah. "Anda disini sudah baligh kah? Alhamdulillah kalau sudah, jika anda mati nanti anda sudah berhak dengan ke-3 amalan itu", seng jomblo rasah kadohan mikir anak ~ rabi wae durung! :D
jawab caknun polos sambil nyekikik.

Senin, 14 November 2016

Time Passed away

Maaf... untuk telah membuatmu menderita yang kesekian kalinya. Akhirnya kita hanya butuh waktu untuk melupakan segala khilaf. Apa kabar hati? Semoga kau kuat! Kau hanya perlu mengingat katanya kau sudah dimaafkan. Kau hanya perlu bersyukur bahwa dia dengan berat hati mengikhlaskan apa yang seharusnya tidak dia terima.
Tuhanmu Maha Adil untuk segala hal yang telah kau perbuat, mata dibalas dengan mata, hati dibalas dengan hati. Tetaplah menanti dengan terus perbaiki diri! Tak perlu kau cemas, karena kau sudah bergelut dengan keberanian. Kau telah memilih jalan yang tepat sebelum semua benar-benar terlambat. Biarkan mereka yang menilaimu dengan kehendak hatinya, kau memang sudah jauh sekali tersesat. Namun tetap, memilih jalan kembali adalah suatu keharusan. Mohon jadikan pelajaran dan peringatan terakhirmu! Tulisan ini mungkin sedikit banyak menggambarkan kau saat ini. Kau harus menjadi lebih baik. Menjadi dirimu sendiri. Kau hanya harus menangisi segala khilaf yang sudah kau lakukan. Berhentilah melakukan hal bodoh memasuki khayalan. Hanya kesalahan yang pantas kau tangisi agar kau bisa melalui. Lupakan segala hal yang bukan kau yang melakukan! Cukup untuk tidak terlalu menyalahkan diri-sendiri. Sekali lagi katanya dia sudah memaafkan! Katakan itu sudah cukup!!! Terimakasih. Semoga dia segera dipertemukan dengan rizkinya, jodohnya juga kebahagiaan yg selalu diharapkannya, aamiin yaa robbal alamin...

Ingatlah Selalu Allah

Masa-masa yang terlewati
Kan membawa sejuta arti
Kadang bahagia kadang luka di hati
Ingat Allah hati kan jernih.
Jangan takut badai menghadang
Bersama Allah terasa lapang
Yang pasti ingatlah selalu Allah di dalam hatimu
Muliakanlah selalu Allah dalam setiap nadimu
Bawalah selalu Allah di dalam hatimu
Semoga kau dapatkan kemuliaan selalu.

Minggu, 13 November 2016

Maaf (lagi)

Ada yang pernah meminta maaf namun tidak dimaafkan? Ada yang pernah memutuskan untuk memaafkan namun bersyarat?
Ya, semua tidak semudah yang kita fikirkan dan bayangkan. Saat kita yakin kita dapat mewujudkan keinginan, saat itulah kita mulai terperdaya sama yang namanya angan-angan.
Kita tau hidup ini tidak semudah omongan om MarioTeguh, tidak semudah mengetik keypad hp, tapi coba kita tanamkan sifat Tuhan Yang mau memaafkan~Al-Ghofur! Yang Maha Pemaaf.
Kita tau ada begitu banyak nama-nama Tuhan Yang baik, 99 nama yaitu Asmaul-Husna. Untuk apa? Untuk menjadikan kita manusia yang manunggaling kawulo Gusti. Apa itu? Menyatunya jiwa seseorang dengan tuhannya. Bagaimana maksudnya? Lhaini! Jangan bilang ini ada hubungannya dengan ajaran syeh siti jenar yang dihukum mati sama wali songo. Hanya sebuah opini saya bos!
Lagi lagi saya harus menyinggung soal memaafkan. Meminta maafpun sebenarnya sama sulitnya dengan memberi maaf. Mikirnya gini, iya kalau dimaafkan nah kalau tidak dimaafkan? Itu pikiran kita sebelum meminta maaf pastinya ya. Nah kalau tidak dimaafkan? Yasudah penting berani mengakui kesalahan itu sudah benar. Akibatnya gimana? Tanggung sendiri dan jangan ikutkan orang lain di dalamnya! Jadilah kuat dengan menghadapi masalahmu sendiri, Innallaha ma'ana! Tuhan selalu ada bersama kita. Jadikan pelajaran bahwa mendapat maaf itu tidak mudah. Dan jangan ulangi lagi untuk kesalahan yang sama pada orang yang berbeda.
Apa kabar bagi mereka yang sulit memaafkan? Sakit hati dan kecewa sudah tertanam sejak si peminta maaf meminta maaf. Penyesalan di belakang layar selalu menjadi derita baginya. Lalu apa sebenarnya yang dibutuhkan mereka ini? Sedangkan si peminta maaf hanya bisa meminta maaf utk segala kesalahannya. Mengembalikan waktu yang telah menjadi kesalahan adalah sesuatu yang tidak mungkin, hanya perbaikan diri yang bisa mereka lakukan. Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Waktu, ya mungkin hanya waktu yang mereka butuhkan. Untuk melupakan kekecewaan dan penyesalannya.
"Belajarlah mengalah sampai tak seorangpun mampu mengalahkanmu, belajarlah merendah sampai tak seorangpun mampu merendahkanmu". ~ maaf ~

Readlah!

Ada yang tau apa itu karma? Ya, balasan atas perbuatan yang sudah dilakukan seseorang. Kejujuran itu juga berbuah karma kah? Bukankah selalu tertulis kejujuran berbuah manis?  But I never meet them.
Kesabaran atau kejujuran? Saya kira kesabaran. Karena kenyataanya jujurpun klo sudah kelewatan yasudah. Tiada maaf bagimu! Gak ada yang namanya manis.
Manusia tempatnya khilaf, saya sempat mikir sesuatu yang sudah terjadi dan ayo kita perbaiki kedepannya gak perlu bermusuhan kaya gini, manfaatnya apa coba?! Hidup lu gak akan tenang bro!!! Lu masih dendam lu masih benci sama gue! Sama! Gue juga gk kan tenang hidup gue ada pembenci macam lu! Yok lah, kita dah dewasa! Kenapa macam nak TK klo ketemu mesti kabur. Terpaksa pkek lu-gue, lagi mangkel!

Sabtu, 12 November 2016

Menjaga, namun...

Suara langkah kecil itu perlahan menjauh, mas Krisna masih mematung antara sadar dan tidak. Dalam hatinya hancur, bagaimana mungkin seseorang yang selama ini melukis harinya lebih memilih pergi dengan alasan ketidakcocokan akhir-akhir ini. Gila, alasan yang benar apalagi jika tanpa sebab adanya pihak ketiga dalam suatu hubungan, pasti tak kan ada kata-kata seperti itu.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah menuju masjid dimana ia bekerja kini, di sebuah rumah sakit. Dia tau ada yang lebih penting selain membenci mantan wanitanya, dia ambil air wudhu, penuh kehinaan melangkah pada shaf pertama di belakang imam. Pagi itu, baginya Dhuha yg berbeda. Biasanya terselip doa untuk sang wanita, hatinya bagai terpukul saat sujud terakhir selalu menyebut nama wanitanya dalam doa. Air matanya deras membekas di sajadah, "Ya Tuhanku, aku sadar dia bukan tulang rusukku yang Kau ciptakan untukku. Pun dia hanya seseorang yang Kau ujikan untukku. Terimakasih untuk waktu yang tidak lebih jauh lagi untukku menjaga jodoh yang bukan jodoh hamba. Kau tau yang terbaik bagi hamba-hambamu Tuhan, maka angkatlah sakit hatiku dan hilangkan ingatanku tentang jodoh orang lain itu Tuhan". Aamiin
Setelah selesai dengan empat rakaatnya pagi itu, mas Krisna kembali bekerja. Sakit hatinya membuatnya tak ingin bertemu waktu luang. Waktu luang hanya membuat ia teringat bersama wanita yang meninggalkannya dulu. Ia hanya cukup berterimakasih pada sang pencipta bahwa dia sudah dipercaya untuk menjaga, ya menjaga jodoh orang lain tadi. Dan ia pun juga berharap, semoga jodohnya yang dijaga orang lain segera dipertemukan dengannya. Begitulah, saling menjaga namun tidak bersama selamanya.
Itulah mengapa disebut sebagai skenario. Ada sang sutradara dan team kreatif yang siap membuat hidup ini indah ataupun sebaliknya, berakhir manis ataupun pahit, semua sudah tertulis rapi di naskah-Nya!  *theEnd

Kamis, 10 November 2016

Terasing

Sebenarnya bukan itu yg kita tuju
Juga bukan itu harapannya
Aku dan kau mulai lelah dengan sandiwara dan berharap semua punah jangan ada yg tersisa.
Sudah tentu gelombang menerjang badaipun berkunjung datang, terus saja ribut tak bertepi di sebuah lorong gelap butuh gemerlap.
Tak ayal hanya ada suara berbisik lirih, terus berbisik di antara dua berbeda, samar namun tau kau sedang apa,  mengapa terus saja bergumam tak karuan. Hidup ini rumit, ada tanda hitam yg tak nampak oleh insan. Jaring laba-laba di tembok ratan putih mulai sirna, hilang entah termakan usia atau menuju juruwaktu. Semua tak jelas dan makin tergilas! Akhirnya aku benci diriku sendiri.

---------------------------

Oh ye #selamatharipahlawan
Yg sedang menanti pahlawan mana suaranya :D eit, jangan baper@!
Life is beautiful.... katanya sih!  😃

Selasa, 08 November 2016

Secangkir Kopi dengan Baygon!

Secangkir kopi malam ini membuatku teduh
Kok teduh? Ya, soalnya luar hujan...
Sepasang muda-mudi berlari mendekatiku, menatapku seolah bertanya "masih ingatkah kamu dengan kita?", lalu aku cuek ... lhawong aku tidak peduli kalo mau pacaran ya monggo, ning ojo nengarepku bok pikir aku Baygonmu, batinku. Ehladalah, ternyata sepasang muda-mudi itu temen SMPku. Assemmm asemm~sorry cah, lagi fokus wifi-an sama menikmati secangkir kopi. Jangan dimasukkan kedalam hati ya, yok ngobrolcantik.... oke, Baygon disumet sambil bernostalgila demi temen SMP hahahaaaa nakdeekk :D

Kamis, 27 Oktober 2016

Setelah...

Pagi itu seperti biasa, kegiatan rutinku olahraga pagi, walaupun hanya jogging kecil bolak-balik di depan gang rumah itu cukup membuat keringat di tubuhku keluar. Maklum kelebihan berat badan sedikit banyak membuatku malas untuk lari jarak jauh. Setelah saat itu, ya saat itu saat aku mencoba menjadi diriku-sendiri ada saat dimana aku harus fokus untuk  apa dan bagaimana aku harus lebih berani untuk mengambil resiko kesalahan-kesalahanku. Setiap waktu masih terbayang, bagaimana berperan aktif menjadi orang lain untuk membuat orang lain apa ya, masih kaku untuk mengungkap tujuannya apa. Masih samar, layaknya kaca mobil yang kehujanan dan AC di dalamnya mati. Begitulah, alur cerita yang kurang masuk di akal dan terkesan rumit. Inilah yang namanya dunia, penuh dengan kepalsuan bagi mereka yg benar-benar meyakini akhiratnya. *Gobedkham*

Senin, 17 Oktober 2016

Puisi/sajak sepi

S-E-P-I

Aku seperti berjelaga hitam kelam,
 menepi suram serasa sendiri di keramaian
Bising suara alam dan insan tak kuhiraukan
Masih dengan pelukan kenyataan
Lalu kutemui dalam sebuah mimpi kejutan
Menjadi tak pernah nyaman.

Dan kucoba tegakkan badan
Merinding, kutatap kaca sesekali
Ini aku bukan?
Aku yang mana lagi?
Se-beranikah ini aku?
Aku lagi?
Se-jahat inikah namaku?
Nama yang mana?
Semoga ini adalah karunia, sepi untuk meratapi. 
Sendiri untuk menanti "nur akhiriyah"
sebuah nama sebuah doa.
*Gobedkham*


Sabtu, 16 Juli 2016

Manusia Saja

Setiap manusia memiliki hati, entah untuk merasakan maupun menyisakan luka.
Ia kokoh menikmati takdir dimana hanya ia dan Penciptanya Yang tahu.
Setiap individu menikmati bayang semu, walau jutaan mata memukau ia hangat menikmati setiap detik
dimana hati tak sadar melukai hati lainnya.



Dengan percaya diri meraba sesuatu yang tak pasti, ah ya dalam kisah cinta Arjuna tak banyak kata
Merasa bisu seakan aksi menjadi nomor satu dan biarkan bibir ini membisu.
Sepi, lalu aku hanyut dalam kediaman semu berantai hati yang terluka tanpa sedikitpun kata yang terbaca.

Ponorogo, 16 Juli 2016.