Genggam tanganku ini
Dan rasakan yang kuderita
Semua yang kuinginkan menjauh dari kehidupan
Apa yang kuberikan tak pernah jadi kehidupan... Peterpan~di balik awan
Ada yang tau maknanya apa? Ternyata mengisahkan kehidupan seseorang setelah mati. Seseorang yang telah mati ternyata masih dapat melihat dunia mereka yang masih hidup. Maka benar jika ada hadits yang menyatakan bahwa pada malam Jum'at kita diwajibkan setidaknya mengirim Al-fatihah pada saudara yang telah mati. Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, bahwa putuslah segala amal seseorang setelah dia mati kecuali 3 perkara: 1. Ilmu yang bermanfaat, 2. Amal jariyah, dan 3. Anak sholeh yang mendoakan si mati.
Pertanyaan saya jatuh pada nomor 3, "jika seseorang mati sebelum punya anak bagaimana cak?" Ternyata yang dimaksud anak sholeh itu bukan hanya anaknya si mayit. Tapi mereka yang mau mendoakan si mayit, entah itu masih ada hubungan darah ataupun tidak, mereka yang mau mendoakan si mayit layak disebut sholeh. Nah makanya ada acara tahlilan, kirim doa bagi si mayit.
Semua manusia yang telah mati berhak atas ketiga amalan tersebut. Jangan tanya kalau masih bayi terus mati? Kan bayi juga manusia? bayi itu masih suci. Dia belum mengerjakan amalan apapun. Ketiga amalan yang tidak putus yang dimaksud di atas itu untuk mereka yang sudah baligh, tau baligh? Yang sering ceramah di masjid. Itu mubaligh bro! :D
Baligh itu dewasa, tau mana yang benar mana yang salah. "Anda disini sudah baligh kah? Alhamdulillah kalau sudah, jika anda mati nanti anda sudah berhak dengan ke-3 amalan itu", seng jomblo rasah kadohan mikir anak ~ rabi wae durung! :D
jawab caknun polos sambil nyekikik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar