Sabtu, 28 Juli 2018

Kenapa, hem?

Kenapa kau masih gundah?
Kenapa kau terus saja resah?
Apa kau juga masih saja mengecap rasa yang bernama "gelisah"?
Hmm, aku bertanya tanpa tujuan
Sebab aku sadar, tak kan ada lagi yang namanya tujuan semenjak kau tutup pintu yang bernama harapan
Aku terlalu munafik bukan?
Aku bukan lagi kita
Sebab itu hanya cerita fiksi dewasa,  semenjak kau ingin menutup semua cerita layaknya waktu senja, sebentar saja tak pernah kau indahkan kataku yang ingin berkawan selamanya
Ini gila, tapi begitulah adanya
Kau mungkin muak dengan makhluk yang bernama hamidah
Tapi percayalah, kau harus jadi kau
Jangan jadi orang lain, apalagi jadi masalalu
Jangan lagi, sebab kau hanya akan merindu (lagi) tanpa obat, layaknya manusia mati dengan panjang sekarat
Ini berat, kau nggak akan kuat
Biar aku sendiri tanpa ada yang menemani
Ini akan lebih baik untukku bisa memahami dan menyelami diriku sendiri
Teruslah tumbuh, menjadi suatu harapan seperti yang keluargamu dambakan
Aku hanya sekelumit bayangan yang memberimu sedikit pelajaran, memberimu sedikit ganjaran
Mmm memberimu banyak kesalahfahaman
Sebab kau dan aku ini punya tuhan,
maka apabila memang benar rasa ini tak bertuan,
cukuplah aksara dan waktu yang akan memberikan jawaban
Semudah itu bukan?
Sudah-sudah, serahkan semua pada Tuhan Tuhan itu maha asyik, juga maha baik.
Sstt, matamu jangan melirik!
Terlalu indah. #tittiuw
Wkwkk~

Rabu, 15 Maret 2017

Semoga

Ya, semua terlihat mudah ketika aku membayangkan pada saat itu. Dan kali ini kualami sendiri, ini sulit. Tak semudah yg kubayangkan saat itu. Aku menjadi manusia yg yakin jika kau mengerti, kau paham akan kesalahanku. Aku jadi manusia paling PD saat itu, aku manusia sok tau akan siapa sebenarnya dirimu. Ahsudahlah, aku hanya menunggu. Ya, menunggu kau bahagia aku pasti ikut bahagia. Semoga~

Kamis, 19 Januari 2017

Senja di Januari

Aku tau aku adalah yang terdalam
Aku tau aku adalah yang terluar
Tanpa kau berkata-kata padakupun, aku tau apapun di balik sorot mata serta senyum palsumu
Aku adalah aku yang menebar rasa rindu dan bencimu
Aku adalah aku yang tak kuasa untuk terus mencarimu, meski kutemukan dirimu dan membuat remuk hatiku aku pasti tak pernah berhenti mencari.
Aku bukan saja kehilanganmu, namun aku kehilangan semua yang ada pada diriku
Aku menjadi salah tingkah, tak tau arah, apalagi resah dan gundah masih saja betah
Apa ini bernama "karma" ? Hidupku tak lagi nyaman. Haruskah kejujuran berbuah ketidaknyamanan? Sampai kapan Tuhan?
Jika Kau ingin remukkan hatiku silakan! Bahkan aku sudah mempersiapkan jauh hari sebelum kukatakan kebenaran!
Aku siap! Dan selalu siap menerima apapun Yang Kau putuskan! Ah aku lelah benar2 lelah untuk memikirkan. Tapi, kenapa takmau berhenti? Seolah-olah otakku hanya tertuju pada pada pada masalah duniawi. Sudah menghamba kah aku Tuhan pada keduniawian? Ampuni aku. Bahkan aku tak mampu tunjukkan kebenaran pada diriku. Senjamu pasti, akan segera berlalu bersama rindu dan benci. Dan aku disini hanya bersaksi, bahwa aku pernah memiliki.

Minggu, 15 Januari 2017

Masih

Januari ini memang masih tentang kamu
Seberapa jauh ragaku berlari menjauhimu
Batin ini berteriak hebat untuk mendekatimu
Tak peduli bahkan takmau tau kebenaran yg telah nyata
Kau sudah mengubah semua dan aku takmau menjadi diriku
Sungguh memalukan namun tak pernah tau malu.
Rinduku masih tetap sama, i miss you bunch
Entahlah, ingin rasanya kuteriak di depanmu melumpuhkan keangkuhanmu serta egomu
Kau menjadi sedingin salju di musim es
Kau pasti akan bilang aku yang membuatmu menjadi seperti itu? Tidak kekasih, aku hanya menjalankan skenario Tuhanmu.
Pergilah! Kembalilah!
Begitu terus sampai meledak fikir dan batinku.

Rabu, 04 Januari 2017

Oh..

I think I'm losing my mind now...
Its in my head, darling I hope
That you'ill be here, when I need you the most!

Minggu, 01 Januari 2017

Selamat 2017

Selamat tahun baru semuanya, semoga tahun ini lebih baik dari tahun2 sebelumnya.
1st time without you at the new years night, but I really hope you're better than yesterday... I miss you bunch!