Minggu, 13 November 2016

Maaf (lagi)

Ada yang pernah meminta maaf namun tidak dimaafkan? Ada yang pernah memutuskan untuk memaafkan namun bersyarat?
Ya, semua tidak semudah yang kita fikirkan dan bayangkan. Saat kita yakin kita dapat mewujudkan keinginan, saat itulah kita mulai terperdaya sama yang namanya angan-angan.
Kita tau hidup ini tidak semudah omongan om MarioTeguh, tidak semudah mengetik keypad hp, tapi coba kita tanamkan sifat Tuhan Yang mau memaafkan~Al-Ghofur! Yang Maha Pemaaf.
Kita tau ada begitu banyak nama-nama Tuhan Yang baik, 99 nama yaitu Asmaul-Husna. Untuk apa? Untuk menjadikan kita manusia yang manunggaling kawulo Gusti. Apa itu? Menyatunya jiwa seseorang dengan tuhannya. Bagaimana maksudnya? Lhaini! Jangan bilang ini ada hubungannya dengan ajaran syeh siti jenar yang dihukum mati sama wali songo. Hanya sebuah opini saya bos!
Lagi lagi saya harus menyinggung soal memaafkan. Meminta maafpun sebenarnya sama sulitnya dengan memberi maaf. Mikirnya gini, iya kalau dimaafkan nah kalau tidak dimaafkan? Itu pikiran kita sebelum meminta maaf pastinya ya. Nah kalau tidak dimaafkan? Yasudah penting berani mengakui kesalahan itu sudah benar. Akibatnya gimana? Tanggung sendiri dan jangan ikutkan orang lain di dalamnya! Jadilah kuat dengan menghadapi masalahmu sendiri, Innallaha ma'ana! Tuhan selalu ada bersama kita. Jadikan pelajaran bahwa mendapat maaf itu tidak mudah. Dan jangan ulangi lagi untuk kesalahan yang sama pada orang yang berbeda.
Apa kabar bagi mereka yang sulit memaafkan? Sakit hati dan kecewa sudah tertanam sejak si peminta maaf meminta maaf. Penyesalan di belakang layar selalu menjadi derita baginya. Lalu apa sebenarnya yang dibutuhkan mereka ini? Sedangkan si peminta maaf hanya bisa meminta maaf utk segala kesalahannya. Mengembalikan waktu yang telah menjadi kesalahan adalah sesuatu yang tidak mungkin, hanya perbaikan diri yang bisa mereka lakukan. Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Waktu, ya mungkin hanya waktu yang mereka butuhkan. Untuk melupakan kekecewaan dan penyesalannya.
"Belajarlah mengalah sampai tak seorangpun mampu mengalahkanmu, belajarlah merendah sampai tak seorangpun mampu merendahkanmu". ~ maaf ~

Readlah!

Ada yang tau apa itu karma? Ya, balasan atas perbuatan yang sudah dilakukan seseorang. Kejujuran itu juga berbuah karma kah? Bukankah selalu tertulis kejujuran berbuah manis?  But I never meet them.
Kesabaran atau kejujuran? Saya kira kesabaran. Karena kenyataanya jujurpun klo sudah kelewatan yasudah. Tiada maaf bagimu! Gak ada yang namanya manis.
Manusia tempatnya khilaf, saya sempat mikir sesuatu yang sudah terjadi dan ayo kita perbaiki kedepannya gak perlu bermusuhan kaya gini, manfaatnya apa coba?! Hidup lu gak akan tenang bro!!! Lu masih dendam lu masih benci sama gue! Sama! Gue juga gk kan tenang hidup gue ada pembenci macam lu! Yok lah, kita dah dewasa! Kenapa macam nak TK klo ketemu mesti kabur. Terpaksa pkek lu-gue, lagi mangkel!

Sabtu, 12 November 2016

Menjaga, namun...

Suara langkah kecil itu perlahan menjauh, mas Krisna masih mematung antara sadar dan tidak. Dalam hatinya hancur, bagaimana mungkin seseorang yang selama ini melukis harinya lebih memilih pergi dengan alasan ketidakcocokan akhir-akhir ini. Gila, alasan yang benar apalagi jika tanpa sebab adanya pihak ketiga dalam suatu hubungan, pasti tak kan ada kata-kata seperti itu.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah menuju masjid dimana ia bekerja kini, di sebuah rumah sakit. Dia tau ada yang lebih penting selain membenci mantan wanitanya, dia ambil air wudhu, penuh kehinaan melangkah pada shaf pertama di belakang imam. Pagi itu, baginya Dhuha yg berbeda. Biasanya terselip doa untuk sang wanita, hatinya bagai terpukul saat sujud terakhir selalu menyebut nama wanitanya dalam doa. Air matanya deras membekas di sajadah, "Ya Tuhanku, aku sadar dia bukan tulang rusukku yang Kau ciptakan untukku. Pun dia hanya seseorang yang Kau ujikan untukku. Terimakasih untuk waktu yang tidak lebih jauh lagi untukku menjaga jodoh yang bukan jodoh hamba. Kau tau yang terbaik bagi hamba-hambamu Tuhan, maka angkatlah sakit hatiku dan hilangkan ingatanku tentang jodoh orang lain itu Tuhan". Aamiin
Setelah selesai dengan empat rakaatnya pagi itu, mas Krisna kembali bekerja. Sakit hatinya membuatnya tak ingin bertemu waktu luang. Waktu luang hanya membuat ia teringat bersama wanita yang meninggalkannya dulu. Ia hanya cukup berterimakasih pada sang pencipta bahwa dia sudah dipercaya untuk menjaga, ya menjaga jodoh orang lain tadi. Dan ia pun juga berharap, semoga jodohnya yang dijaga orang lain segera dipertemukan dengannya. Begitulah, saling menjaga namun tidak bersama selamanya.
Itulah mengapa disebut sebagai skenario. Ada sang sutradara dan team kreatif yang siap membuat hidup ini indah ataupun sebaliknya, berakhir manis ataupun pahit, semua sudah tertulis rapi di naskah-Nya!  *theEnd

Kamis, 10 November 2016

Terasing

Sebenarnya bukan itu yg kita tuju
Juga bukan itu harapannya
Aku dan kau mulai lelah dengan sandiwara dan berharap semua punah jangan ada yg tersisa.
Sudah tentu gelombang menerjang badaipun berkunjung datang, terus saja ribut tak bertepi di sebuah lorong gelap butuh gemerlap.
Tak ayal hanya ada suara berbisik lirih, terus berbisik di antara dua berbeda, samar namun tau kau sedang apa,  mengapa terus saja bergumam tak karuan. Hidup ini rumit, ada tanda hitam yg tak nampak oleh insan. Jaring laba-laba di tembok ratan putih mulai sirna, hilang entah termakan usia atau menuju juruwaktu. Semua tak jelas dan makin tergilas! Akhirnya aku benci diriku sendiri.

---------------------------

Oh ye #selamatharipahlawan
Yg sedang menanti pahlawan mana suaranya :D eit, jangan baper@!
Life is beautiful.... katanya sih!  😃

Selasa, 08 November 2016

Secangkir Kopi dengan Baygon!

Secangkir kopi malam ini membuatku teduh
Kok teduh? Ya, soalnya luar hujan...
Sepasang muda-mudi berlari mendekatiku, menatapku seolah bertanya "masih ingatkah kamu dengan kita?", lalu aku cuek ... lhawong aku tidak peduli kalo mau pacaran ya monggo, ning ojo nengarepku bok pikir aku Baygonmu, batinku. Ehladalah, ternyata sepasang muda-mudi itu temen SMPku. Assemmm asemm~sorry cah, lagi fokus wifi-an sama menikmati secangkir kopi. Jangan dimasukkan kedalam hati ya, yok ngobrolcantik.... oke, Baygon disumet sambil bernostalgila demi temen SMP hahahaaaa nakdeekk :D

Kamis, 27 Oktober 2016

Setelah...

Pagi itu seperti biasa, kegiatan rutinku olahraga pagi, walaupun hanya jogging kecil bolak-balik di depan gang rumah itu cukup membuat keringat di tubuhku keluar. Maklum kelebihan berat badan sedikit banyak membuatku malas untuk lari jarak jauh. Setelah saat itu, ya saat itu saat aku mencoba menjadi diriku-sendiri ada saat dimana aku harus fokus untuk  apa dan bagaimana aku harus lebih berani untuk mengambil resiko kesalahan-kesalahanku. Setiap waktu masih terbayang, bagaimana berperan aktif menjadi orang lain untuk membuat orang lain apa ya, masih kaku untuk mengungkap tujuannya apa. Masih samar, layaknya kaca mobil yang kehujanan dan AC di dalamnya mati. Begitulah, alur cerita yang kurang masuk di akal dan terkesan rumit. Inilah yang namanya dunia, penuh dengan kepalsuan bagi mereka yg benar-benar meyakini akhiratnya. *Gobedkham*

Senin, 17 Oktober 2016

Puisi/sajak sepi

S-E-P-I

Aku seperti berjelaga hitam kelam,
 menepi suram serasa sendiri di keramaian
Bising suara alam dan insan tak kuhiraukan
Masih dengan pelukan kenyataan
Lalu kutemui dalam sebuah mimpi kejutan
Menjadi tak pernah nyaman.

Dan kucoba tegakkan badan
Merinding, kutatap kaca sesekali
Ini aku bukan?
Aku yang mana lagi?
Se-beranikah ini aku?
Aku lagi?
Se-jahat inikah namaku?
Nama yang mana?
Semoga ini adalah karunia, sepi untuk meratapi. 
Sendiri untuk menanti "nur akhiriyah"
sebuah nama sebuah doa.
*Gobedkham*