Ponorogo, Jabung-Mlarak, Rumah babe-mamah, 13 Agustus 2018 pukul 11:00 PM - sebelas malam
Aku seperti biasa, kalo gak keluar keluyuran ngopi ya tiduran santai di kamar untuk main hp dan dengerin musik-musik dari aplikasi Joox. Setelah Isya' sampai pukul 11, dengan hp menancap di badan charger serta ditemenin buku-buku bacaan. Jangan salah, itu sudah sedikit memberikan ruang bahagia bagiku. Bersyukur masih bisa membaca, bersyukur masih bisa mendengarkan lagu-lagu yang disuka, ya begitulah aku di waktu luangku. Kalo gak baca-nulis-denger lagu-main sosmed. Ya gitu-gitu aja emang. So bored ya?
Tepat jam sebelas, aku beranjak dari kasurku dan lagi mikir tuh "tidur dimana ya babe"? Lalu menuju tempat biasanya beliau tidur. Dan aku tidak menemukan beliau, hanya bantal tertumpuk rapi. Lalu, aku menuju ke ruang tamu. Wow, that's right. "be.. kenapa harus sekarang tuanya be"? dalam hati kenapa gak 50 th lagi gitu. Batinku seperti runtuh, ingin menangis tapi takut jatuh (2 menitan bertahan gak nangis, sempet memfoto babe tidur). Babe, orang yang notabene kerasnya minta ampun, pernah darah tinggi (alhamdulillah bisa sembuh). Sekarang sudah benar-benar, lunak sekali. Entah itu lunak untuk usianya maupun sikap dan perilakunya.
Tidur njingkrung di kursi panjang ruang tamu, dengan selimut sarung (karena dikasih selimut tebal enggak mau). "Ah, rasanya aku gak tega melihatnya lama-lama". Lalu aku putuskan berjalan santai keruang tamu rumah babe satunya lagi. Dalam hati, "udah, stay cool gak ada apa-apa, harus kuat". Ya Allah aku gak bisa untuk enggak nangis. Bahkan aku sangat sangat nangis. Sebab aku sempat memfoto beliau, aku pikir aku akan punya foto saat beliau sudah tidak mau lagi tidur di kasur, saat beliau memilih ruang tamu dan kursi panjang sbg alas tidurnya.
Aku, aku begitu terpukul melihat dengan mata kepalaku sendiri. "Aku akan belajar dari hidupmu be, aku akan jadi anakmu yang lebih baik lagi. Aku, aku insyaAllah akan membawa nama baikmu be. Aku, aku mohon jangan pergi dulu sebelum aku mampu membuatmu bangga punya aku". Ah, aku hanya bisa bergumam dalam hati dengan misek-misek. Semoga ada malaikat liwat dan ikut meng-aamiin-kan. Be, I love you till the end of time-without you, I haven't life in this world - sehat terus yoo bee, daganganmuu jik loro looo!! huhuhuh ;(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar