Setiap manusia memiliki hati, entah untuk merasakan maupun menyisakan luka.
Ia kokoh menikmati takdir dimana hanya ia dan Penciptanya Yang tahu.
Setiap individu menikmati bayang semu, walau jutaan mata memukau ia hangat menikmati setiap detik
dimana hati tak sadar melukai hati lainnya.
Dengan percaya diri meraba sesuatu yang tak pasti, ah ya dalam kisah cinta Arjuna tak banyak kata
Merasa bisu seakan aksi menjadi nomor satu dan biarkan bibir ini membisu.
Sepi, lalu aku hanyut dalam kediaman semu berantai hati yang terluka tanpa sedikitpun kata yang terbaca.
Ponorogo, 16 Juli 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar