Sabtu, 24 Desember 2016

Sebuah Usaha Melupakan

Catatan seseorang yang tak pernah tau arah, melawan arus yang kadang sesekali lelah, tapi... terus ia lewati entah sampai kapankah nanti.
Dermaga hanya ilusi yang membatu, tak pernah menjadi nyata sejak ia suka mengkhayalkannya.
Arus ini terlalu deras untuk ia selami sendiri, sunyi dan sunyi selalu menghampiri.
Kau, menyayangi ilusiku sedang aku menyayangi nyatamu!
Tuhan sungguh Maha Asyik, masuk celah mana dan keluar dengan celah mana.
Rindu ini kau mungkin bisa bilang palsu, karena aku bukan asli kepalsuan itu
Terserah langkahmu, aku hanya butuh waktu untuk melepasmu sebagai tawanan nyataku.
Aku hancur dengan kiblat tak terarahku, kepingan itu biarkan tergilas dan jadi abu
Biarkan angin membawanya pergi dan menjadikannya hujan untuk tanaman
Aku enggan melupakan, aku enggan untuk berteman. Aku kan memilih berada di antara 2 pilihan,
bukan neraka ataupun surga
Bukan kesulitan ataupun kemudahan,
Bukan kesedihan ataupun kesenangan,
Tapi dengan sebutan "sebuah usaha melupakan. . ."
Ya, aku hanya harus melupakan dan terus berjalan untuk temukan jalanku sendiri.

Tidak ada komentar: