Rabu, 30 November 2016

Manusia Bodoh

Saat aku tau aku salah aku tetap merasa paling benar
Saat aku tau aku berbeda aku tetap merasa bangga
Saat aku tau aku sakit aku tetap merasa sehat
Saat aku tau aku buruk aku tetap merasa baik
Saat aku tau aku berdosa aku tetap merasa berpahala
Saat aku tau aku dibuang aku tetap merasa diterima
Saat aku tau aku disia-siakan aku tetap merasa disayangi
Saat aku tau aku diinjak-injak aku tetap merasa dijunjung tinggi
Saat aku tau aku tidak dimaafkan aku tetap merasa dimaafkan
Saat aku tau aku tidak dipedulikan aku tetap merasa dicari
Saat aku tau bahwa aku bodoh, kemanakah lagi akan kuhentikan semua ini? Kau! Aku selalu butuh Kau! YANG MAHA MEMINTARKAN!!!

Selasa, 29 November 2016

Antara Mimpi dan yang Terjadi

Mimpi adalah sesuatu yang umum terjadi ketika kita sedang tidur. Para ilmuwan menyebutkan bahwa mimpi adalah gambaran masa lalu atau masa depan yang mungkin pernah terjadi atau yang akan terjadi pada hidup kita. Menurut Islam sendiri mimpi adalah kegiatan di alam bawah sadar ketika tidur dan seringkali dikaitkan dengan doa. Maka jangan lupa berdoa dulu ya sebelum tidur, siapa yang gak suka mimpi indah? #lol
Mimpi seringkali dibarengi dengan perasaan dan pikiran kita. Jika kita sedang memikirkan seseorang misalnya, maka banyak kemungkinan seseorang itu akan hadir di mimpi kita. Selain itu mimpi bagi sebagian orang adalah kabur, tidak jelas ia harus menceritakan yang bagaimana. Tapi sebagian lagi, mereka hafal bagaimana ia mimpi mulai darimana berakhir dimana, dan itu adalah saya.
Mimpi runtut sering saya alami, seperti saya benar-benar melakukan itu dan membawa suasana yang benar-benar nyata. Namun, ketika saya mencoba untuk bangun begitulah mimpi itu segera berakhir pasti pada saat saya mendengar sayup-sayup adzan subuh.
Bagaimana rasanya menjadi saya? Benar-benar tidak nyaman. Di satu sisi di waktu lain, mimpi bagi saya adalah "ah sudahlah, mimpi itu cuma bunga tidur. Jangan percaya pertanda lewat mimpi"! Tapi ketika sesuatu terjadi pada hidup saya, saya kembali mengingat "oh ternyata tandanya itu lewat mimpi yang kemarin"! Semua itu selalu terjadi dan tak bisa untuk bilang tidak! Sudah tak terhitung kejadian yang saya alami yang selalu terkait dengan mimpi kemarin saya.
Saya tidak pernah tidur dengan tidak bermimpi. Saya selalu, pasti mimpi itu terjadi seakan-akan saya tidak tidur. Ibu saya adalah beliau yang selalu bilang bahwa setiap malam saya bicara sendiri, seperti tertawa sebentar mengigau dan selama itu tidak berteriak-teriak it's fine beliau memilih membiarkan saya dan tidak membangunkan saya.
Pernahkah saya mengalami stress berat setelah mimpi buruk? Selalu. Inilah yang membuat saya tidak nyaman dan selalu merasa khawatir. Jika yang saya impikan adalah masa lalu okelah itu hanya masa lalu, kamu mikir masa lalu? Namun jika berhubungan dengan teka-teki jangan tanya betapa stressnya saya! Dan semua itu akan terjawab setelah terjadi di kehidupan nyata, bisa dibilang mimpiku adalah pasti terjadi.
Tuhan, aku bahkan tidak tau ini suatu kelebihan atau semacam kelainan padaku. Tidak dapat tidur dengan tidak bermimpi, jika saya dapat tidur nyenyak itu berarti saya sedang mimpi indah. Dan begitupun sebaliknya. Apa saya memang benar-benar butuh seorang psikiater, juru mimpi, atau apa? Tanya Mbah Google! Dibuat simpel. XD

Senin, 28 November 2016

Firasat Membawa Nikmat

Seperti hari-hari sebelumnya, jika tidak sedang keluar rumah shalat Isya berjamaah adalah hal yang biasa kulakukan. Bukan di masjid tapi di sebuah mushola kecil yang cukup menampung beberapa jamaah yang banyaknya hanya di waktu Maghrib saja.
Malam ini hujan rintik-rintik di luar tak menyulutkan niatku untuk pergi berjamaah. Aku katakan pada diriku, "ini hanya hujan rintik dan hujan air, itu semua tidak akan menyakitimu. Di akhirat nanti justru hujan api!" Alhamdulillah, malasku langsung hilang dengan berfikir seperti itu. Benar bila adalah pepatah guru yang sebenar-benarnya guru adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita berfikir dan melakukan yang baik-baik untuk hari esok yang lebih baik.
Setelah jeda adzan Isya sedikit lama aku lekas bergegas, tak tau ada firasat apa tiba-tiba kubawa dan pakai kacamataku. Biasanya aku paling malas kalau ke mushola berjamaah dan harus membawa, memakai kacamata. Terlalu ribet, rempong!  Inilah nasib penderita mata minus!
Seperti biasanya, sepi. Dapat terhitung jamaah pria dan wanitanya, sama dengan shalat semua waktu kecuali Maghrib yang harus berdesakan keluar sampai terasnya mushola. Aku paling muda di antara dua mbah-mbah, yang satu bu nyai istrinya pak kyai. Ya, kami selalu berjamaah berempat, para wanita yang setia menjadi ma'mumnya pak imam di mushola kami.
Shalat Isya pun dimulai, seperti biasanya setelah salam terakhir adalah dzikir yang walaupun hanya istighfar dan tahlil jangan sampai aku meninggalkan. Sesibuk dan setergesa-gesanya aku, alhamdulillah Allah selalu berikan kesempatan di setiap selesai sholatku.
Namun malam ini setelah dzikir dan doaku selesai, dan takbiratul ihram sunah ba'diyah tiba-tiba mati lampu men!!!! Dyar! Pikiranku kacau, ini pulangnya bagaimana?! Sangat gelap bahkan fikiranku mulai horor, sudah hujan rintik-rintik tambah mati lampu. Kulirik sebelahku bu nyai masih kusyu' dzikir, pikirku mungkin nanti beliau ditunggu pak imam suaminya. Mbah yang di sampingku aku juga memikirkannya! Sudah sepuh rumahnya lumayan jauh, oh kenapa harus mati lampu Ya Allah!! Entahlah shalat sunahku tadi tidak fokus padaMu, aku hanya fokus sama mati lampu-gelap ditambah luar hujan. Semoga Kau mengampuni hambaMu yang amat sangat kerdil ini. Dan ternyata kacamata yang tidak sengaja terbawa lalu terpakai tadi adalah salah satu bentuk pertolonganMu Ya Allah. Aku tertolong di gelapnya mati lampu dan rintik hujan, aku bisa pulang dengan melihat mendungmu yang sedikit terang.
Lalu, setelah sampai rumah? Masih kepikiran. Ya Allah semoga Kau permudahkan orang-orang lainnya yang pulang terakhir saat berjamaah tadi. Bu nyai sekalian serta mbah-mbah yang rumahnya lumayan jauh! Semoga malam ini dapat menjadi pelajaran untuk pribadiku khususnya.
Bahwa pertolongan Allah itu dekat, hanya saja kau harus lebih mendekatiNya.
Shodaqollahul'adzim - semoga bermanfaat para pengunjung blog yang budiman!

Minggu, 27 November 2016

Apa?

Demi apa? Diam, tak ada jawaban yang menyejukkan
Lorong waktu ini terlalu gelap untukku singgahi dan terus melangkah,
Penuh duri yang siap melukai
Aku gila sendirian!
Pikirku melayang menjemput tangisan
Kerlap dunia tak lagi kuhiraukan
Aku hanya ingin hilang ingatan!
Jiwa ragaku sakit berbenturan! Sebenarnya apa Yang Kau inginkan, Tuhan?!!
Aku telah berusaha sekuat Yang Kau beri!
Aku hanya bisa berteriak dalam hati, terisak di lembah sunyi! Aku benci! Aku benci diriku sendiri!

Sabtu, 26 November 2016

Bila Waktu...

Bude, aku datang berkunjung ke rumahmu...
bersama adik, anak dan cucumu. Aku masih lupa-lupa ingat tentangmu, kau adalah anaknya simbah yang dilebihkan! Sudah cantik, kaya pula.
Sebenarnya hari ini aku berencana pergi kerumah temenku, tapi anaknya bude mengajakku untuk ziarah. Tak bisa kutolak, walaupun aku ini orangnya penakut akhirnya berangkatlah ke makam!
Aku bersama ibu dan ponakanku bersama anaknya bude. Sepi, namanya kuburan! Ku pelankan langkahku, kuucapkan salam untuk semua penduduknya. Mataku tidak lepas dari namanya nisan-nisan yang sedikit berantakan. Kucari nisan yang bertuliskan nama budeku, "lho kok masih ada namanya?", ternyata nisannya diganti baru!
Setelah selesai tabur bunga dan berdoa untuk bude, si ponakan yang demen banget foto minta difotoin di deket makam mbahnya! Ada rasa tidak enak hati dengan penduduknya! Bagaimana mereka mengutuki kelakuan kami, tapi percayalah niat kami baik! Semua ini untuk mengingat kematian yang sebentar lagi kamipun akan menyusul kalian! Teriakku dalam hati.
Ponakanku hobi sekali menakut-nakuti, saat kaki ini melangkah menghindari supaya tidak menginjak-injak tengahnya nisan. Bilang ada tengkoraklah, kain kafan keluar dikitlah, ampunn!!! Setelah ke makam bude beberapa langkah lagi kami ke makam 4 orang lagi. Yaitu kedua simbahku dan bude yang baru bulan April kemarin meninggal serta suaminya di sebelah makamnya. Aku dibuat bingung dengan anaknya bude, acara apa kok tiba-tiba ziarah ke makam beberapa kerabat.
Aku belum menemukan jawabannya! Ibuku aku tanya cuma jawab kalau hari ini naasnya bude, lha tapi kok ke simbah juga? Jawabnya ibuku simpel, "sisan mampir"!
Benar buk, mampir ! Bahkan sekarang kita semua ini cuma mampir ngombe.
Aku berpesan pada diriku sendiri "hari ini yang tanpa rencana, tanpa kamu tau, kamu tiba-tiba mengunjungi budemu yang sudah mati! Lalu berpikirlah! Walau seribu kali kamu berpikir tapi kamu belum menemukan jawabannya, tetaplah berfikir untuk menemukannya! Ada banyak pelajaran untuk mereka yang berakal, untuk mereka yang mau berfikir! "Kamu hari ini mengunjungi budemu, kamupun kelak juga akan dikunjungi oleh keluargamu oleh kerabat dekatmu! Lalu kenapa kamu masih menyombongkan diri menuruti diri, egomu yang tak pernah berhenti untuk mengerti bahwa hidupmu di dunia ini sebentar!  Berhentilah dari angan-angan setan yang menyesatkan! Kau tidak tau kapan kau akan meninggalkan kenyataan! Kau tidak pernah diberitau! Kau ini cuma tanah! Yang akhirnya dinjak-injak! Masihkah berfikir tentang harga diri? ", mashaallah ampuni aku. Aku sudah terlalu jauh mengartikan sebuah kata harga diri. Yang sebenarnya adalah yang harus aku cari di hadapanMu bukan di hadapan para makhlukMu! Terimakasih untuk hari ini telah memberi kesempatan sowan ke kuburan. Semoga kami semua selalu dalam naungan rahmatMu dan menjadi hamba yang selalu mengingat kematian serta tidak lalai untuk menuju jalan lurusMu.aamiin

Kamis, 24 November 2016

Rahasia...lho!

Belajar adalah kata yang tidak asing dalam masyarakat kita. Belajar berarti ada kemauan untuk mengerti, ada kemauan untuk bisa, dan ingin bebas dari yang namanya kebodohan. Belajar bagi sebagian orang adalah mereka beranggapan bahwa belajar itu untuk mereka yang masih berhubungan dengan pendidikan. Karena pepatah mengatakan "ingin pintar makanya belajar"! Dari sini pasti sudah tergambar jelas bahwa pepatah itu untuk mereka yang bersekolah; berpendidikan tinggi, dll. Namun tidak demikian sebenarnya. Menurut opini saya belajar itu secara umum, selama kita hidup disitulah kita belajar.
Belajar merupakan timbangan dimana ketidak tau-an seseorang akan menjadi tau setelah ia belajar. Belajar selalu mengedepankan rasa ingin tau; rasa ingin mengerti kenapa bisa begini begitu. Media belajar seringkali bervariasi, kali ini saya ingin ceritakan media belajar saya untuk memperbaiki diri saya sendiri khususnya, yang berasal dari sebuah buku Islami.
Buku ini berjudul "Rahasia Ketajaman Mata Hati" karya Imam Ghazali. Penerbitnya "Terbit Terang" Surabaya. Buku ini sebenarnya sudah menemani saya beberapa tahun terakhir dari tahun 2015 kemarin, saat bongkar lemari pakaian kakak saya karena saya sedang membutuhkan charger hp di lemari beliau. Tanpa sengaja saya menemukan buku ini berada di antara buku-buku dia yang lain. Sebenarnya ada lebih banyak buku islami yang lain seperti  "Berguru Kepada Allah", "Penyakit Hati dan Obatnya", " Menyelam ke Samudera Ma'rifat dan Hakekat" dan masih banyak lainnya, namun saya hanya jatuh hati pada buku ini.
Penulis sangat pandai membawa pembacanya untuk terus larut dalam karyanya, bahasanya yang mudah dimengerti, dan ada banyak kata mutiara yang sungguh memberikan motivasi bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Saya recommend banget buku ini buat teman-teman yang ingin kasarannya sekedar tau, bagaimana sih Islam itu menyikapi yang namanya masalah hati? Buku ini harus kalian baca sampai habis dan renungkan setiap bab di dalamnya! Saya jamin kalian akan temukan sesuatu yang benar-benar kalian cari dalam hidup ini. Jangan lupa menangis ya, hhehe kalian pasti akan temukan bagian-bagian dalam bab dimana penulis membawa kalian untuk menangis lho. Selain itu dalam buku ini banyak cerita hikmah yang dapat kita ambil hikmahnya. Memposisikan diri kita jika kita dalam posisi orang-orang dalam cerita tersebut adalah keharusan dalam membaca cerita hikmah. So enjoyed this book for the good life tomorrow! #kemenggres :/

Tunggu...!

Menunggu adalah sebuah kata kerja yang berarti kerelaan, kesabaran dan juga harapan. Banyak sekali? Bagini penjelasannya. Seseorang yang menunggu pasti disertai ketiga sikap tersebut. Tanpa ketiganya mustahil seseorang dikatakan ia telah menunggu.
Menunggu bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan. Mengapa bisa? Karena mereka menikmati kebosanannya dengan sesuatu yang membosankan. Kita tau bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah sebuah porsi yang Tuhan berikan. Namun, tuntutan pada diri-sendiri itu perlu.
Menunggu butuh kepastian? Sudah barang tentu, siapa manusia yang tidak butuh kepastian? Kepastian selalu bersama dengan harapan. Harapan yang baik selalu ada bagi mereka yang menunggu.
Hidup inipun tidak lepas dari hal menunggu. Saya kasih contoh dari hal yang kecil, kita mau makan siang apa iya kita tak menunggu jam makan siang? Segala sesuatu selama kita hidup kita tak akan pernah lepas dari yang namanya menunggu. Jadi, jangan lupa bahwa kehidupanpun menunggu kematian. Begitupun orang beriman percaya bahwa kematianpun menunggu kehidupan.
Jangan benci terhadap menunggu, jangan bosan pada menunggu. Namun buatlah menunggu adalah sesuatu yang menyenangkan. Usir kebosanan menunggu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Nikmati, syukuri dan senangi menunggu! Itu baru hidup! 
*bangun~menunggu pagi :S
*makan~menunggu lapar 
*mandi~menunggu gerah  .wah :p
*mati~menunggu ajal .ini pasti!