Sabtu, 19 November 2016

Hujan...

Derasmu membuat insan kelabakan di jalanan
Sari-sarimu dinanti oleh tiap tumbuhan
Kau tau, waktu jatuhmu ditunggui insan beriman
Disana ada waktu siapapun berdoa, Tuhan kan kabulkan.
Hujan derasnya tak bertuan
Menembus dinding kenangan mereka yang kehujanan masa lalu
Dingin, sedingin wajahmu ...
Namun disana pula selalu terbayang, warna pelangi setelah hujan lebih indah
Seindah senyum Tuhan menyapaku untuk kembali ke jalanNya
Penuh liku, tak menentu. Ya, aku hanya ingin menujuMu... Sang pemberi hujan!

Tidak ada komentar: