Hari ini adalah hari Senin tepatnya tanggal 5 di bulan Desember. Tahun 2016-1992 adalah 24. Usia yang seharusnya sudah matang, sudah menggapai cita-cita yang pernah diucapkan saat duduk di bangku TK hhe...
Plis jangan baper! Ada beberapa jalan kesana, namun saya lebih memilih menjadi guru untuk diri saya sendiri. Saya tau betapa mulia menjadi seorang guru, namun Allah lebih ridho jika guru itu tidak menjadi profesi saya. Saya bukan orangnya, saya belum bisa menjadi mulia, dan saya akui saya belum bisa menjadi dewasa bahkan untuk rela berkorban dahulu untuk menjadi seorang guru.
Hari ini merupakan hari ulang tahun saya yang berbeda, benar-benar berbeda. Tak pernah di tahun-tahun yang sebelumnya, yang se-sederhana ini. Terimakasih untuk Allah swt. dan semua yang sudah berpartisipasi serta mendoakan kebaikan untuk saya, semoga doa baik untuk kalian juga. Aamiin
Perasaan saya hari ini adalah antara senang dan tidak. Senang karena Allah masih memberikan kesempatan di usia 24, masih bisa meniup lilin, masih bisa mendengar doa orang-orang tersayang, masih bisa merasakan diciyum ibuk (wow rasanya pedih mengingat di usia yang segini saya belum bisa membuat beliau bangga punya saya), masih denger teriakan-teriakan sahabat yang nyuruh cepet nikah (nikah?percaya sudah ada waktunya, cepet-cepet tu gk bagus! Liat dan berkaca sama mas ya! Kalau diburu-cepettergesa-hasilnya?tanda tanya). Itu semua pelajaran, Allah tidak menyukai sesuatu yang tergesa-gesa :) serahkan semua pada penentu masa depan, tak perlu risau apalagi gelisah karena teman-teman yang lain sudah menikah dan punya anak. Itu sama saja kita protes sama Allah! Sudahlah, semua sudah Ada Yang Ngatur, semua sudah ada waktunya.
Tidak senangnya adalah saya menjadi semakin tua, semakin berkurang ini umur, dan tidak ketinggalan kalau umur sudah berkurang mikir apa?mati. Dan kematian yang selalu mengingatkan saya untuk mendekatiNya, saya tau walaupun jauh dari kata sempurna dalam mendekatiNya sungguh saya tidak ingin menjadi yang sesat, yang jauh dari kata tobat.
Ada banyak harapan di 24, yang saya tau pasti lagi-lagi keinginan yang bersifat duniawi. Maafkan saya yaa Allah, sesungguhnya hanya Engkau Yang Mengerti apa-apa yang saya butuhkan bukan yang saya inginkan, maka apapun Yang Kau berikan untuk di-24 nanti saya serahkan padaMu. Semoga kebaikan dunia akhirat Kau limpahkan untuk saya, walaupun saya begitu tidak pantas untuk menerima kebaikan itu di mata makhlukMu namun saya percaya hanya Engkau Yang Maha Adil; Maha Tahu tentang apa-apa yang ada pada diri saya; terimakasih untuk waktu Yang Kau berikan selama 24 th ini, terimakasih telah menuntun dari kepalsuan dunia. Terimakasih telah menjadi teman dekat di hari-hari saya, terimakasih untuk selalu melindungi dari godaan nafsu, terimakasih telah membuka hati yang telah tertutup keburukan sekian tahun lamanya, terimakasih telah membantu menjadikan diriku-sendiri. Terimakasih untuk kesetiaan yang tak pernah tergantikan oleh selainMu. Terimakasih Allahku, Sang Pencerah di sisa umurku!
#########@@@##########
Tulisan ini kutulis di penghujung tgl.5 Desember 2016~ terimakasihku untuk Maha Raja dari segala Raja, Sang Pencerah, Majikanku, Penciptaku, Kekasih dunia akhiratku, Tuhanku, Allah SWT! Dengan tangis bahagia dan duka, terbersit doa: semoga di akhir kelak hamba bukan termasuk golongan orang-orang yang melampaui batas dan menjadikan saya golongan orang-orang yang diberi petunjuk olehNya. Aamiin yaa robbal alamin...
Blog yang tidak penting. Judulnya saja malei, apalagi isinya. Semua yang ada di pikiran, saya tuangkan. Tulisan seperti panggilan kejiwaan. Tertoreh njlimet ngasi mumet. Blog ini saya buat untuk media belajar apapun bidangnya kecuali Matematika (sering gapake logika haha). Apapun itu tulisan saya, insyaAllah ada pelajaran di dalamnya. Apabila ada kesamaan dalam hal apapun itu, saya pribadi mohon maaf sekali. Dan akhirnya, ayo nge-blog kawan. Semoga bermanfaat. Aamiin ~
Senin, 05 Desember 2016
24 di 5-12
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar