Tampilkan postingan dengan label duniaremaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duniaremaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2016

Di Balik Awan ada Kehidupan

Genggam tanganku ini
Dan rasakan yang kuderita
Semua yang kuinginkan menjauh dari kehidupan
Apa yang kuberikan tak pernah jadi kehidupan... Peterpan~di balik awan

Ada yang tau maknanya apa? Ternyata mengisahkan kehidupan seseorang setelah mati. Seseorang yang telah mati ternyata masih dapat melihat dunia mereka yang masih hidup. Maka benar jika ada hadits yang menyatakan bahwa pada malam Jum'at kita diwajibkan setidaknya mengirim Al-fatihah pada saudara yang telah mati. Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, bahwa putuslah segala amal seseorang setelah dia mati kecuali 3 perkara: 1. Ilmu yang bermanfaat, 2. Amal jariyah, dan 3. Anak sholeh yang mendoakan si mati.
Pertanyaan saya jatuh pada nomor 3, "jika seseorang mati sebelum punya anak bagaimana cak?" Ternyata yang dimaksud anak sholeh itu bukan hanya anaknya si mayit. Tapi mereka yang mau mendoakan si mayit, entah itu masih ada hubungan darah ataupun tidak, mereka yang mau mendoakan si mayit layak disebut sholeh. Nah makanya ada acara tahlilan, kirim doa bagi si mayit.
Semua manusia yang telah mati berhak atas ketiga amalan tersebut. Jangan tanya kalau masih bayi terus mati? Kan bayi juga manusia?  bayi itu masih suci. Dia belum mengerjakan amalan apapun. Ketiga amalan yang tidak putus yang dimaksud di atas itu untuk mereka yang sudah baligh, tau baligh? Yang sering ceramah di masjid. Itu mubaligh bro! :D
Baligh itu dewasa, tau mana yang benar mana yang salah. "Anda disini sudah baligh kah? Alhamdulillah kalau sudah, jika anda mati nanti anda sudah berhak dengan ke-3 amalan itu", seng jomblo rasah kadohan mikir anak ~ rabi wae durung! :D
jawab caknun polos sambil nyekikik.

Sabtu, 12 November 2016

Menjaga, namun...

Suara langkah kecil itu perlahan menjauh, mas Krisna masih mematung antara sadar dan tidak. Dalam hatinya hancur, bagaimana mungkin seseorang yang selama ini melukis harinya lebih memilih pergi dengan alasan ketidakcocokan akhir-akhir ini. Gila, alasan yang benar apalagi jika tanpa sebab adanya pihak ketiga dalam suatu hubungan, pasti tak kan ada kata-kata seperti itu.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah menuju masjid dimana ia bekerja kini, di sebuah rumah sakit. Dia tau ada yang lebih penting selain membenci mantan wanitanya, dia ambil air wudhu, penuh kehinaan melangkah pada shaf pertama di belakang imam. Pagi itu, baginya Dhuha yg berbeda. Biasanya terselip doa untuk sang wanita, hatinya bagai terpukul saat sujud terakhir selalu menyebut nama wanitanya dalam doa. Air matanya deras membekas di sajadah, "Ya Tuhanku, aku sadar dia bukan tulang rusukku yang Kau ciptakan untukku. Pun dia hanya seseorang yang Kau ujikan untukku. Terimakasih untuk waktu yang tidak lebih jauh lagi untukku menjaga jodoh yang bukan jodoh hamba. Kau tau yang terbaik bagi hamba-hambamu Tuhan, maka angkatlah sakit hatiku dan hilangkan ingatanku tentang jodoh orang lain itu Tuhan". Aamiin
Setelah selesai dengan empat rakaatnya pagi itu, mas Krisna kembali bekerja. Sakit hatinya membuatnya tak ingin bertemu waktu luang. Waktu luang hanya membuat ia teringat bersama wanita yang meninggalkannya dulu. Ia hanya cukup berterimakasih pada sang pencipta bahwa dia sudah dipercaya untuk menjaga, ya menjaga jodoh orang lain tadi. Dan ia pun juga berharap, semoga jodohnya yang dijaga orang lain segera dipertemukan dengannya. Begitulah, saling menjaga namun tidak bersama selamanya.
Itulah mengapa disebut sebagai skenario. Ada sang sutradara dan team kreatif yang siap membuat hidup ini indah ataupun sebaliknya, berakhir manis ataupun pahit, semua sudah tertulis rapi di naskah-Nya!  *theEnd