Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam. Barang siapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali-Imran:19,85)
Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu. (Al-Maidah:3)
Dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali-Imran:102)
Dan Al-Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. (Al-Anam:155)
Agama Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah. Oleh karena itu, pindah ke agama lain apapun alasannya, adalah keputusan yang sangat sangat keliru. Dan bila ini Nanda lakukan, maka sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah meridhoi dan memaafkanmu.
Apapun alasannya, janganlah Nanda memaksa seseorang untuk masuk agama Islam. Menurut pengamatan Ayah, orang yang masuk agama Islam karena tekanan maupun paksaan (misalnya untuk memenuhi syarat mutlak yang diajukan camer), kecil kemungkinan akan menjadi muslim yang baik. Mereka hanya akan jadi Islam KTP, yang menunggu kesempatan untuk kembali ke agamanya semula.
Tidak ada paksaan untuk agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. (Al-Baqarah:256)
Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Thaha:124)
Orang-orang yang kafir (di akhirat nanti) seringkali menginginkan kiranya mereka (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (Al-Hijr:2)
Janganlah Nanda membuat permusuhan dengan sesama muslim, karena Islam melarang memutuskan hubungan kekeluargaan. Bila ada orang yang jahil terhadap Nanda, jangan lalu dimusuhi, tapi carilah letak persoalannya, seringkali hal ini terjadi karena salah paham belaka. Bila kemudian Nanda telah berusaha menjernihkan namun orang itu tetap saja tidak mau berubah, serahkanlah ini kepada Allah. Pengalaman Ayah membuktikan, bahwa orang yang demikian itu tanpa kita mintapun akan dihukum Allah.
(Di atas adalah konteks kalimat dari sang ayah yang menasehati anaknya).
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, serta dibutakan-Nya penglihatan mereka. (Muhammad:22, 23)
Keluarga yang dimaksud pada ayat di atas, tidak terbatas pada keluarga sedarah daging atau sekaruhun saja, namun sesuai dengan firman Allah berikut:
Sesungguhnya orang-orang mu'min bersaudara, maka itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat:10)
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An-Nahl:90)
Diriwayatkan dalam sebuah hadits ada seorang sahabat yang bertanya, "Ya Rasulullah, manakah amal yang paling disukai Allah?" Beliau menjawab, "Iman kepada Allah." Sahabat bertanya lagi, "Ya Rasulullah kemudian apalagi?" Beliau menjawab, "menyambung silaturahmi." Kemudian bertanya lagi sahabat, "Manakah amal yang paling dibenci Allah?" Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah!" Sahabat bertanya lagi, "Selain itu lalu apalagi ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Memutuskan hubungan persaudaraan!"
Di dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dikatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Maukah kalian kuceritakan amal-amal yang dapat mengakibatkan Allah memuliakan dan meninggikan derajat kalian?' Para sahabat pun serentak berkata, "Ya. Ya Rasulullah!" Lalu beliaupun bersabda, "Hendaknya kalian menyantuni orang yang telah berbuat bodoh terhadapmu; memaafkan orang yang menganiayamu; memberi orang yang menghalangimu; dan menyambung orang yang memutuskanmu!"
Abu Dzar ra. berkata, "Rasulullah saw. telah memberiku beberapa wasiat, yaitu agar aku:
*tidak memandang orang yang ada di atasku, tapi hanya memandang orang yang ada di bawahku,
*mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka,
*menyambung tali persaudaraan (rahmi) walaupun mereka berpaling dariku,
*tidak takut dalam perkara Allah, dan tidak takut cercaan orang,
*berkata benar walaupun pahit,
*memperbanyak bacaan "laa haulaa walaa quwwata illa billah", karena sesungguhnya bacaan itu merupakan sebuah simpanan dari simpanan-simpanan kekayaan surga.
Kesimpulannya: Semua agama itu boleh jadi baik, namun yang diridhoi Allah hanyalah agama Islam.
Bahasa itu adalah hanya semata-mata kendaraan untuk mengantarkan pesan, terpesona dengan indahnya "kendaraan,' dapat menyebabkan lalai menangkap pesan yang ingin disampaikan. *Disadur dari sebuah buku berjudul BAHAN RENUNGAN KALBU-Ir. Permadi Alibasyah(2009).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar