Catatan seseorang yang tak pernah tau arah, melawan arus yang kadang sesekali lelah, tapi... terus ia lewati entah sampai kapankah nanti.
Dermaga hanya ilusi yang membatu, tak pernah menjadi nyata sejak ia suka mengkhayalkannya.
Arus ini terlalu deras untuk ia selami sendiri, sunyi dan sunyi selalu menghampiri.
Kau, menyayangi ilusiku sedang aku menyayangi nyatamu!
Tuhan sungguh Maha Asyik, masuk celah mana dan keluar dengan celah mana.
Rindu ini kau mungkin bisa bilang palsu, karena aku bukan asli kepalsuan itu
Terserah langkahmu, aku hanya butuh waktu untuk melepasmu sebagai tawanan nyataku.
Aku hancur dengan kiblat tak terarahku, kepingan itu biarkan tergilas dan jadi abu
Biarkan angin membawanya pergi dan menjadikannya hujan untuk tanaman
Aku enggan melupakan, aku enggan untuk berteman. Aku kan memilih berada di antara 2 pilihan,
bukan neraka ataupun surga
Bukan kesulitan ataupun kemudahan,
Bukan kesedihan ataupun kesenangan,
Tapi dengan sebutan "sebuah usaha melupakan. . ."
Ya, aku hanya harus melupakan dan terus berjalan untuk temukan jalanku sendiri.
Blog yang tidak penting. Judulnya saja malei, apalagi isinya. Semua yang ada di pikiran, saya tuangkan. Tulisan seperti panggilan kejiwaan. Tertoreh njlimet ngasi mumet. Blog ini saya buat untuk media belajar apapun bidangnya kecuali Matematika (sering gapake logika haha). Apapun itu tulisan saya, insyaAllah ada pelajaran di dalamnya. Apabila ada kesamaan dalam hal apapun itu, saya pribadi mohon maaf sekali. Dan akhirnya, ayo nge-blog kawan. Semoga bermanfaat. Aamiin ~
Sabtu, 24 Desember 2016
Sebuah Usaha Melupakan
Jumat, 23 Desember 2016
Om Telolet Om
Lagi naik daunnya omtelolet, padahal itu sudah ada sejak th.2015 kemarin. Om telolet mengungkapkan kepolosan anak-anak yang nunggu di pinggir jalan dan mengisyaratkan agar pak sopir membunyikan klakson teloletnya, begitu sederhananya sebuah kebahagiaan itu. Tentunya pak sopirpun juga ikut bahagia, lhawong teloletnya selalu ditunggu oleh mereka.
Om telolet sudah mendunia, bahkan ilmu cocoklogipun sudah menafsirkan "hati2, omtelolet bisa mengakibatkan dangkalnya aqidah"! Wah lagi-lagi... kita nganggepnya cuma hiburan keles om, kenapa lagi-lagi aqidah? Bukankah semua tergantung oleh niat? Om niat om. Om hiburan om.
Om: sebuah salamnya orang Hindu
Telolet: terompetnya orang Yahudi (katanya)
Yaelah....kami butuh hiburan doang!!!
Di saat yang lainnya sibuk ngurus kasus Al-Maidah, jamaah subuh di tanggal cantiklah, itu apa itu? Bukankah seharusnya jamaah subuh itu tiap hari?! Pakek gerakan 212 nya Wiro Sableng? Dan semua topik itu sekarang berganti om telolet om, lama-lama muncul juga nih "om telolet om pengalihan kasus ahok". Duh, miris!
Sepertinya akan begitu memang; lihat saja! Om telolet om juga pastinya meramaikan th baru 2017 ya, secara tahun baru identik dengan telolet-teloletan =D udah biarin aja orang omong aqidah, bidah atau apalah, orang niatnya sekedar hiburan. Yang penting kita gak lupa sama siapa Yang udah ngasih kebahagiaan kita, Yang udah bikin kita ketemu sama demam telolet. I think It will be fine! Hidup #omteloletom !! :)
Selasa, 20 Desember 2016
Senin, 19 Desember 2016
Bu...
Bu, aku ingin sekali-kali kembali ke masa kecilku
Masa dimana aku hanya mengenalmu
Dengan tawa dan canda itu, aku benar-benar aku
Dengan lembut dan harumnya kasih sayang itu, aku benar-benar diriku
Celotehku yang murni, tangisanku yang memecah sunyi karena ingin memelukmu lebih erat lagi
Bu, ibu... jangan tinggalkan aku lagi...
Aku lelah dengan polah tingkah yang tak terarah
Aku lelah menapaki lembah yang menangis darah
Aku ngilu, muak dengan kehidupan yang sembilu menusuk kalbu
Kalbu yang mana bahkan aku tak tau bu...
Bu... tetaplah di sampingku. Aku hanya sayang padamu!
Minggu, 18 Desember 2016
Ibuku, Semangatku
Pagi ini dengerin ceramahnya ibu, terbersit pikiranku mungkin suatu saat nanti akupun juga akan seperti beliau, tukang ceramah. A-Z itu pesan semua, mulai dari semangatin aku yang sekarang pengacara sudah 10 bulan sampai harapan-harapan beliau yang banyak sekali, belum satupun aku memenuhi. Aku anak terakhir, mungkin bisa dibilang aku manja ya terserah orang mau berkata apa. Nyatanya saya memang manja, dan yaudah gitu aja.
Bu, aku tau doa2mu yang amat baik itu terlalu amat baik untukku. Selalu berharaplah pada Yang Kuasa, jangan kepadaku. Aku ini milikNya, hanya Dia Yang Kuasa, hanya Dia Yang berhak Mengaturku. Bu, aku tau aku bukan anakmu yang berbakti. Tapi aku ingin bu, sungguh. Aku ingin wujudkan cita-citamu dan harapanmu sebisaku. Akupun tak bisa berjanji, takut tak kutepati. Karena Dia Yang Maha Mengetahui. Cukup; cukup doakanku di setiap malammu dan jangan terlalu berharap lebih padaku bu. Tapi pada Dia, pemilik kita. Pemilik aku dan kamu, bu!
Aku tau setelah ceritaku tadi hatimu menangis, air mata itu adalah tanda bahwa kamu sayang aku, bahwa aku ini anakmu. Jangan dendam bu! Allah tak suka orang pendendam. Cukup diamkan orang-orang yang sudah menyakiti kita, mungkin ini karma bu. Anakmu ini bukan orang baik lo.
Mungkin saat ini yang lebih kita butuhkan adalah lebih bersyukur saja bu, ingat saudara yang di Aleppo ya bu.. mereka lebih sakit hati daripada kita. Mereka diusir dari tanah mereka, mereka direbut haknya. Ikhlaskan ya bu, jangan jadi pendendam! Anakmu ini bukan pendendam bu, jadi jangan ajarkan yang seperti itu bu. Walaupun sakit, pahit, semua itu datangnya dari Allah.
Sabtu, 17 Desember 2016
Selamat Malam Minggu
Malam Minggu, selamat malam...
Saya kehilangan selera menulis karena beberapa hal, salah satunya karena anak-anak yang nakal setiap malam memilih main kerumah sampai larut malam. Sebenarnya tidak banyak hal yang kami lakukan, selain gitaran dan ngopi sambil menunggu pagi. Pernah sampai jam 3 pagi dan mata saya dibuatnya tidur seharian penuh.
Entahlah, mungkin saat ini harus banyak bersyukur karena memiliki banyak penghibur. Jujur, kesendirian membuat saya sepi dan teringat lagi. Rasanya saya ingin pergi jauh dan memulai kehidupan baru dengan suasana baru, orang-orang yang baru, situasi yang baru tentunya dengan perasaan yang baru pula. Udahgituaja!
Sabtu, 10 Desember 2016
Pemujamu
Kali ini kutlah jatuh kedalam dosa begitu besar
Terlalu mencintai begitu dalam
Mata itu berhasil hipnotisku menjerat nafsu jiwa mengurungku ke dalam keindahan
Rasanya ingin malam ini menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini memelukmu hingga terlelap
Kau bagaikan simbol semesta alam dan aku pemujamu setiap saat bersimpuh di hadapmu
Kau memegang semua kehidupanku keluar dari derita menuju kedamaian yang illahi
Rasanya ingin malam ini menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini memelukmu hingga terlelap
Tuhan tolong segera sadarkan aku dari semua pengaruh sihir cinta mati aku kepadanya
Rasanya ingin malam ini menciummu hingga lemas
Rasanya ingin malam ini memelukmu hingga terlelap
Kuingin ini bukan hanya sekedar mimpi belaka
Kuingin ini menjadi dosa terindah dalam hidupku...
Jumat, 09 Desember 2016
Untittled
Begitu mudahnya sebuah perubahan
Begitu sulitnya sebuah penerimaan
Semudah caraNya membuat sulitnya kemudahan
Sesulit caraNya membuat mudahnya kesulitan
Mudah namun sulit dan sulit namun mudah
Mudah-mudahan sulit!
Kesulitan ini terlalu mudah!
Sulitkah sebuah kemudahan?
Atau mudahkah sebuah kesulitan?
Namun begitu kesulitan mendera kemudahan itu kabur
Pun sebaliknya, kemudahan datang setelah kesulitan pergi. Semua berpasangan! **h.
Palsu!
Kau bilang setiap penyakit ada obatnya? Adakah obat itu untukku? Aku telah lama sakit dan membutuhkan obat itu.
Kenapa selalu kambuh?! Tidak mujarabkah obat itu untukku? Atau Kau kan selamanya tak menyembuhkanku? Kau tak ingin aku sembuh? Jawab aku! Aku selalu menjadi PALSU!
Senyum palsu, pikiran palsu, bahkan jiwaku pun ikut palsu! Aku selalu dalam kepalsuan diriku! Sebenarnya hidupku ini palsukah semuanya hingga tak ada yang nyata? Dimana Kau sembunyikan keASLIanku? Aku sakit selalu dalam kepalsuan tak bertuan!
Waktukah yang membawa kabur semua? Jika jawabanMu ya, baiklah akan kulawan waktuku untuk sebuah penyembuhan!
Jiwaku takut, ragaku berani! Selalu saja berlawanan. Mengapa tak bisa selaras? Kulelah semua menjadi tak waras!
Kamis, 08 Desember 2016
Lagu!
"Wajah putih pucat pasi tergores luka di hati
Matamu membuka kisah kasih asmara yang pernah ternoda
Hapuskan semua khayalan lenyapkan satu harapan kemana lagi harus kucari"Anggun-Mimpi
"Saat kuterjaga hingga kuterlelap nanti
Selama itu aku akan selalu mengingatmu..." Andien-Puisi
"Dan bagaimanakah kuharus meyakinkan diriku saat kudengar suaramu kutak mampu pergi"Sammy-Tak Mampu Pergi
"Relakan semua yang telah berakhir tak kan berubah yang pernah terukir walau airmata mengalir"Raisa-Biarkanlah
"Biarkan kini kuberdiri melawan waktu tuk melupakanmu walau pedih hati namun aku bertahan"Glen-Akhir Cerita Cinta
Sederet lirik lagu yang bermakna sangat dalam. Ya, lagi-lagi sebuah lagu membuat suasana berubah tiba-tiba. Tiba-tiba bersemangat, tiba-tiba menyayat. Begitu bahayanya sebuah lagu, pengubah suasana pengubah mood seseorang. Ia tercipta dari kata dan nada, namun menghanyutkan segalanya. Kata yang bermakna dan nada yang menggoda, seperti itulah kira-kira makhluk yang bernama lagu itu. Hmm lagi-lagi, lagu! *sulitnya untuk tidak mengenal yang namanya lagu ;(
Rabu, 07 Desember 2016
Bunda ❤
Orang-orang cuma bisa berkomentar!
Orang-orang cuma bisa mengkritik!
Orang-orang cuma bisa menilai!
Orang-orang cuma bisa ngomong doang!
Orang-orang cuma bisa buka mulut tanpa buka tangan!
Orang-orang cuma bisa berteriak!
Orang-orang cuma bisa bergumam!
Orang-orang cuma bisa melihat!
Orang-orang cuma bisa membully!
Orang-orang.....!!!
Perhatikan, kulihatkan semua yang pernah ada kan kutaruhkan
Perasaan kuberikan tak sedikitpun waktu kan kutinggalkan
Kuserahkan semua yang kau minta kan kupenuhi
Ku bertahan hanya di saat bunda di sisiku
Maha Besar Kau telah berikanku hidup, dia segalanya di hidupku
Bunda yang kucintai di dalam hatiku
Dia terbaik di mataku.
Selasa, 06 Desember 2016
Belajar dari Kematian Kucing
Kucing itu bukan kucing rumahan, tak ada yang memilikinya. Tampak kotor, kumuh tak terawat dan berjenis kelamin betina. Setiap hari kulihat dia selalu mengeong paling tidak untuk mencari anak-anaknya yang lucu, keisenganku adalah aku suka melihat anak-anaknya yang unyu dan jika ibunya tidak ada maka si kucing anak-anak kupindah tempat. Aku lebih suka menyentuh, membelai anak-anaknya. Setelah ibunya pulang, maka mau tak mau aku harus pergi dari si anak-anak kucing itu. Begitu seringnya hal itu kulakukan hingga hari ini, aku merasa benar-benar kehilangan sosok kucing yang kumuh kotor itu.
Pagi tadi kucing itu tertabrak motor di depan rumah, rasanya benar-benar sedih. Aku tau aku tak kan lagi menemukan pemandangan yang seperti kemarin. Aku tidak suka jika melihat si kucing kotor itu lewat, tapi kenapa hari ini saat kucing itu tidak nampak lagi rasa kehilangan itu... yaa Allah! Apakah ini yang namanya akhir dari sebuah penyia-nyiaan? Saat ada aku begitu tidak peduli; tidak suka; bahkan tidak nyaman saat melihatnya. Namun, saat benar-benar kucing itu telah pergi untuk selamanya; menghilang dari sekitarku; aku kehilangan suara nyaringnya saat mencari anak-anaknya. Aku kehilangan saat dimana aku lari karena si ibu kucing telah datang, sekarang aku tak perlu takut lagi untuk membelai anak-anaknya. Karena si ibu sudah pergi.
Tapi siang sedikit tiba-tiba kucingku, Shilo. Setelah nglayap dia pulang dengan membawa seekor kucing kecil yang berdarah, oh Allah ternyata ini anaknya kucing yang ditabrak tadi! Ikut mati.
Sehari ibu dan anak kucing pergi, setelah ibunya tadi pagi siangnya sang anak. Aku berfikir kenapa bisa begitu? Adakah pelajaran untukku di dalamnya? Pasti, ada. Sejenak aku merenung. Pelajaran yang dapat diambil adalah:
1. Setiap yang bernyawa pasti mati
2. Bagaimanapun kamu tidak menyukai sesuatu, jika sesuatu itu pergi dan tak akan lagi kamu temui, tak kan lagi kembali, menghilang selamanya, kamupun akan merasa kehilangan.
3. Begitu kuatnya hub.an ibu dan anak kucing, setelah kematian ibu sang anak menyusul. Kamu harus ambil pelajaran bahwa apapun masalahmu, nomor satu adalah restu ibu. Ibu yang melahirkanmu, malaikat yg Dia kirim untukmu. Hormati ibumu, jangan berkata kasar, jangan membentak! Kita belum merasakan sakitnya dibentak anak, kasihi ibumu! Tempatkan beliau di nomor satu apapun masalahmu!
4. Kematian datang tiba-tiba. Ya, tiba-tiba setelah si ibu kucing lalu menyusul anaknya. Semua datang tiba-tiba. Tiba-tiba kamu di kubur, beralaskan papan berpakaian kafan. Berada di kegelapan, di bawah hujan. Bekal apa yang sudah kamu persiapkan untuk sebuah kesendirian menghadap Tuhan? Sungguh aku malu padaMu, lidahku kelu untuk menjawabnya. Aku masih saja berproses, aku masih mengais bahkan masih mengemis dengan bekalku itu. *semoga bermanfaat!
Senin, 05 Desember 2016
24 di 5-12
Hari ini adalah hari Senin tepatnya tanggal 5 di bulan Desember. Tahun 2016-1992 adalah 24. Usia yang seharusnya sudah matang, sudah menggapai cita-cita yang pernah diucapkan saat duduk di bangku TK hhe...
Plis jangan baper! Ada beberapa jalan kesana, namun saya lebih memilih menjadi guru untuk diri saya sendiri. Saya tau betapa mulia menjadi seorang guru, namun Allah lebih ridho jika guru itu tidak menjadi profesi saya. Saya bukan orangnya, saya belum bisa menjadi mulia, dan saya akui saya belum bisa menjadi dewasa bahkan untuk rela berkorban dahulu untuk menjadi seorang guru.
Hari ini merupakan hari ulang tahun saya yang berbeda, benar-benar berbeda. Tak pernah di tahun-tahun yang sebelumnya, yang se-sederhana ini. Terimakasih untuk Allah swt. dan semua yang sudah berpartisipasi serta mendoakan kebaikan untuk saya, semoga doa baik untuk kalian juga. Aamiin
Perasaan saya hari ini adalah antara senang dan tidak. Senang karena Allah masih memberikan kesempatan di usia 24, masih bisa meniup lilin, masih bisa mendengar doa orang-orang tersayang, masih bisa merasakan diciyum ibuk (wow rasanya pedih mengingat di usia yang segini saya belum bisa membuat beliau bangga punya saya), masih denger teriakan-teriakan sahabat yang nyuruh cepet nikah (nikah?percaya sudah ada waktunya, cepet-cepet tu gk bagus! Liat dan berkaca sama mas ya! Kalau diburu-cepettergesa-hasilnya?tanda tanya). Itu semua pelajaran, Allah tidak menyukai sesuatu yang tergesa-gesa :) serahkan semua pada penentu masa depan, tak perlu risau apalagi gelisah karena teman-teman yang lain sudah menikah dan punya anak. Itu sama saja kita protes sama Allah! Sudahlah, semua sudah Ada Yang Ngatur, semua sudah ada waktunya.
Tidak senangnya adalah saya menjadi semakin tua, semakin berkurang ini umur, dan tidak ketinggalan kalau umur sudah berkurang mikir apa?mati. Dan kematian yang selalu mengingatkan saya untuk mendekatiNya, saya tau walaupun jauh dari kata sempurna dalam mendekatiNya sungguh saya tidak ingin menjadi yang sesat, yang jauh dari kata tobat.
Ada banyak harapan di 24, yang saya tau pasti lagi-lagi keinginan yang bersifat duniawi. Maafkan saya yaa Allah, sesungguhnya hanya Engkau Yang Mengerti apa-apa yang saya butuhkan bukan yang saya inginkan, maka apapun Yang Kau berikan untuk di-24 nanti saya serahkan padaMu. Semoga kebaikan dunia akhirat Kau limpahkan untuk saya, walaupun saya begitu tidak pantas untuk menerima kebaikan itu di mata makhlukMu namun saya percaya hanya Engkau Yang Maha Adil; Maha Tahu tentang apa-apa yang ada pada diri saya; terimakasih untuk waktu Yang Kau berikan selama 24 th ini, terimakasih telah menuntun dari kepalsuan dunia. Terimakasih telah menjadi teman dekat di hari-hari saya, terimakasih untuk selalu melindungi dari godaan nafsu, terimakasih telah membuka hati yang telah tertutup keburukan sekian tahun lamanya, terimakasih telah membantu menjadikan diriku-sendiri. Terimakasih untuk kesetiaan yang tak pernah tergantikan oleh selainMu. Terimakasih Allahku, Sang Pencerah di sisa umurku!
#########@@@##########
Tulisan ini kutulis di penghujung tgl.5 Desember 2016~ terimakasihku untuk Maha Raja dari segala Raja, Sang Pencerah, Majikanku, Penciptaku, Kekasih dunia akhiratku, Tuhanku, Allah SWT! Dengan tangis bahagia dan duka, terbersit doa: semoga di akhir kelak hamba bukan termasuk golongan orang-orang yang melampaui batas dan menjadikan saya golongan orang-orang yang diberi petunjuk olehNya. Aamiin yaa robbal alamin...
Keinginan Terbesar
Ditulis oleh: Bunda Kaska
Disusun ulang oleh: Ummu Sulaim
Coba sama-sama jujur ya…
Apa sih keinginan terbesarmu saat ini?
Yang menguasai hati…
Yang berkelebat setiap saat…
Yang membuatmu gelisah karena tak kunjung terwujud…
Mungkin jawabannya…
Ingin punya rumah sendiri
Ingin bertemu jodohnya
Ingin sembuh dari sakit
Ingin punya usaha sendiri
Ingin naik jabatan
Ingin anak lulus ujian
Ingin punya kendaraan
dan lain-lain
Sadarkah kita jika semua keinginan itu begitu duniawi…
Bukan hal besar yang harus terwujud.
Mengapa?
Karena hakikatnya kita tidak akan dihisab, tidak pula akan dimurkai Allah jika hal-hal tersebut belum juga terwujud di saat kita lebih dulu dipanggil.
Dan lagi, sebenarnya kita tidak tahu keadaan mana yang Allah lebih ridha…
Mungkin Allah lebih ridha saat kita mengontrak dibanding memaksakan diri kredit rumah, yang membuka celah untuk terjerumus dalam riba.
Mungkin Allah lebih ridha saat anak kita tak kunjung lulus, lalu pada prosesnya ia justru menemukan jalan ketaatan kepada Allah, dibanding lulus segera namun ternyata justru menyusahkan banyak orang karena ilmu yang tak memberi manfaat sedikitpun kepadanya.
Mungkin Allah lebih ridha jika kita bersendiri dulu, karena kelak ketaatan kita terhadap suami itu sebuah perkara besar, siapa yang menjamin kita mampu melaluinya. Atau sebaliknya, amanah menjadi seorang suami pun tak kalah besar, siapa yang menjamin engkau mampu memanggulnya.
Mungkin Allah lebih ridha saat kita berjuang dengan rasa sakit, karena inilah kesempatan kita untuk mendekat kepada Allah, karena inilah kesempatan kita untuk mendapat ampunan Allah.
Meninggal sebelum punya rumah sendiri itu bukan masalah, asalkan bawa iman…
Meninggal sebelum menikah itu bukan masalah, asalkan bawa iman…
Meninggal sebelum sembuh juga bukan masalah, asalkan bawa iman…
Sok, kita renungkan lagi…
Bukan tidak boleh memiliki keinginan-keinginan semacam itu. Noted. Bukan tidak boleh. Namun jangan sampai keinginan tersebut melupakan tujuan utama kita.
Bahwa hidup kita saat ini sebenarnya fase perjalanan menuju kampung akhirat.
Buat apa sibuk mewujudkan hal-hal yang sebenarnya bukan jaminan kita untuk mendapatkan keridhaan Allah beserta surga-Nya.
Jikalau kita sibuk menggunakan harta dan waktu kita di jalan Allah, untuk keperluan menambah ketaatan kepada-Nya, niscaya perkara-perkara sepele itu akan Allah kabulkan, jika memang itu jalan terbaik bagi agama dan dunia kita.
Ilustrasinya begini.
Jika kita diberi kesempatan untuk bertemu presiden atau raja, dimana setiap permintaan kita kepadanya akan diwujudkan. Kira-kira, akankah kita meminta sesuatu yang sepele dan sederhana?
Nah, seperti itulah kita dalam berdoa. Setiap kita berdoa, kita sedang “bertemu” Allah, menghadap pada-Nya, Raja segala Raja. Jika kita boleh meminta apa saja, dimana tak ada yang mustahil bagi kuasa-Nya, maka akankah kita juga akan meminta sesuatu yang sepele dan sederhana?
Jika kekayaan, rahmat, dan ampunan Allah itu mahaluas, fokuslah pada hal-hal besar dan istimewa, yang membawa kebaikan bagi kehidupan akhirat sebelum dunia. Sungguh, jika Allah telah menjamin kebaikan akhirat bagi seseorang, mustahil Dia akan menyia-nyiakannya di dunia.
Mohonlah masuk surga tanpa hisab
Mohonlah husnul khatimah
Mohonlah kebaikan dunia dan akhirat
Mohonlah keselamatan dari segala penyakit hati, sebelum penyakit fisik
Mohonlah keridhaan Allah dalam setiap amal perbuatan
Mohonlah kelapangan hati agar mudah bersyukur
Mohonlah petunjuk agar menjadi manusia yang berguna bagi umat
Mohonlah keistiqamahan hidayah dan juga jalan hidayah bagi orang lain
atau permohonan lain yang semisal itu.
Sungguh, jika kita tak segera fokus dengan hal-hal besar itu, niscaya segala keinginan dunia akan terus terbayang hingga kita mati. Padahal jika itu semua telah terwujud, tak ada satupun yang akan kita bawa mati. Justru kita akan dimintai pertanggungjawaban atas segala yang pernah kita miliki.
“Sesungguhnya Allah memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai, sementara Dia tidak memberikan keimanan, melainkan kepada orang yang dicintai-Nya saja. Jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya Dia akan memberikan keimanan kepadanya.”
(HR. Al-Hakim)
Jadi…
Jika harta dunia dari Allah akan diberikan-Nya kepada siapa saja, tak peduli Allah ridha padanya atau tidak, cobalah kita fokus saja untuk mencari jalan selamat menuju kampung akhirat, menuju keridhaan Allah.
Sungguh, nasehat ini pertama kali kutujukan kepada diriku sendiri…
Minggu, 04 Desember 2016
Antara Sabar dan Sakit
Barang siapa yang menghendaki selamat dari siksa Allah, yang ingin dimasukkan dalam surgaNya, serta memperoleh pahala dan rahmat, maka seharusnya ia mencegah nafsu dari kesenangan duniawi.
"Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar". (Al-Imran:146)
Sabar ditinjau dari beberapa segi; (1)Sabar untuk selalu taat pada Allah( 2)Sabar mencegah yang dilarang Allah(3)Sabar pada pukulan pertama ketika ada bencana.
Kata Imam Junaid Al Baghdadi; "Bencana merupakan penerang bagi orang-orang bijak, gerakan kebangkitan bagi orang-orang yang mencari ridho Allah, kebajikan buat orang mukmin, dan kebinasaan bagi orang-orang yang lupa (akan DzatNya). Bukankah tak ada seorang mukminpun yang merasakan manisnya iman kecuali dia memperoleh timpahan bencana, kemudian ia ridho dan bersabar!"
Sabda Rasulullah saw.
"Barang siapa yang sakit semalam serta sabar dan ridho padaNya, maka dosa-dosanya bersih laksana baru dilahirkan oleh ibunya".
Ketika kalian sakit janganlah mengharap sembuh. Kata Dhuhak: "Barang siapa yang tidak kena musibah (kesusahan) selama 40 hari, maka ia menurut Allah tidak memperoleh kebajikan".
Melalui Mu'adz bin Jabal ra. Rasulullah saw. bersabda:
"Ketika seorang hamba mukmin memperoleh bencana, maka Dia berfirman kepada malaikat sebelah kiriNya; 'Ambilkan alat tulis untuknya'. Kemudian Dia berfirman kepada malaikat sebelah kananNya; 'Tuliskan untuk hambaKu ini suatu kebajikan yang ia lakukan.
Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui. Dia berfirman:
'Seandainya Aku mematikan hambaKu ini, niscaya Aku masukkan ke surga. Dan andai Aku menyembuhkan, maka Aku wajib mengganti daging yang lebih baik melalui darah yang lebih baik daripada darah yang dulu, serta Aku melebur semua kejahatannya'.
Referensi: Imam Ghazali, "Rahasia Ketajaman Mata Hati"
Sabtu, 03 Desember 2016
Agama ISLAM
Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam. Barang siapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali-Imran:19,85)
Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu. (Al-Maidah:3)
Dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali-Imran:102)
Dan Al-Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. (Al-Anam:155)
Agama Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah. Oleh karena itu, pindah ke agama lain apapun alasannya, adalah keputusan yang sangat sangat keliru. Dan bila ini Nanda lakukan, maka sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah meridhoi dan memaafkanmu.
Apapun alasannya, janganlah Nanda memaksa seseorang untuk masuk agama Islam. Menurut pengamatan Ayah, orang yang masuk agama Islam karena tekanan maupun paksaan (misalnya untuk memenuhi syarat mutlak yang diajukan camer), kecil kemungkinan akan menjadi muslim yang baik. Mereka hanya akan jadi Islam KTP, yang menunggu kesempatan untuk kembali ke agamanya semula.
Tidak ada paksaan untuk agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. (Al-Baqarah:256)
Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Thaha:124)
Orang-orang yang kafir (di akhirat nanti) seringkali menginginkan kiranya mereka (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (Al-Hijr:2)
Janganlah Nanda membuat permusuhan dengan sesama muslim, karena Islam melarang memutuskan hubungan kekeluargaan. Bila ada orang yang jahil terhadap Nanda, jangan lalu dimusuhi, tapi carilah letak persoalannya, seringkali hal ini terjadi karena salah paham belaka. Bila kemudian Nanda telah berusaha menjernihkan namun orang itu tetap saja tidak mau berubah, serahkanlah ini kepada Allah. Pengalaman Ayah membuktikan, bahwa orang yang demikian itu tanpa kita mintapun akan dihukum Allah.
(Di atas adalah konteks kalimat dari sang ayah yang menasehati anaknya).
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, serta dibutakan-Nya penglihatan mereka. (Muhammad:22, 23)
Keluarga yang dimaksud pada ayat di atas, tidak terbatas pada keluarga sedarah daging atau sekaruhun saja, namun sesuai dengan firman Allah berikut:
Sesungguhnya orang-orang mu'min bersaudara, maka itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat:10)
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An-Nahl:90)
Diriwayatkan dalam sebuah hadits ada seorang sahabat yang bertanya, "Ya Rasulullah, manakah amal yang paling disukai Allah?" Beliau menjawab, "Iman kepada Allah." Sahabat bertanya lagi, "Ya Rasulullah kemudian apalagi?" Beliau menjawab, "menyambung silaturahmi." Kemudian bertanya lagi sahabat, "Manakah amal yang paling dibenci Allah?" Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah!" Sahabat bertanya lagi, "Selain itu lalu apalagi ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Memutuskan hubungan persaudaraan!"
Di dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dikatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Maukah kalian kuceritakan amal-amal yang dapat mengakibatkan Allah memuliakan dan meninggikan derajat kalian?' Para sahabat pun serentak berkata, "Ya. Ya Rasulullah!" Lalu beliaupun bersabda, "Hendaknya kalian menyantuni orang yang telah berbuat bodoh terhadapmu; memaafkan orang yang menganiayamu; memberi orang yang menghalangimu; dan menyambung orang yang memutuskanmu!"
Abu Dzar ra. berkata, "Rasulullah saw. telah memberiku beberapa wasiat, yaitu agar aku:
*tidak memandang orang yang ada di atasku, tapi hanya memandang orang yang ada di bawahku,
*mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka,
*menyambung tali persaudaraan (rahmi) walaupun mereka berpaling dariku,
*tidak takut dalam perkara Allah, dan tidak takut cercaan orang,
*berkata benar walaupun pahit,
*memperbanyak bacaan "laa haulaa walaa quwwata illa billah", karena sesungguhnya bacaan itu merupakan sebuah simpanan dari simpanan-simpanan kekayaan surga.
Kesimpulannya: Semua agama itu boleh jadi baik, namun yang diridhoi Allah hanyalah agama Islam.
Bahasa itu adalah hanya semata-mata kendaraan untuk mengantarkan pesan, terpesona dengan indahnya "kendaraan,' dapat menyebabkan lalai menangkap pesan yang ingin disampaikan. *Disadur dari sebuah buku berjudul BAHAN RENUNGAN KALBU-Ir. Permadi Alibasyah(2009).
Jumat, 02 Desember 2016
Kenapa Nulis?
Alhamdulillah, bisa nulis lagi. Ceritanya paket data cepet banget habis karena dipakek buat dengerin suara sendiri di sebuah aplikasi nyanyi =D maklum, suara saya agak serak-serak kepengen ninju hohoo, dan ini hp saya kalo gak pake sinyal 4G gitu mana mau jalan. Yang penting alhamdulillah masih diberi kesempatan nulis!
Kenapa saya lebih sering menulis? Pengunjung blog yang budiman, akan saya uraikan panjang kali lebar untuk mengungkapkan di balik alasannya.
Menulis bisa dibilang hobi saya yang muncul di th. 2014, hobi? Muncul? Ya, saya adalah tipe orang yang mudah sekali dipengaruhi, dibujuk, diberi motivasi. Saat itu saya duduk di bangku kuliah semester 6, di jurusan bahasa inggris. Tapi yakinlah kalo bukan teman sekelas/sekampus gak akan percaya kalo saya ambil pendidikan bahasa inggris. Saya sendiri masih merasa mimpi dah jadi sarjana =D
Saat itu adalah mata kuliah Filsafat Pendidikan! Dosen saya adalah dosen dari jurusan bahasa indonesia, jangan tanya betapa anehnya beliau ini. Sebut saja pak T. Pak T adalah penulis yang hebat, puluhan bahkan ratusan buku tentang sastra dan pendidikan sudah beliau terbitkan.
Kok aneh? Ya aneh, orang kalo belum tau kalo beliau ini dosen pasti dikira seorang mahasiswa pascasarjana. Kesana kemari ngisep rokok, sedikit-sedikit ngomong kasar, lalu bagaimana tentang penampilan beliau? Wah, sangat awut-awutan! (Maaf) orang kalo gak liat beliau bawa mobil-cuma jalan kaki gitu, bisa dikira orang gila, matanya jelalatan kesana kemari =D
Saya suka dengan pembawaan beliau yang penuh kharisma jika sudah bertatap langsung dalam jam kuliah, seorang dosen yang humoris-romantis kalo udah ngomongin puisi (hak eyalah dosen sastra!)-motivator yang hebat-dan satu yang tidak ketinggalan, orangnya peluluh wanita banget =D kata-katanya itulho! Bikin mahasiswinya bertanya dalam hati, "Pak, adakah lelaki yg masih single yang kata-katanya bisa seperti bapak?" Wakz!
Beliau ini pernah bercerita tentang kisah cintanya yang kandas karena faktor ekonomi. Pak T selalu menghadap ke jendela jika menceritakan yang namanya "Mariyati". Itu nama mantannya yang lebih memilih lelaki mapan daripada pak T muda yang berasal dari keluarga tak berada.
Selalu tak ketinggalan puisi untuk si Mariyati, "pak T sepertinya kok masih cinta ya?", batinku. Tapi tiba-tiba beliau nyeletuk, "cinta bathukmu! Nek cinta yowes rabi duwe anak karo mariyati aku ne ". =D ngomongnya sambil natap kemataku. Mati, emang katanya sih beliau ini bisa baca pikiran dab! Makanya kalo pas mata kuliah beliau mending gak mikir macem-macem plus gak usah natap matanya beliau!=D jujur saya kangen saat ribut riuh suara ketika mata kuliah beliau. Penuh motivasi, membangun, saling sahut-menyahut. Rasanya nano-nano antara apa ya, takut kebaca fikiran sama saat itu adalah kuliah yang menyenangkan. Jadi bisa dibilang setengah tegang =D
Bagaimana bosannya dengan sehari-hari berbahasa inggris; dan beliau tampil dengan bahasa kesayangan yg dimodif di sajak-sajak indahnya. Intinya kuliah beliau ini bikin segerlah!
Saya termotivasi oleh beliau, bahwa tulislah yang ingin kamu tulis! Apapun tulisannya itu adalah gambaran suara hatimu! Anak pikirmu! Anak itu terlahir dan itu adalah opini indahmu! Saya selalu ingat tentang menulisnya beliau. Bahkan saya berniat ingin berbagi kisah nyata saya dengan beliau, saya fine aja jika diangkat menjadi novel yang diambil dari kisah nyata. Tapi sepertinya beliau masih sibuk dengan S3 nya, jadi script untuk sementara masih berada di tangan saya. Semoga th depan saya berani ngomong "ini script enaknya dibawa kemana pak?", gramedia tidak mungkin-paling tidak gagasmedia tidak menolak :), aamiin