Catatan seseorang yang tak pernah tau arah, melawan arus yang kadang sesekali lelah, tapi... terus ia lewati entah sampai kapankah nanti.
Dermaga hanya ilusi yang membatu, tak pernah menjadi nyata sejak ia suka mengkhayalkannya.
Arus ini terlalu deras untuk ia selami sendiri, sunyi dan sunyi selalu menghampiri.
Kau, menyayangi ilusiku sedang aku menyayangi nyatamu!
Tuhan sungguh Maha Asyik, masuk celah mana dan keluar dengan celah mana.
Rindu ini kau mungkin bisa bilang palsu, karena aku bukan asli kepalsuan itu
Terserah langkahmu, aku hanya butuh waktu untuk melepasmu sebagai tawanan nyataku.
Aku hancur dengan kiblat tak terarahku, kepingan itu biarkan tergilas dan jadi abu
Biarkan angin membawanya pergi dan menjadikannya hujan untuk tanaman
Aku enggan melupakan, aku enggan untuk berteman. Aku kan memilih berada di antara 2 pilihan,
bukan neraka ataupun surga
Bukan kesulitan ataupun kemudahan,
Bukan kesedihan ataupun kesenangan,
Tapi dengan sebutan "sebuah usaha melupakan. . ."
Ya, aku hanya harus melupakan dan terus berjalan untuk temukan jalanku sendiri.
Blog yang tidak penting. Judulnya saja malei, apalagi isinya. Semua yang ada di pikiran, saya tuangkan. Tulisan seperti panggilan kejiwaan. Tertoreh njlimet ngasi mumet. Blog ini saya buat untuk media belajar apapun bidangnya kecuali Matematika (sering gapake logika haha). Apapun itu tulisan saya, insyaAllah ada pelajaran di dalamnya. Apabila ada kesamaan dalam hal apapun itu, saya pribadi mohon maaf sekali. Dan akhirnya, ayo nge-blog kawan. Semoga bermanfaat. Aamiin ~
Sabtu, 24 Desember 2016
Sebuah Usaha Melupakan
Jumat, 23 Desember 2016
Om Telolet Om
Lagi naik daunnya omtelolet, padahal itu sudah ada sejak th.2015 kemarin. Om telolet mengungkapkan kepolosan anak-anak yang nunggu di pinggir jalan dan mengisyaratkan agar pak sopir membunyikan klakson teloletnya, begitu sederhananya sebuah kebahagiaan itu. Tentunya pak sopirpun juga ikut bahagia, lhawong teloletnya selalu ditunggu oleh mereka.
Om telolet sudah mendunia, bahkan ilmu cocoklogipun sudah menafsirkan "hati2, omtelolet bisa mengakibatkan dangkalnya aqidah"! Wah lagi-lagi... kita nganggepnya cuma hiburan keles om, kenapa lagi-lagi aqidah? Bukankah semua tergantung oleh niat? Om niat om. Om hiburan om.
Om: sebuah salamnya orang Hindu
Telolet: terompetnya orang Yahudi (katanya)
Yaelah....kami butuh hiburan doang!!!
Di saat yang lainnya sibuk ngurus kasus Al-Maidah, jamaah subuh di tanggal cantiklah, itu apa itu? Bukankah seharusnya jamaah subuh itu tiap hari?! Pakek gerakan 212 nya Wiro Sableng? Dan semua topik itu sekarang berganti om telolet om, lama-lama muncul juga nih "om telolet om pengalihan kasus ahok". Duh, miris!
Sepertinya akan begitu memang; lihat saja! Om telolet om juga pastinya meramaikan th baru 2017 ya, secara tahun baru identik dengan telolet-teloletan =D udah biarin aja orang omong aqidah, bidah atau apalah, orang niatnya sekedar hiburan. Yang penting kita gak lupa sama siapa Yang udah ngasih kebahagiaan kita, Yang udah bikin kita ketemu sama demam telolet. I think It will be fine! Hidup #omteloletom !! :)
Selasa, 20 Desember 2016
Senin, 19 Desember 2016
Bu...
Bu, aku ingin sekali-kali kembali ke masa kecilku
Masa dimana aku hanya mengenalmu
Dengan tawa dan canda itu, aku benar-benar aku
Dengan lembut dan harumnya kasih sayang itu, aku benar-benar diriku
Celotehku yang murni, tangisanku yang memecah sunyi karena ingin memelukmu lebih erat lagi
Bu, ibu... jangan tinggalkan aku lagi...
Aku lelah dengan polah tingkah yang tak terarah
Aku lelah menapaki lembah yang menangis darah
Aku ngilu, muak dengan kehidupan yang sembilu menusuk kalbu
Kalbu yang mana bahkan aku tak tau bu...
Bu... tetaplah di sampingku. Aku hanya sayang padamu!
Minggu, 18 Desember 2016
Ibuku, Semangatku
Pagi ini dengerin ceramahnya ibu, terbersit pikiranku mungkin suatu saat nanti akupun juga akan seperti beliau, tukang ceramah. A-Z itu pesan semua, mulai dari semangatin aku yang sekarang pengacara sudah 10 bulan sampai harapan-harapan beliau yang banyak sekali, belum satupun aku memenuhi. Aku anak terakhir, mungkin bisa dibilang aku manja ya terserah orang mau berkata apa. Nyatanya saya memang manja, dan yaudah gitu aja.
Bu, aku tau doa2mu yang amat baik itu terlalu amat baik untukku. Selalu berharaplah pada Yang Kuasa, jangan kepadaku. Aku ini milikNya, hanya Dia Yang Kuasa, hanya Dia Yang berhak Mengaturku. Bu, aku tau aku bukan anakmu yang berbakti. Tapi aku ingin bu, sungguh. Aku ingin wujudkan cita-citamu dan harapanmu sebisaku. Akupun tak bisa berjanji, takut tak kutepati. Karena Dia Yang Maha Mengetahui. Cukup; cukup doakanku di setiap malammu dan jangan terlalu berharap lebih padaku bu. Tapi pada Dia, pemilik kita. Pemilik aku dan kamu, bu!
Aku tau setelah ceritaku tadi hatimu menangis, air mata itu adalah tanda bahwa kamu sayang aku, bahwa aku ini anakmu. Jangan dendam bu! Allah tak suka orang pendendam. Cukup diamkan orang-orang yang sudah menyakiti kita, mungkin ini karma bu. Anakmu ini bukan orang baik lo.
Mungkin saat ini yang lebih kita butuhkan adalah lebih bersyukur saja bu, ingat saudara yang di Aleppo ya bu.. mereka lebih sakit hati daripada kita. Mereka diusir dari tanah mereka, mereka direbut haknya. Ikhlaskan ya bu, jangan jadi pendendam! Anakmu ini bukan pendendam bu, jadi jangan ajarkan yang seperti itu bu. Walaupun sakit, pahit, semua itu datangnya dari Allah.
Sabtu, 17 Desember 2016
Selamat Malam Minggu
Malam Minggu, selamat malam...
Saya kehilangan selera menulis karena beberapa hal, salah satunya karena anak-anak yang nakal setiap malam memilih main kerumah sampai larut malam. Sebenarnya tidak banyak hal yang kami lakukan, selain gitaran dan ngopi sambil menunggu pagi. Pernah sampai jam 3 pagi dan mata saya dibuatnya tidur seharian penuh.
Entahlah, mungkin saat ini harus banyak bersyukur karena memiliki banyak penghibur. Jujur, kesendirian membuat saya sepi dan teringat lagi. Rasanya saya ingin pergi jauh dan memulai kehidupan baru dengan suasana baru, orang-orang yang baru, situasi yang baru tentunya dengan perasaan yang baru pula. Udahgituaja!