Ada yang tau apa itu karma? Ya, balasan atas perbuatan yang sudah dilakukan seseorang. Kejujuran itu juga berbuah karma kah? Bukankah selalu tertulis kejujuran berbuah manis? But I never meet them.
Kesabaran atau kejujuran? Saya kira kesabaran. Karena kenyataanya jujurpun klo sudah kelewatan yasudah. Tiada maaf bagimu! Gak ada yang namanya manis.
Manusia tempatnya khilaf, saya sempat mikir sesuatu yang sudah terjadi dan ayo kita perbaiki kedepannya gak perlu bermusuhan kaya gini, manfaatnya apa coba?! Hidup lu gak akan tenang bro!!! Lu masih dendam lu masih benci sama gue! Sama! Gue juga gk kan tenang hidup gue ada pembenci macam lu! Yok lah, kita dah dewasa! Kenapa macam nak TK klo ketemu mesti kabur. Terpaksa pkek lu-gue, lagi mangkel!
Blog yang tidak penting. Judulnya saja malei, apalagi isinya. Semua yang ada di pikiran, saya tuangkan. Tulisan seperti panggilan kejiwaan. Tertoreh njlimet ngasi mumet. Blog ini saya buat untuk media belajar apapun bidangnya kecuali Matematika (sering gapake logika haha). Apapun itu tulisan saya, insyaAllah ada pelajaran di dalamnya. Apabila ada kesamaan dalam hal apapun itu, saya pribadi mohon maaf sekali. Dan akhirnya, ayo nge-blog kawan. Semoga bermanfaat. Aamiin ~
Minggu, 13 November 2016
Readlah!
Sabtu, 12 November 2016
Menjaga, namun...
Suara langkah kecil itu perlahan menjauh, mas Krisna masih mematung antara sadar dan tidak. Dalam hatinya hancur, bagaimana mungkin seseorang yang selama ini melukis harinya lebih memilih pergi dengan alasan ketidakcocokan akhir-akhir ini. Gila, alasan yang benar apalagi jika tanpa sebab adanya pihak ketiga dalam suatu hubungan, pasti tak kan ada kata-kata seperti itu.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah menuju masjid dimana ia bekerja kini, di sebuah rumah sakit. Dia tau ada yang lebih penting selain membenci mantan wanitanya, dia ambil air wudhu, penuh kehinaan melangkah pada shaf pertama di belakang imam. Pagi itu, baginya Dhuha yg berbeda. Biasanya terselip doa untuk sang wanita, hatinya bagai terpukul saat sujud terakhir selalu menyebut nama wanitanya dalam doa. Air matanya deras membekas di sajadah, "Ya Tuhanku, aku sadar dia bukan tulang rusukku yang Kau ciptakan untukku. Pun dia hanya seseorang yang Kau ujikan untukku. Terimakasih untuk waktu yang tidak lebih jauh lagi untukku menjaga jodoh yang bukan jodoh hamba. Kau tau yang terbaik bagi hamba-hambamu Tuhan, maka angkatlah sakit hatiku dan hilangkan ingatanku tentang jodoh orang lain itu Tuhan". Aamiin
Setelah selesai dengan empat rakaatnya pagi itu, mas Krisna kembali bekerja. Sakit hatinya membuatnya tak ingin bertemu waktu luang. Waktu luang hanya membuat ia teringat bersama wanita yang meninggalkannya dulu. Ia hanya cukup berterimakasih pada sang pencipta bahwa dia sudah dipercaya untuk menjaga, ya menjaga jodoh orang lain tadi. Dan ia pun juga berharap, semoga jodohnya yang dijaga orang lain segera dipertemukan dengannya. Begitulah, saling menjaga namun tidak bersama selamanya.
Itulah mengapa disebut sebagai skenario. Ada sang sutradara dan team kreatif yang siap membuat hidup ini indah ataupun sebaliknya, berakhir manis ataupun pahit, semua sudah tertulis rapi di naskah-Nya! *theEnd
Kamis, 10 November 2016
Terasing
Sebenarnya bukan itu yg kita tuju
Juga bukan itu harapannya
Aku dan kau mulai lelah dengan sandiwara dan berharap semua punah jangan ada yg tersisa.
Sudah tentu gelombang menerjang badaipun berkunjung datang, terus saja ribut tak bertepi di sebuah lorong gelap butuh gemerlap.
Tak ayal hanya ada suara berbisik lirih, terus berbisik di antara dua berbeda, samar namun tau kau sedang apa, mengapa terus saja bergumam tak karuan. Hidup ini rumit, ada tanda hitam yg tak nampak oleh insan. Jaring laba-laba di tembok ratan putih mulai sirna, hilang entah termakan usia atau menuju juruwaktu. Semua tak jelas dan makin tergilas! Akhirnya aku benci diriku sendiri.
---------------------------
Oh ye #selamatharipahlawan
Yg sedang menanti pahlawan mana suaranya :D eit, jangan baper@!
Life is beautiful.... katanya sih! 😃
Selasa, 08 November 2016
Secangkir Kopi dengan Baygon!
Secangkir kopi malam ini membuatku teduh
Kok teduh? Ya, soalnya luar hujan...
Sepasang muda-mudi berlari mendekatiku, menatapku seolah bertanya "masih ingatkah kamu dengan kita?", lalu aku cuek ... lhawong aku tidak peduli kalo mau pacaran ya monggo, ning ojo nengarepku bok pikir aku Baygonmu, batinku. Ehladalah, ternyata sepasang muda-mudi itu temen SMPku. Assemmm asemm~sorry cah, lagi fokus wifi-an sama menikmati secangkir kopi. Jangan dimasukkan kedalam hati ya, yok ngobrolcantik.... oke, Baygon disumet sambil bernostalgila demi temen SMP hahahaaaa nakdeekk :D