Kamis, 19 Januari 2017

Senja di Januari

Aku tau aku adalah yang terdalam
Aku tau aku adalah yang terluar
Tanpa kau berkata-kata padakupun, aku tau apapun di balik sorot mata serta senyum palsumu
Aku adalah aku yang menebar rasa rindu dan bencimu
Aku adalah aku yang tak kuasa untuk terus mencarimu, meski kutemukan dirimu dan membuat remuk hatiku aku pasti tak pernah berhenti mencari.
Aku bukan saja kehilanganmu, namun aku kehilangan semua yang ada pada diriku
Aku menjadi salah tingkah, tak tau arah, apalagi resah dan gundah masih saja betah
Apa ini bernama "karma" ? Hidupku tak lagi nyaman. Haruskah kejujuran berbuah ketidaknyamanan? Sampai kapan Tuhan?
Jika Kau ingin remukkan hatiku silakan! Bahkan aku sudah mempersiapkan jauh hari sebelum kukatakan kebenaran!
Aku siap! Dan selalu siap menerima apapun Yang Kau putuskan! Ah aku lelah benar2 lelah untuk memikirkan. Tapi, kenapa takmau berhenti? Seolah-olah otakku hanya tertuju pada pada pada masalah duniawi. Sudah menghamba kah aku Tuhan pada keduniawian? Ampuni aku. Bahkan aku tak mampu tunjukkan kebenaran pada diriku. Senjamu pasti, akan segera berlalu bersama rindu dan benci. Dan aku disini hanya bersaksi, bahwa aku pernah memiliki.

Tidak ada komentar: