Bismillah...
Hari ini benar, hari yang cukup menyenangkan juga menggelikan. Bagaimana tidak? Sejak pagi aku pamit ke orang rumah untuk ikut temenku kerja. Dengan alasan aku juga mau cari kerja (kan biar boleh keluar, dan dapet sangu). Udah kaya karyawan sebuah perusahaan, pukul 8 tepat berangkat.
Aku, seperti biasanya. Mau diprepare atau enggak, pasti ada saja yang tertinggal. Dengan PD (percaya diri; udu podo dekkae) bawa powerbank penuh (sudah aku ces semalem). Dengan PD nanti kalo temen masih kerja, aku bisa jalan-jalan ke kota, entah ke alon-alon atau mesjid2 di sana gak apa2. Untuk transportasi? Kan ada aplikasi GoJek. Dan harapan serta angan selalu begitu saja, ternyata kabel data ndak aku bawa. Pinternya dari jaman belanda masih selalu setia, mengikuti dimanapun aku berada.
Yasudah, akhirnya ditaruhlah aku ke sebuah apa ya tadi, suatu tempat ada kolam renang; kaya restoran setengah cafe; setengah angkringan; setengah tempat fitnes. Ya, namanya itu iclub_madiun. Yaitu, lalu pesen minum sama menikmati pemandangan serta wifinya yang ngglandang; tempatnya yang nyaman juga bersih like me (aku suka maksute). Namun pelayanannya masih ada yang kurang.
Woah, bagaimana tidak? Baterai hpku tinggal 23%. Dan temenku juga tidak bawa charger. Katanya, dia hp baru gabakal butuh charger haha kamvret kan. Dia saranin aku untuk pinjem sama mba2 pelayan di situ. Namun, aku tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Mereka seolah-olah menutup diri punya charger, ndak mau minjami. Entah mereka lagi pake juga atau memang takut rusak jika aku pake (tampangku gak meyakinkan apa ya, dapat memakai dengan baik charger pinjaman). Okelah, no problem. Aku bahkan ingin sekali memaki, tapi ya aku kan baru kesini satu kali. Lah aku udah panas aja ini, pelayan gak bisa bikin seneng pelanggan (yg pelanggan temenku; tapi kan aku ikut dia jadi sama sajalah).
Dan, yasudah 23% itu kira-kira 5 menitan tak nikmati sampe mati (hp woe hp; pikirane lo ah). Setelah itu, temenku piket masuk jam 11, yaudah ditinggallah aku seorang diri. Sendiri dengan handphone mati. Rasanya jangan tanya lagi. Masih belum percaya, aku gledah lagi tasku. Dan benar, kabel dataku memang benar2 tertinggal. Beruntung ada buku. Sengaja aku taruh buku untuk mengatasi ketika dalam keadaan seperti ini. Semua orang sibuk dengan hp, nah saya sok pinter sibuk dengan buku. Pikirku masih mending, daripada enggak sibuk. Krik krik memang, namun kembali lagi daripada gak bawa buku aku mau apa coba? renang juga ndak bawa ganti, mau foto2 juga hpnya mati. Memang buku ini manfaatnya juga di saat-saat seperti ini.
Dan 3 jam saya bergulat dengan buku. Entahlah, ini buku apaan juga. Asal minjem, aku kira isinya bagus (korban liat covernya saja). Jam 1 ngantuk berat luar biasa. Sempat tidur makser; denger suara presentasi debat orang2 meeting sekitar; juga semilir angin segar (makanya bisa tidur). Waktu shalat, lumayan bagus juga untuk tempat shalatnya. Kamar mandi bersih semua. Semut; coro iber (kecoa terbang); wani moro kepleset. Dan ya memang seperti itulah harusnya tempat shalat itu. Bersih juga spt ada mukena-sarung nya juga ikutan bersih dan wangi. Semoga mereka yang mengutamakan-menggagas ide, tempat shalat harus nyaman, dipermudah urusannya. Dan...kamvret aku dihadepin sama situasi yang sulit tadi itu pas shalat Ashar. Sampe aku pengen lupain aja, aku lupa mau cerita sama temenku. Bisa disebarin sama keluarganya kalo aku cerita. Allah membuatku lupa segalanya supaya aku ndak dibully juga.
Jadi gini, waktu tepat adzan Ashar. Dan aku udah wudhu duluan. Lalu menyusul sepasang kekasih. "Yang imami yo", kaya gitu aku denger samar2. Badalah, batinku aku melu rayo. Kui masane wes imam kr makmum sepasang; ketambahan aku malih dadi orang ketiga (sinetron rcti). "Asem wes shalat tak dhisek e, niatku wudhuku dhisek yo shalat dhisek. Babbah, aku rabutuh pahala jamaah. Timbang entok 27 tapi nglarani wedokan e kuilah". (mbatin tok aku rakonsen shalat-ngrungokke yangyeng yangyeng; mari shalat tak delok, jebul yowes rabi paling) karena yg laki udah berumur senja. Yaudah gitu aja (iklan sek), recomended tempat apik, buat kamu2: anak2 remaja dewasa maupun dahtua, telah hadir tempat buat nongkrong ria-renang asyik-fitnes enak gila. Cuma di iclub_madiun tempatnya. Berada di jalan Salak gatau nomer berapa, silakan ditelanjangi GoogMapnya. Jangan lupa setelah ditelanjangi ditutup lagi ~ terimakasih selamat memilih dan dipilih (memilih menu makanan, dipilih jadi pelanggan).
Dan aku pulang jam 5 sore, udah seperti karyawan teladan. Tapi mlipir dulu ke Geprek Juara (udah luwe tiada tara pokoknya), btw untuk di Ponorogo belum ada ya Geprek Juara (sepertinya; kan aku selera ndesa). Tempatnya recommended juga. Aku kalo keluar sama temenku yang ini beda selera jadinya. Yang notabene sering makan di angkringan terus diajak ke tempat iclub kaya gitu, dia itu high class manusianya. Aku mah floor class (kelas lantai; ngangkring). Eh, daritadi belum nyerempet judul ya ding.
Jadi gini, di Geprek Juara itu kita sambil makan sambil cerita banyak. Diceritain terus pengen. Please deh bro, kalo kemaren aku yang begitu, sekarang aku udah berubah deh kayanya. Enggak semudah itu bikin aku pengen A-B-C (mungkin pengaruh umur ya ini; jadi menurun nafsunya). Temenku itu cerita kalo nikah itu memang mudah, jodoh itu memang sudah disiapkan-gausah terlalu khawatir, gausah terlalu mikir. Semua peran udah ada yang bikin script, kita tinggal main aja. Balik lagi, menikah memang mudah, dan menikah emang harus bener2 siap sama yang namanya masalah. Katakan jika sebelum nikah kita punya masalah, oke kita sendiri mungkin yang akan menyelesaikan itu semua. Tapi, ketika menikah? Percayalah kamu gak sendirian, kamu harus denger suami/istri kamu, belum mertua serta lain-lainya.
Menikah memang mudah; tapi ujian dalam menikahnya yang tidak mudah. Temenku juga cerita bahwa, bikin anak juga tidak mudah. (wagelaseh, aku kira tinggal bikin di masa subur, jadilah bibit baru). Ternyata saya salah sekali (gamau berkali-kali). Jadi, ternyata bayi kicik yang bernama Genius Alraska Defran ini sudah anak kedua dari pasangan Defri-Rindy. Jadi bisa dikatakan ya, Gens sebenarnya udah punya kakak, tapi oradadi. Dan hamil pertama itu, masalahnya adalah bibit yang tidak menthes. (menthes itu bahasa jawa, indonya ya bibit yang kurang baik itulho). Jadi temenku ini keguguran pas 2 bulan hamil, aku tanya apakah sakit kirat itu? ya seperti orang lairan. Okelah, (sambil ngelus perut sendiri; aku orangnya emang gapernah setengah2 dengerin orang lain cerita, bahkan kalo harus ngelus sepatu why not?aha gendeng). Dan itu membuat mereka (temenku dan suami) patah hati sekali (jangan terus2an). Tapi terus diganti sama Genius ini ya sama Gusti. Dan di sini, sampai sini, kenapa pikiranku takut rabi datang kembali? ahaa yaudah, semoga bermanfaat. Bukan maksut menggurui apalagi pamer. InsyaAllah niat ngeshare supaya kita jadi orang yang tau sini juga tau situ. Dan bukan orang yang sok tau. Jadi hidup ini "indahnya berbagi", ada hikmah tersembunyi, syukur2 justru dapat menginspirasi. Akhirnya terimakasih sudah sudi membuka lalu membaca cerita ini.
-Madiun, 14 Agustus 2018 dan tidak lupa, Selamat hari Pramuka. -salampramuka! ^-^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar