Catatan seseorang yang tak pernah tau arah, melawan arus yang kadang sesekali lelah, tapi... terus ia lewati entah sampai kapankah nanti.
Dermaga hanya ilusi yang membatu, tak pernah menjadi nyata sejak ia suka mengkhayalkannya.
Arus ini terlalu deras untuk ia selami sendiri, sunyi dan sunyi selalu menghampiri.
Kau, menyayangi ilusiku sedang aku menyayangi nyatamu!
Tuhan sungguh Maha Asyik, masuk celah mana dan keluar dengan celah mana.
Rindu ini kau mungkin bisa bilang palsu, karena aku bukan asli kepalsuan itu
Terserah langkahmu, aku hanya butuh waktu untuk melepasmu sebagai tawanan nyataku.
Aku hancur dengan kiblat tak terarahku, kepingan itu biarkan tergilas dan jadi abu
Biarkan angin membawanya pergi dan menjadikannya hujan untuk tanaman
Aku enggan melupakan, aku enggan untuk berteman. Aku kan memilih berada di antara 2 pilihan,
bukan neraka ataupun surga
Bukan kesulitan ataupun kemudahan,
Bukan kesedihan ataupun kesenangan,
Tapi dengan sebutan "sebuah usaha melupakan. . ."
Ya, aku hanya harus melupakan dan terus berjalan untuk temukan jalanku sendiri.
Blog yang tidak penting. Judulnya saja malei, apalagi isinya. Semua yang ada di pikiran, saya tuangkan. Tulisan seperti panggilan kejiwaan. Tertoreh njlimet ngasi mumet. Blog ini saya buat untuk media belajar apapun bidangnya kecuali Matematika (sering gapake logika haha). Apapun itu tulisan saya, insyaAllah ada pelajaran di dalamnya. Apabila ada kesamaan dalam hal apapun itu, saya pribadi mohon maaf sekali. Dan akhirnya, ayo nge-blog kawan. Semoga bermanfaat. Aamiin ~
Sabtu, 24 Desember 2016
Sebuah Usaha Melupakan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar